Follow Mother & Beyond untuk mendapatkan informasi terkini. Klik untuk follow Instagram dan YouTube Mother & Beyond
Momen memandikan bayi bisa menjadi bonding time menyenangkan bagi orang tua dan Si Kecil. Untuk memandikan Si Kecil, Moms mungkin menggunakan kursi mandi bayi agar tangan lebih bebas saat membersihkan tubuh Si Kecil, terutama ketika bayi sudah mulai aktif bergerak dan sulit digendong sambil dimandikan.
Sayangnya, kursi mandi bayi kerap disalahpahami sebagai alat pengaman. Padahal, fungsinya hanya membantu bayi duduk tegak di dalam bak mandi, bukan mencegah bayi tenggelam atau terpeleset. Memahami perbedaan ini penting agar orang tua tidak lengah, meskipun sudah menggunakan kursi mandi bayi aman dan berkualitas.
Mengenal kursi mandi bayi dan ragam modelnya
Kursi mandi bayi adalah perlengkapan mandi berbentuk kursi kecil dengan sandaran dan kadang dilengkapi penyangga kaki (leg post), yang dirancang untuk membantu bayi duduk tegak di dalam bak mandi. Produk ini umumnya ditujukan untuk bayi yang sudah bisa duduk tanpa bantuan, biasanya sekitar usia 6 bulan, sesuai label yang dicantumkan produsen.
Beberapa model kursi mandi bayi yang umum ditemukan di pasaran:
- Kursi mandi dengan sandaran tegak: cocok untuk bayi yang baru belajar duduk, memberi dukungan di bagian punggung.
- Kursi mandi dengan penyangga kaki (leg post): memiliki tiang kecil di antara kaki bayi agar posisi duduk lebih stabil dan tidak mudah merosot.
- Kursi mandi lipat: praktis disimpan karena bisa dilipat setelah digunakan, cocok untuk kamar mandi berukuran terbatas.
- Kursi mandi dengan alas isap (suction cup): dilengkapi penyedot di bagian bawah agar menempel pada permukaan bak mandi.
Setiap model memiliki kelebihan masing-masing, tetapi semuanya tidak dirancang untuk mencegah bayi tenggelam. Orang tua tetap harus memegang kendali penuh selama sesi mandi berlangsung.
Baca juga: Bayi Habis Imunisasi Apakah Boleh Mandi? Ini Jawabannya, Moms
Perbedaan kursi mandi, alas mandi, dan bak mandi bayi
Istilah kursi mandi, alas mandi, dan bak mandi bayi sering tertukar, padahal ketiganya memiliki fungsi berbeda.
Kursi mandi bayi adalah dudukan dengan sandaran, kadang dilengkapi leg post, yang digunakan di dalam bak mandi dewasa atau bak mandi bayi untuk membantu bayi duduk. Produk ini cocok untuk bayi yang sudah bisa duduk sendiri.
Alas mandi (bath mat atau bath sling) adalah lapisan lembut yang diletakkan di dalam bak mandi atau wastafel untuk menopang tubuh bayi, terutama bayi baru lahir yang belum bisa duduk. Alas ini membantu mengurangi risiko bayi tergelincir di permukaan licin, tetapi tetap bisa bergeser jika tidak dipegang dengan baik.
Bak mandi bayi (baby tub) adalah wadah mandi khusus berukuran kecil yang dirancang untuk bayi, sering dilengkapi fitur sandaran rebahan (newborn recline) atau sling untuk bayi baru lahir. Bak mandi bayi bisa diletakkan di atas bak mandi dewasa, wastafel, atau menggunakan penyangga (stand) tersendiri.
Memahami perbedaan ini membantu orang tua memilih produk yang sesuai dengan usia dan kemampuan motorik bayi. Bayi baru lahir yang belum bisa duduk sebaiknya menggunakan bak mandi bayi dengan sling atau alas mandi, bukan kursi mandi dengan sandaran tegak.
Risiko tergelincir dan tenggelam yang perlu dipahami orang tua
Kursi mandi bayi memang membantu secara praktis, tetapi produk ini menyimpan risiko yang wajib dipahami setiap orang tua. Badan pengawas konsumen Amerika Serikat, Consumer Product Safety Commission (CPSC), menegaskan bahwa kursi mandi atau bath seat/ring adalah alat bantu mandi, bukan alat keselamatan. CPSC bahkan memiliki standar keselamatan wajib untuk kursi mandi bayi dan tetap memperingatkan bahwa kursi mandi bisa terguling atau bayi bisa terpeleset keluar dari dudukannya.
American Academy of Pediatrics (AAP) melalui HealthyChildren.org menegaskan prinsip yang sama: jangan pernah meninggalkan bayi sendirian di dalam bak mandi, meskipun hanya sebentar. AAP merekomendasikan praktik "touch supervision", yaitu menjaga satu tangan tetap berada dalam jangkauan bayi sepanjang waktu mandi.
