BUMP TO BIRTH

Ciri-Ciri Janin Tidak Berkembang yang Mesti Anda Waspadai


Follow Mother & Beyond untuk mendapatkan informasi terkini. Klik untuk follow Instagram dan YouTube Mother & Beyond


Kehamilan merupakan momen luar biasa yang penuh dengan kebahagiaan, tapi juga penuh dengan kekhawatiran. Salah satu kondisi yang perlu diwaspadai adalah janin yang tidak berkembang. Karena itu, ibu hamil sebaiknya mengenali dan mewaspadai ciri-ciri janin tidak berkembang.

Janin tidak berkembang, yang dalam istilah medis dikenal sebagai kehamilan anembrionik atau blighted ovum, terjadi ketika sel telur yang telah dibuahi menempel di dinding rahim, tapi embrio gagal berkembang. Meskipun kantong kehamilan terbentuk, embrio tidak tumbuh sesuai seharusnya. Kondisi ini umumnya terdeteksi pada trimester pertama kehamilan.

Penting untuk diketahui bahwa janin tidak berkembang merupakan kondisi yang cukup umum dan banyak wanita bahkan tidak menyadari bahwa mereka mengalaminya. Dalam kebanyakan kasus, tubuh akan secara alami menangani kondisi ini tanpa memerlukan intervensi medis.

Ciri-ciri janin tidak berkembang

Berikut ini ciri-ciri janin tidak berkembang yang perlu bumil waspadai.

1. Hasil tes kehamilan positif yang kemudian menjadi negatif

Ketika janin berhenti berkembang, kadar hormon kehamilan (hCG) akan menurun. Ini bisa menyebabkan perubahan pada hasil tes kehamilan, dari positif menjadi negatif setelah beberapa waktu.

2. Tidak ada detak jantung janin

Salah satu tanda utama janin tidak berkembang adalah tidak adanya detak jantung yang terdeteksi saat pemeriksaan USG pada usia kehamilan tertentu. Jika pada usia sekitar 6-8 minggu dokter tidak menemukan detak jantung janin, kondisi ini perlu dievaluasi lebih lanjut.

3. Perdarahan atau bercak

Perdarahan ringan atau bercak, sering kali disertai dengan kram perut ringan, bisa menjadi tanda bahwa tubuh sedang mencoba untuk mengeluarkan jaringan kehamilan yang tidak berkembang.

4. Gejala kehamilan menghilang

Ketika kadar hormon kehamilan menurun, gejala-gejala kehamilan seperti mual, muntah, atau payudara yang terasa sensitif juga cenderung berkurang atau menghilang.

5. Kantong kehamilan kosong saat USG

Salah satu ciri pasti dari janin tidak berkembang adalah kantong kehamilan terlihat kosong saat USG, tanpa adanya embrio di dalamnya.

Baca juga: 5 Penyebab Janin Jarang Bergerak yang Perlu Moms Ketahui

Penyebab janin tidak berkembang

Ada beberapa faktor yang bisa menyebabkan janin tidak berkembang, meskipun dalam banyak kasus penyebab pastinya sulit untuk ditentukan. Berikut ini beberapa penyebab potensialnya.

1. Abnormalitas kromosom

Sebagian besar kasus janin tidak berkembang disebabkan oleh kelainan kromosom pada tahap awal perkembangan embrio. Ini adalah mekanisme alami untuk mencegah kelahiran dengan kelainan genetik serius.

2. Masalah pada sel telur atau sperma

Kualitas sel telur atau sperma yang buruk juga bisa memengaruhi perkembangan janin.

3. Gangguan hormon

Ketidakseimbangan hormon, seperti progesteron yang rendah, dapat menghambat perkembangan embrio.

4. Infeksi atau penyakit

Kondisi kesehatan seperti infeksi serius, gangguan autoimun, atau diabetes yang tidak terkontrol juga dapat meningkatkan risiko janin tidak berkembang.

Baca juga: Tanda-Tanda Janin Tidur di dalam Kandungan yang Perlu Anda Ketahui

Yang harus dilakukan jika mengalami janin tidak berkembang

Berikut ini langkah-langkah yang bisa dilakukan ketika Anda curiga bahwa Anda mengalami janin tidak berkembang.

1. Konsultasi dengan dokter

Langkah pertama adalah segera menghubungi dokter kandungan. Dokter akan melakukan pemeriksaan, seperti USG dan tes darah, untuk memantau kadar hCG. Jika kondisi janin tidak berkembang terkonfirmasi, dokter akan memberikan opsi perawatan yang tepat.

2. Pertimbangkan pilihan penanganan

Dalam beberapa kasus, tubuh akan menangani kondisi ini sendiri melalui proses keguguran alami. Namun, ada juga opsi medis seperti:

  • Dilatasi dan kuretase: Prosedur ini dilakukan untuk mengangkat jaringan kehamilan dari rahim.
  • Obat: Ada obat yang bisa membantu mempercepat proses pengeluaran jaringan.

3. Beri waktu untuk proses penyembuhan

Mengalami janin tidak berkembang bisa membuat bumil merasa sedih atau kecewa. Namun, Anda perlu memberi diri Anda waktu untuk memproses perasaan tersebut, dan jangan ragu untuk mencari dukungan dari pasangan, keluarga, atau sahabat.

4. Evaluasi dan rencana kehamilan berikutnya

Jika Anda ingin mencoba hamil lagi, konsultasikan dengan dokter tentang langkah-langkah yang perlu diambil. Tak perlu khawatir, banyak wanita yang mengalami janin tidak berkembang berhasil melanjutkan kehamilan sehat di masa mendatang.

Kapan harus menghubungi dokter

Beberapa tanda memerlukan perhatian medis segera, seperti:

  • Perdarahan berat
  • Nyeri perut yang parah
  • Demam tinggi.

Jika Anda mengalami gejala-gejala ini, segera kunjungi dokter untuk penanganan lebih lanjut.

Itulah penjelasan mengenai ciri-ciri janin tidak berkembang yang perlu diwaspadai dan cara menanganinya. Jika Anda mengalami kondisi ini, jangan menghadapinya sendiri. Anda bisa minta dukungan dari suami, keluarga, atau sahabat Anda. (M&B/AY/SW/Foto: Freepik)