Type Keyword(s) to Search
KID

Wajib Diperhatikan! Ini Ciri Anak Mengalami Bullying di Sekolah

Wajib Diperhatikan! Ini Ciri Anak Mengalami Bullying di Sekolah

Follow Mother & Beyond untuk mendapatkan informasi terkini. Klik untuk follow Instagram dan YouTube Mother & Beyond

Ketika anak pergi ke sekolah, Moms tentunya berharap ia merasa aman dan bahagia. Namun, kenyataannya, tidak semua anak memiliki pengalaman yang positif. Bullying menjadi salah satu masalah terbesar yang dihadapi anak-anak di lingkungan sekolah. Untuk itu, orang tua mengenali tahu ciri anak yang mengalami bullying di sekolah.

Bullying sendiri adalah tindakan intimidasi yang dilakukan secara berulang, baik secara fisik, verbal, maupun sosial, dengan tujuan untuk melemahkan atau merendahkan korban. Anak-anak yang menjadi korban bullying sering merasa malu, takut, dan tidak berdaya untuk menghadapinya seorang diri.

Beberapa dampak buruk bullying pada anak antara lain rendahnya rasa percaya diri, masalah kesehatan mental seperti kecemasan dan depresi, penurunan prestasi akademik, dan kesulitan menjalin hubungan sosial. Ironisnya, tidak semua anak berani atau mampu menceritakan perundungan yang dialami.

Baca juga: Penting! Ini Cara Mengelola Kecemasan pada Anak Remaja

Karena itu, penting bagi orang tua untuk lebih peka terhadap perubahan perilaku dan tanda-tanda yang mungkin menunjukkan bahwa anak mengalami bullying di sekolah. Tanda-tanda yang dimaksud bisa meliputi:

1. Sering terlihat sedih

Anak yang di-bully sering kali tampak lebih pendiam, menyendiri, atau bahkan menangis tanpa sebab jelas. Biasanya, hal tersebut disebabkan mereka merasa terisolasi dari lingkungan sosialnya dan bisa menunjukkan tanda-tanda depresi ringan hingga berat. Jika dibiarkan, bukan tak mungkin anak akan mengalami gangguan mental yang lebih berat.

2. Menghindari sekolah

Anak mungkin mulai menunjukkan penolakan untuk pergi ke sekolah, sering meminta izin sakit, atau menunjukkan kecemasan berlebihan setiap kali harus masuk. Perubahan ini bisa menjadi tanda besar, terutama jika sebelumnya ia cenderung antusias terhadap kegiatan belajar.

3. Menurunnya prestasi akademik

Menjadi korban bullying bisa mengganggu konsentrasi dan motivasi belajar, sehingga nilai anak bisa menurun atau ia tampak kehilangan minat terhadap tugas sekolah. Anak mungkin juga malas berpartisipasi dalam diskusi kelas atau mengerjakan PR.

4. Mengisolasi diri

Anak yang mengalami bullying di sekolah cenderung menarik diri dari lingkungan sosial, termasuk dari teman sebaya maupun anggota keluarga. Ia bisa terlihat lebih sering menghabiskan waktu sendiri di kamar atau tidak mau bergabung dalam kegiatan keluarga.

5. Harga diri rendah dan kritik diri berlebihan

Korban bullying sering mendengar perkataan menyakitkan yang dilontarkan padanya dan mulai percaya bahwa dirinya memang “tidak berharga” atau “bermasalah.” Hal ini dapat membentuk pola pikir negatif yang membahayakan perkembangan emosionalnya.

6. Cemas dan ketakutan

Anak mungkin tampak gugup, tegang, atau takut, terutama saat berangkat atau pulang sekolah. Hal ini terutama bisa terlihat jika ia mengalami panic attack ringan atau menunjukkan kekhawatiran berlebihan terhadap hal-hal yang sebelumnya dianggap biasa.

7. Keluhan fisik tanpa sebab yang jelas

Sakit kepala, sakit perut, atau keluhan fisik lainnya bisa menjadi cara tidak langsung anak untuk menghindari pergi ke sekolah. Meskipun tidak ditemukan penyebab medis, gejala ini bisa menjadi bentuk respons terhadap stres akibat mengalami bullying.

Baca juga: 7 Hal yang Paling Sering Menyebabkan Stres pada Anak

8. Perubahan dalam pola tidur atau nafsu makan

Kesulitan tidur seperti mimpi buruk, sering terbangun di malam hari, atau justru tidur berlebihan, bisa menjadi indikator stres emosional. Demikian pula dengan nafsu makan yang meningkat atau menurun secara drastis. Semuanya bisa menandakan bahwa ada hal yang sedang membuat anak tertekan.

Itulah ciri-ciri anak yang mengalami bullying di sekolah. Dengan mengenali ciri-ciri tersebut, Moms dan Dads bisa lebih awas terhadap permasalahan yang dialami anak. Jika Anda menduga anak mengalami bullying di sekolah, penting untuk membuka ruang baginya agar bisa bercerita tanpa rasa takut. Konsultasikan juga dengan guru dan pihak sekolah lainnya untuk memastikan anak mendapatkan perlindungan dan pendampingan yang tepat. (M&B/AH/WR/Foto: 8photo/Freepik)