ASK THE EXPERT

Mengenal Gangguan Pernapasan Croup pada Anak


Follow Mother & Beyond untuk mendapatkan informasi terkini. Klik untuk follow Instagram dan YouTube Mother & Beyond


Dijawab oleh dr. I. Boediman, SpA-K (Dokter Spesialis Kesehatan Anak Konsultan Pulmonologi MMC Hospital)

T: Apa yang dimaksud dengan croup?

J: Croup adalah gangguan kesehatan yang mengenai saluran napas bagian naik. Saluran napas ada dua, upper respiratory tract dan lower respiratory tract. Nah, pada croup ini kelainannya itu mengenai upper respiratory tract.

Croup merupakan penyakit pada saluran napas atas yang ditandai dengan gejala-gejala yang spesifik. Gejala-gejalanya adalah bentuk batuk yang sifatnya seperti gonggongan anjing, seperti bunyi “grok”.

Ini berbeda sekali batuk yang sifatnya seperti ini, karena tidak didahului dengan upaya menarik napas dalam. Kalau kita dengar batuk yang pada saluran napas bagian bawah, itu bentuknya kita dahului dengan penarikan napas dalam, baru kita keluarkan gejala-gejala batuknya. Keadaan demikian memang khas terjadi dengan kelainan pada saluran pernapasan.

T: Seperti apa gejala croup?

J: Gejala yang kita sering dengar pada croup adalah yang kita sebut sebagai stridor. Stridor adalah ketimpangan suara yang diakibatkan oleh gangguan pengeluaran udara atau penarikan udara yang masuk ke saluran napas kita. Hal ini diakibatkan oleh adanya proses peradangan, inflamasi, pada saluran napas bagian atas.

Inflamasi itu akan mengenai saluran lendir yang ada di sublogtik atau di laring. Nah, akibat peradangan ini, apa yang terjadi? Saluran napas menjadi membengkak. Pembengkakan mukosa ini mengakibatkan tertutupnya saluran napas. Akan lebih fatal sekali kalau tertutupnya saluran napas itu pada saat kita menarik napas. Karena itulah pada anak yang menderita croup, gejala yang utama kita dengar adalah batuk yang menggonggong disertai dengan suara yang kita sebut stridor.

T: Apa penyebab croup?

J: Penyebab croup ini adalah infeksi. Infeksi adalah adanya inflantasi dari agen ke saluran napas. Agen yang sering terkena croup penyebabnya virus, virus inflamasi namanya, peradangan yang disebabkan oleh virus. Pada croup ini, virus yang terkenal itu banyak sekali, ya. Yang paling banyak adalah virus parainfluenza. Di samping itu, masih ada banyak sekali, ya, antara lain bisa karena adenovirus, rhinovirus, respiratory syncytial virus (RSV. Jadi, terbanyak di sini adalah golongan virus. Yang lainnya pada bakteri yang bisa kita ketahui ada jenis yang kita sebut Mycoplasma pneumoniae.

T: Bagaimana diagnosis croup?

J: Diagnosisnya saya kira paling gampang, karena yang paling mudah adalah mengenai gejala-gejala dan perjalanan penyakitnya. Ya, terbanyak kita jumpai pada anak sekitar umur 6 bulan sampai sekitar 3 tahun. Itu terbanyak insidennya. Nah, gejalanya gampang sekali. Kita dengar adanya batuk menggonggong kemudian suara yang kita hasilkan stridor.

T: Bagaimana cara mengatasi croup?

J: Kita tahu penyakit croup ini karena virus. Biasanya kalau pada anak-anak yang sehat, itu artinya imun kompeten bukan imun defisiensi, artinya daya tahan tubuhnya cukup baik. Biasanya penyakit ini bersifat self limiting, artinya bisa tidak berlanjut.

Kebanyakan responsnya adalah dengan pengobatan, antara lain pemberian steroid, yang bisa kita sebut dengan pemberian dexamethasone. Biasanya tidak sampai tiga hari responsnya sudah cukup bagus.

T: Apa yang perlu diperhatikan saat seseorang mengalami croup?

J: Sebetulnya apabila kita sebut virus yang croup tadi, itu yang paling kita takutkan adanya gangguan aliran udaranya. Karena itu, lebih baik kita jangan menunggu. Walaupun itu dikatakan self limiting, kita jangan tunggu sampai berat, karena kadang-kadang gejalanya bisa mencapai agak berat juga.

Umumnya orang tua akan melihat pada anak yang Menderita croup itu gejalanya akan memburuk di malam hari. Jadi, kita jangan tunggu. Segeralah pergi ke pelayanan kesehatan, karena dengan pemberian obat yang seperti tadi saya kemukakan, itu responsnya sangat bagus. (M&B/SW/Foto: Jcomp/Freepik)