Follow Mother & Beyond untuk mendapatkan informasi terkini. Klik untuk follow Instagram dan YouTube Mother & Beyond
Tuntutan untuk eksis di kehidupan sosial maupun dunia maya membuat kasus bullying atau perundungan sering terjadi di kalangan anak-anak. Lantas bagaimana jika anak Anda yang menjadi korban bullying?
Bullying adalah perilaku agresif berupa fisik, verbal, maupun relasional. Perilaku semacam ini bisa dilakukan berulang kali dan dalam jangka waktu yang lama.Bullying fisik meliputi perlakuan seperti memukul, menendang, atau mendorong. Beberapa anak juga melakukan bullying fisik dalam bentuk perpeloncoan, pelecehan, serta perusakan barang.
Sementara itu, bullying verbal bisa berbentuk ejekan, hinaan, atau caci maki. Sedangkan bullying dalam sebuah hubungan bisa termasuk menolak untuk berbicara, menjauhkan seseorang dari kelompok, teman, atau keluarga, dan menyebarkan kebohongan atau rumor tentang seseorang.
Tanda anak menjadi korban bullying
Pada umumnya, anak korban bullying tidak akan langsung mengungkapkan hal-hal yang dialaminya kepada orang terdekat, termasuk orang tuanya. Namun, biasanya anak yang menjadi korban bullying akan mengalami perubahan tingkah laku.
Dilansir dari KidsHealth, Moms perlu waspada apabila buah hati Anda:
- Mengalami perubahan sikap dan sering terlihat cemas
- Tidak makan, tidak bisa tidur nyenyak, atau melakukan kegiatan yang biasanya disukai
- Mudah mengalami perubahan mood atau mudah marah
- Menolak atau terlihat malas untuk berada di situasi tertentu, seperti pergi ke sekolah.
Baca juga: Wajib Diperhatikan! Ini Ciri Anak Mengalami Bullying di Sekolah
Cara mengatasi anak yang menjadi korban bullying
Bullying bisa berakibat negatif terhadap perkembangan mental anak. Jika dibiarkan, efeknya bisa fatal. Anak bisa mengalami stres hingga trauma yang berisiko memicu keinginan untuk bunuh diri atau justru menyakiti orang lain, khususnya pelaku bullying.
Ada beberapa langkah yang bisa Moms lakukan saat anak menjadi korban bullying, yaitu:
1. Mengajak anak berbicara
Jika anak memberitahukan Anda bahwa dirinya di-bully, maka sebagai orang tua Anda perlu mendengarkan dengan seksama. Jaga emosi Anda ketika anak bercerita. Lalu usahakan untuk menenangkan anak dan berikan dukungan untuknya. Sebagai catatan, sebagian anak enggan memberitahukan bahwa mereka menjadi korban bullying karena merasa malu dan khawatir orang tua akan merasa kecewa, marah, atau bersikap reaktif.
Ada juga anak yang tak mau melapor saat dirinya mengalami bullying karena takut disalahkan atau justru bullying bertambah parah. Tak sedikit pula yang khawatir, orang tua tak memercayai ucapannya. Karena itu, Moms bisa mengatakan kepada anak bahwa ia telah melakukan tindakan yang benar dengan bercerita kepada Anda.
2. Mencari solusi
Langkah kedua adalah mencari solusi bersama untuk menghadapi bullying. Penting bagi orang tua untuk tidak menyuruh anak melawan langsung pelaku bullying. Sebagai alternatif, Moms bisa menyarankan anak untuk:
- Menahan amarah saat di-bully
- Menghindari pelaku bullying atau berusaha selalu berada di antara kerumunan dan teman-teman
- Bersikap berani untuk menghentikan bullying, meninggalkan para pelaku bullying, atau bersikap tak acuh
- Melapor kepada guru atau orang yang berwenang jika kejadian bullying terjadi di lingkungan sekolah.
Baca juga: Anak Jadi Pembully, Ini Beberapa Penyebabnya
3. Berbicara dengan ahli
Jika efek bullying sudah telanjur parah, Anda juga bisa mengajak anak menemui ahli untuk berkonsultasi, seperti psikolog. Dalam beberapa kasus, diperlukan terapi khusus bagi anak-anak yang sudah terlalu lama menjadi korban bullying.
4. Membangun kepercayaan diri
Jangan lupa untuk membantu anak membangun kembali kepercayaan dirinya. Bicarakan hal-hal positif dengan anak. Dukung anak untuk lebih banyak menghabiskan waktu dengan teman-teman yang bisa memberikan pengaruh positif.
5. Melakukan kegiatan menyenangkan
Untuk meredakan stres akibat menjadi korban bullying, Moms bisa ajak anak untuk melakukan berbagai kegiatan yang menyenangkan. Kegiatan itu bisa sekadar piknik bersama keluarga, berolahraga, atau makan malam bersama. Moms juga bisa mendorong anak untuk mengalihkan perhatiannya terhadap hal-hal yang disukai, seperti melakukan hobi berenang, melukis, atau bermain musik.
Nah, itulah tanda-tanda anak menjadi korban bullying dan cara mengatasinya, Moms. Semoga anak-anak kita dijauhkan dari perilaku bullying ini ya, Moms. (M&B/Wieta Rachmatia/SW/Foto: GPointStudio/Freepik)