BABY

5 Cara Ampuh Menghilangkan Napas Grok-Grok pada Bayi


Follow Mother & Beyond untuk mendapatkan informasi terkini. Klik untuk follow Instagram dan YouTube Mother & Beyond


Moms, apakah Si Kecil sering mengeluarkan suara grok-grok saat bernapas, terutama saat tidur atau menyusu? Suara ini mungkin terdengar mengkhawatirkan, tapi dalam banyak kasus, bunyi tersebut umum terjadi pada bayi baru lahir karena saluran napas mereka yang masih sempit dan belum berkembang sempurna.

Napas grok-grok bisa disebabkan oleh lendir yang menumpuk di hidung atau tenggorokan, posisi tidur yang kurang ideal, hingga faktor lingkungan seperti udara kering. Meskipun biasanya bukan kondisi serius, suara napas seperti ini tetap bisa membuat bayi tidak nyaman dan mengganggu tidurnya.

Yuk, Moms, cari tahu apa saja cara ampuh menghilangkan napas grok-grok pada bayi, agar ia bisa bernapas lebih lega dan tidur lebih nyenyak.

Cara ampuh menghilangkan napas grok-grok pada bayi

1. Bersihkan lendir dengan alat penyedot khusus bayi

Salah satu penyebab utama napas grok-grok adalah lendir yang menumpuk di saluran napas bagian atas. Moms bisa menggunakan nasal aspirator atau alat penyedot lendir hidung khusus bayi, untuk membersihkan lendir tersebut secara aman.

Pilih alat yang berbahan lembut dan bersih serta pastikan penggunaannya sesuai petunjuk agar tidak melukai hidung bayi. Alat ini bisa Moms gunakan saat benar-benar dibutuhkan, misalnya sebelum tidur atau menyusu, agar pernapasan bayi lebih lega.

Baca juga: Obat Tradisional Batuk Pilek untuk Bayi 0-6 Bulan yang Aman dan Alami

2. Gunakan humidifier di kamar bayi

Udara yang terlalu kering dapat memperburuk kondisi pernapasan bayi dan membuat lendir jadi lebih kental. Untuk mengatasinya, Moms bisa menggunakan humidifier atau pelembap udara di kamar bayi guna menjaga kelembapan ruangan.

Menjaga tingkat kelembapan udara sekitar 40-60% dengan humidifier bisa membantu melonggarkan lendir dan mengurangi suara grok-grok saat bayi bernapas. Pastikan humidifier dibersihkan secara rutin agar tidak menjadi tempat berkembangnya bakteri atau jamur.

3. Tidurkan bayi dengan posisi kepala sedikit lebih tinggi

Posisi tidur bayi bisa memengaruhi saluran napasnya. Cobalah meletakkan bantal kecil atau menggulung handuk di bawah bagian atas kasur (bukan di bawah kepala langsung) agar posisi kepala bayi sedikit terangkat. Posisi tersebut membantu lendir mengalir ke bawah dan tidak menumpuk di tenggorokan. Dengan begitu, Si Kecil bisa tidur dengan nyenyak dan suara grok-grok bisa mereda.

4. Mandikan bayi dengan air hangat atau lakukan uap alami

Moms bisa memandikan bayi dengan air hangat atau mengajak bayi menghirup uap alami di kamar mandi untuk membantu mengencerkan lendir. Caranya, nyalakan shower air hangat selama beberapa menit dan duduk bersama bayi dalam ruangan tertutup sambil menghirup uapnya. Uap hangat ini akan membantu membersihkan saluran pernapasan dan membuat napas bayi terasa lebih lega.

Baca juga: 5 Ciri-Ciri Batuk yang Berbahaya pada Bayi

5. Tetap berikan ASI secara rutin

ASI bukan hanya makanan utama bayi, tapi juga sumber antibodi alami yang membantu melawan infeksi ringan seperti pilek atau hidung tersumbat. Memberikan ASI secara rutin juga membantu menjaga hidrasi tubuh bayi, sehingga lendir tidak terlalu kental. Journal of Perinatal & Neonatal Nursing menyebutkan bahwa bayi yang mendapatkan ASI eksklusif cenderung memiliki daya tahan tubuh yang lebih baik terhadap infeksi saluran napas atas. Jadi, tetap susui Si Kecil secara teratur ya, Moms!

Suara napas grok-grok pada bayi memang sering bikin cemas, tapi umumnya bukan kondisi yang berbahaya. Dengan perawatan yang tepat dan rutin, seperti menjaga kebersihan hidung, kelembapan ruangan, serta posisi tidur, Moms bisa membantu Si Kecil bernapas lebih lega dan tidur lebih nyaman.

Namun, jika suara grok-grok disertai gejala seperti sesak napas, demam tinggi, atau bayi tampak sangat rewel dan sulit menyusu, segera konsultasikan ke dokter anak. Langkah pencegahan dan penanganan dini akan sangat membantu menjaga kesehatan pernapasan bayi di masa-masa awal kehidupannya. (M&B/AY/SW/Foto: Freepik)