Follow Mother & Beyond untuk mendapatkan informasi terkini. Klik untuk follow Instagram dan YouTube Mother & Beyond
Moms, pernahkah Anda mengalami bayi Anda menangis tanpa henti padahal sudah disusui, digendong, dan popoknya pun kering? Bila tangisannya terdengar melengking, berlangsung lama, dan terjadi hampir di waktu yang sama setiap hari, bisa jadi Si Kecil sedang mengalami kolik. Kondisi ini cukup umum dialami bayi baru lahir hingga usia 3-4 bulan.
Meski bukan gangguan kesehatan serius, kolik bisa membuat Moms merasa kewalahan karena sulit menenangkan Si Kecil. Karena itu, penting untuk mengenali tanda-tandanya sejak dini.
Tanda-tanda bayi mengalami kolik
Yuk, kenali tanda-tanda bayi mengalami kolik, agar Moms bisa memberikan penanganan yang tepat dan tetap tenang saat menghadapinya.
Baca juga: 4 Tipe Kolik pada Bayi yang Harus Moms Ketahui
1. Tangisan intens dan tak terhentikan
Menurut Journal of Paediatrics & Child Health, bayi yang mengalami kolik biasanya menangis hebat selama lebih dari 3 jam dalam sehari, lebih dari 3 hari dalam seminggu, dan terjadi selama lebih dari 3 minggu. Tangisan ini terdengar berbeda dari tangisan biasa, karena cenderung melengking dan sulit dihentikan.
2. Tangisan terjadwal (biasanya di sore atau malam hari)
Moms mungkin memperhatikan bahwa tangisan bayi terjadi pada waktu yang sama setiap hari, terutama saat sore menjelang malam. Hal ini sering disebut sebagai “evening colic” dan menjadi salah satu ciri khas kolik.
Baca juga: Bayi Sering Menangis di Sore Hari? Ini Penyebab dan Cara Menenangkannya
3. Bayi menarik kakinya ke dada
Saat menangis, bayi dengan kolik sering menarik kedua kakinya ke arah perut, tanda bahwa ia merasa tidak nyaman atau mengalami kembung. Ini bisa menjadi refleks alami tubuh bayi dalam merespons nyeri perut.
4. Perut bayi terasa keras dan kembung
American Academy of Pediatrics menyebut bahwa bayi yang kolik cenderung memiliki perut yang terasa keras saat disentuh. Ini disebabkan oleh adanya penumpukan gas atau gangguan pencernaan ringan.
5. Wajah memerah atau tegang
Moms mungkin juga melihat wajah Si Kecil menjadi merah karena menangis terus-menerus. Terkadang, otot wajah dan tubuh bayi juga terlihat tegang selama kolik berlangsung.
Baca juga: Panduan Memilih Botol Susu Anti Kolik untuk Bayi
6. Mengeluarkan gas lebih sering
Saat bayi menangis terus-menerus, ia cenderung menelan banyak udara yang bisa memicu sendawa atau buang angin lebih sering. Meski bukan penyebab utama, penumpukan gas ini dapat memperburuk rasa tidak nyaman pada bayi yang mengalami kolik.
7. Tidak mudah ditenangkan
Bayi kolik biasanya tidak mudah ditenangkan, meski sudah digendong, diberi ASI atau susu formula, serta diajak bicara. Inilah yang membedakan kolik dari tangisan biasa karena lapar atau popok basah.
Baca juga: 8 Cara Ampuh untuk Meredakan Kolik pada Bayi
Itulah beberapa tanda bayi mengalami kolik. Meskipun kolik bukan kondisi medis yang berbahaya dan umumnya akan mereda seiring bertambahnya usia bayi, Moms tetap perlu memahami gejalanya sejak dini. Dengan mengenali tanda-tanda kolik, Anda akan bisa lebih siap merespons dengan tenang, sabar, dan penuh kasih sayang, Moms. (M&B/AY/SW/Foto: Freepik)