Jika telepon atau bel pintu berbunyi saat bayi sedang mandi, AAP menyarankan untuk membungkus bayi dengan handuk dan membawanya serta daripada meninggalkannya meski hanya beberapa detik.
Prinsip inilah yang perlu diingat setiap orang tua: kursi mandi bayi aman sekalipun tetap membutuhkan pengawasan langsung, bukan sebagai pengganti, melainkan pendukung kenyamanan saat memandikan Si Kecil.
Hal yang perlu diperiksa sebelum memilih kursi mandi bayi
Memilih kursi mandi bayi antislip yang tepat membutuhkan ketelitian. Berikut ini beberapa hal yang sebaiknya diperiksa sebelum membeli.
- Alas antislip yang berfungsi optimal: Pastikan kursi mandi dilengkapi alas isap (suction cup) yang mencengkeram kuat permukaan bak mandi. Perlu diingat, alas isap umumnya tidak bekerja maksimal pada permukaan bak mandi yang bertekstur kasar atau tidak rata.
- Dudukan yang lebar dan stabil: Dasar kursi yang lebar membantu mengurangi risiko kursi terguling saat bayi bergerak.
- Penyangga kaki atau sandaran yang kokoh: Fitur ini membantu menjaga posisi duduk bayi tetap stabil selama mandi.
- Rentang usia dan berat badan sesuai label produsen: Jangan gunakan kursi mandi di luar batas usia atau berat yang direkomendasikan pabrikan.
- Material bebas BPA dan tanpa sudut tajam: Pilih bahan yang halus, aman untuk kulit bayi, dan mudah dibersihkan agar tidak menjadi sarang jamur.
- Standar keamanan produk: Periksa apakah produk memiliki sertifikasi SNI atau mengacu pada standar internasional seperti ASTM atau EN.
- Ikuti panduan manual produsen: Setiap merek memiliki petunjuk penggunaan berbeda, termasuk cara memasang dan membersihkan produk dengan benar.
Cara memandikan bayi baru lahir dengan pengawasan langsung setiap saat
Cara memandikan bayi baru lahir sedikit berbeda dengan bayi yang sudah lebih besar, karena bayi baru lahir belum bisa duduk dan tali pusarnya masih dalam proses penyembuhan. Berikut ini langkah-langkah yang bisa diikuti.
- Siapkan ruangan yang hangat dan bebas angin, agar bayi tidak kedinginan selama proses mandi.
- Siapkan semua perlengkapan terlebih dahulu, seperti handuk, popok bersih, baju ganti, sabun bayi, dan waslap, sebelum memulai mandi.
- Isi bak dengan air hangat setinggi beberapa sentimeter saja. Hindari memakai air yang panas. Selalu uji suhu air dengan pergelangan tangan atau siku sebelum memandikan bayi.
- Bungkus bayi dengan handuk, lalu buka bagian tubuh yang akan dibersihkan secara bertahap agar bayi tidak kedinginan.
- Topang kepala dan leher bayi dengan satu tangan selama proses memandikan berlangsung.
- Bersihkan wajah terlebih dahulu, dilanjutkan tubuh, dan area popok di bagian akhir.
- Jaga area tali pusar tetap kering. Selama tali pusar belum lepas dan sembuh, bayi baru lahir sebaiknya dimandikan dengan cara dilap (sponge bath), bukan direndam langsung di bak mandi.
- Keringkan tubuh bayi dengan lembut, termasuk pada bagian lipatan kulit, lalu segera kenakan pakaian.
- Batasi waktu mandi sekitar 5-10 menit agar bayi tidak kedinginan.
- Jangan pernah meninggalkan bayi sendirian, sekalipun hanya untuk mengambil handuk atau menjawab telepon.
AAP menyebutkan bahwa mandi 2-3 kali seminggu sudah cukup untuk bayi baru lahir, karena mandi terlalu sering justru bisa membuat kulit bayi kering. Namun, banyak keluarga di Indonesia terbiasa memandikan bayi setiap hari dengan durasi singkat dan lembut. Sebaiknya, Moms mendiskusikan frekuensi mandi yang tepat dengan dokter anak atau bidan sesuai kondisi kulit dan kesehatan bayi.
Baca juga: Hindari Ini, 7 Kesalahan yang Dilakukan saat Memandikan Bayi
Kursi mandi bayi, alas mandi, atau bak mandi bayi memang bisa membuat momen mandi lebih praktis dan nyaman. Namun, tidak ada satu pun perlengkapan yang bisa menggantikan peran orang tua dalam mengawasi Si Kecil. Menjaga satu tangan tetap berada dalam jangkauan bayi merupakan kunci utama mencegah kecelakaan di kamar mandi.
Sebelum membeli kursi mandi bayi, luangkan waktu untuk memeriksa fitur keamanannya, membaca label usia dan berat badan, serta memastikan produk sesuai standar yang berlaku. (MB/SW/RF/Foto: AI/Gemini)
