FAMILY & LIFESTYLE

8 Penyebab Kebotakan Rambut yang Terjadi pada Pria dan Wanita



Memiliki rambut yang sehat dan tebal, tentu jadi dambaan semua orang ya, Moms. Sayangnya, ada isu rontok berlebih hingga mengalami kebotakan yang terus mengintai. Masalah kebotakan ini bisa dialami pria dan wanita tanpa memandang usia, lho!

Untuk itu, penting banget mengenali ragam penyebab kebotakan agar Moms bisa mencegahnya dengan baik. Mau tahu apa saja yang bisa menyebabkan kebotakan? M&B telah bertanya pada dr. Alfonsus Rendy. L. Nugroho, SpDV, Dokter Spesialis Kulit & Kelamin dari Siloam Hospitals TB Simatupang. Yuk, simak penjelasan dr. Rendy mengenai penyebab kebotakan pada pria dan wanita!

Baca juga: 9 Bahan Alami untuk Atasi Masalah Rambut Rontok Parah

1. Infeksi dan inflamasi

Dalam istilah medis, kebotakan disebut dengan alopecia. Salah satu penyebab alopecia adalah infeksi. “Infeksi yang bisa menyebabkan alopecia ini sebenarnya cukup banyak, bisa infeksi jamur kalau Moms dan Dads ada hewan peliharaan yang terinfeksi jamur juga,” ujar dr. Rendy.

Berbagai penyakit bisa memberikan gejala terjadinya peradangan, termasuk peradangan di area kulit kepala. “Jika ada peradangan di kulit kepala, kita kasih suplemen atau nutrisi yang terbaik pun akan tetap rontok rambutnya. Jadi, penyakit penyebab peradangannya harus diatasi terlebih dahulu agar hasilnya lebih optimal,” tambahnya.

2. Alopecia areata

Alopecia areata merupakan kondisi autoimun di mana sistem imun tubuh menyerang dan menghancurkan folikel rambut dan membuat rambut sulit tumbuh lagi. Mengutip American Academy of Dermatology Association, kondisi autoimun bisa menyebabkan penipisan rambut, rambut botak dalam suatu pola, sedikit kebotakan, atau bisa juga kebotakan permanen dan temporer. Jenis botak pada tiap pasien autoimun tidak selalu sama, karena hal ini juga bisa dipengaruhi faktor genetik.

3. Autoimun

Selain alopecia areata, berbagai penyakit autoimun juga bisa menyebabkan kebotakan atau kerontokan rambut. Contohnya adalah lupus dan gangguan tiroid Hashimoto. Menurut dr. Rendy, kondisi autoimun menyebabkan sistem imun tubuh menyerang diri kita sendiri, termasuk menyerang folikel. Folikel adalah lubang kecil di kulit kepala yang menjadi tempat tumbuhnya rambut.

4. Penyakit menular seksual

Ada juga jenis infeksi yang bisa menyebabkan kebotakan, seperti infeksi karena penyakit menular seksual seperti sifilis. Dokter Rendy menyebutkan bahwa salah satu gejala sifilis adalah terjadinya kerontokan rambut hebat dan alopecia atau kebotakan.

Sifilis disebabkan oleh bakteri Treponema pallidum. Bakteri ini bisa menyebabkan munculnya luka tidak nyeri di sekitar area infeksi. Luka sifilis lebih sering muncul di selangkangan, rektum, dan mulut, tapi tak jarang juga terjadi di area kepala. Jika tidak ditangani dengan baik, infeksi sifilis bisa berkembang menjadi sifilis sekunder yang menyebabkan kerontokan rambut dan kebotakan atau alopecia.

5.Dermatitis seboroik

Ini adalah penyakit kulit yang diduga disebabkan oleh jamur Malassezia furfur. “Jadi di rambut kita itu ada jamur baik yang disebut Malassezia furfur, yang kadang-kadang karena pengaruh hormonal, minyak di kepala kita kan jadi banyak, maka populasi jamurnya jadi sangat banyak. Inilah yang menyebabkan inflamasi atau serangan dari sistem imun di dalam tubuh kita,” jelas dr. Rendy.

6. Polusi

Faktor lingkungan sangat berpengaruh pada kesehatan rambut. “Polusi udara karena adanya radikal bebas akan menyebabkan inflamasi atau peradangan di bawah kulit, sehingga rambut mudah rontok,” kata dr. Rendy. Jika tidak ditangani dengan baik dan makin sering terpapar polusi, maka risiko kebotakan pun kian meningkat.

7. Telogen effluvium

Stres tentu bisa meningkatkan risiko kerontokan rambut yang bisa berujung pada kebotakan. Dalam istilah medis, ini disebut dengan telogen effluvium, suatu kondisi ketika stres membuat folikel rambut ada di posisi istirahat selama beberapa bulan. Ini menyebabkan rambut banyak rontok ketika disisir atau keramas.

8. Hormonal

Ketidakseimbangan hormon juga bisa menyebabkan kebotakan atau yang disebut dengan androgenetic alopecia. Mengutip Everyday Health, kelebihan androgen atau hormon seksual pria menjadi penyebab kebotakan, karena androgen berperan penting pada kebotakan, baik pada pria maupun wanita.

Pada wanita, androgen menyebabkan folikel rambut melemah dan rambut rontok berlebih. Ini kasus yang sering dialami wanita hamil, saat menggunakan pil KB, dan sesudah menopause. Sedangkan pada pria, kebotakan terjadi karena hormon androgen dihydrotestosterone (DHT) menutup folikel dan menghentikan pertumbuhan rambut.

Selain faktor hormonal di atas, kebotakan bisa terjadi karena gangguan tiroid, tingginya tekanan darah, penyakit jantung, kanker prostat, dan polycystic ovary syndrome (PCOS). Jangan sepelekan kerontokan rambut ya, Moms. Segeralah ke dokter spesialis kulit dan kelamin (SpKK) untuk mendapatkan pengobatan terbaik buat mengatasi masalah Anda. (M&B/Tiffany Warrantyasri/SW/Foto: Freepik)