Follow Mother & Beyond untuk mendapatkan informasi terkini. Klik untuk follow Instagram dan YouTube Mother & Beyond
Tak hanya perubahan bentuk tubuh, saat hamil perubahan pada sistem peredaran darah juga terjadi. Salah satu kondisi yang perlu diwaspadai adalah pengentalan darah saat hamil, istilah medisnya disebut dengan thrombophilia atau hiperkoagulasi. Ini merupakan kondisi ketika darah menjadi lebih kental daripada biasanya, sehingga meningkatkan risiko pembekuan darah yang berbahaya.
Kasus pengentalan darah saat hamil sebenarnya tergolong jarang, tapi tetap merupakan kondisi yang penting untuk diwaspadai. Diperkirakan 1-2 dari 1.000 kehamilan mengalami komplikasi trombosis. Apa yang menjadi penyebab pengentalan darah saat hamil? Seperti apa gejalanya, dan bagaimana cara mengatasinya? M&B merangkum informasinya untuk Anda.
Bagaimana pengentalan darah saat hamil bisa terjadi?
Selama kehamilan, tubuh secara alami mengalami peningkatan kemampuan pembekuan darah sebagai persiapan menghadapi persalinan untuk mencegah perdarahan berlebihan. Namun, ketika peningkatan ini berlebihan, maka bisa terbentuk gumpalan darah atau trombus di dalam pembuluh darah. Kondisi ini dapat mengganggu aliran darah ke organ-organ penting, termasuk plasenta yang menyuplai nutrisi dan oksigen untuk janin.
Pengentalan darah bisa terjadi di pembuluh darah vena (trombosis vena) atau arteri (trombosis arteri). Lokasi yang paling sering terkena adalah pembuluh darah di kaki, paru-paru, atau bahkan di area sekitar plasenta.
Baca juga: Keluar Darah saat Hamil 2 Bulan Tapi Tidak Sakit, Ini Penyebab dan Cara Mengatasinya
Gejala pengentalan darah saat hamil
Gejala pengentalan darah biasa dan saat hamil memiliki beberapa perbedaan. Hal ini dikarenakan kondisi tubuh bumil yang secara alami berubah untuk mendukung kehamilan.
Pada pengentalan darah biasa, gejalanya seperti pembengkakan tungkai, rasa nyeri pada kaki, pembuluh darah vena yang menonjol, dan nyeri dada, sementara pada kehamilan, gejala yang terkait pengentalan darah cenderung lebih spesifik terhadap kondisi kehamilan itu sendiri, seperti gangguan pertumbuhan janin, preeklampsia, keguguran berulang, kelahiran prematur, dan solusio plasenta.
Baca juga: Ini Aturan Minum Tablet Tambah Darah untuk Ibu Hamil
Penyebab pengentalan darah saat hamil
Pengentalan darah saat hamil terjadi karena perubahan alami dalam tubuh yang bertujuan melindungi bumil dan janin selama kehamilan serta persalinan. Beberapa hal yang menjadi penyebab pengentalan darah saat hamil di antaranya:
1. Perubahan hormon saat hamil
Peningkatan kadar hormon estrogen dan progesteron selama kehamilan memengaruhi protein-protein pembekuan darah. Hormon-hormon ini meningkatkan produksi faktor pembekuan dan menurunkan aktivitas antikoagulan alami tubuh.
2. Faktor genetik
Beberapa wanita memiliki kelainan genetik yang memengaruhi sistem pembekuan darah, seperti defisiensi protein C, protein S, atau antitrombin, mutasi gen faktor V Leiden, mutasi gen protrombin, dan sindrom antifosfolipid.
3. Faktor risiko lainnya
Beberapa kondisi yang dapat meningkatkan risiko pengentalan darah saat hamil di antaranya:
- Riwayat keluarga dengan gangguan pembekuan darah
- Obesitas atau kelebihan berat badan
- Usia kehamilan di atas 35 tahun
- Kehamilan kembar
- Riwayat keguguran berulang
- Penyakit autoimun tertentu
- Kurang aktivitas fisik atau bed rest berkepanjangan
- Dehidrasi
- Merokok.
Cara mengatasi pengentalan darah saat hamil
Pengentalan darah saat hamil memerlukan penanganan yang hati-hati dan sesuai anjuran dokter. Biasanya, dokter akan merekomendasikan beberapa langkah penanganan sebagai berikut:
1. Penggunaan obat antikoagulan
Obat antikoagulan, seperti heparin atau low molecular weight heparin (LMWH), sering digunakan untuk mencegah risiko penggumpalan darah. Obat ini aman digunakan selama kehamilan dan membantu menjaga aliran darah tetap lancar.
2. Menjalani pola hidup sehat
Mengadopsi pola hidup sehat sangat penting. Pastikan Moms mengonsumsi makanan kaya akan nutrisi, seperti buah-buahan, sayuran, dan makanan yang mengandung asam lemak omega-3. Hindari makanan tinggi garam yang bisa menyebabkan retensi cairan dan meningkatkan risiko pembengkakan.
3. Melakukan aktivitas fisik ringan
Pastikan Anda tetap aktif bergerak dengan melakukan olahraga ringan seperti jalan kaki atau yoga untuk ibu hamil. Aktivitas ini bisa membantu melancarkan peredaran darah dan mencegah pembentukan gumpalan.
4. Pastikan tubuh terhidrasi dengan baik
Cara lainnya untuk mengatasi pengentalan darah saat hamil adalah dengan memastikan tubu terhidrasi dengan baik. Minumlah air putih yang cukup setiap hari untuk mencegah dehidrasi. Umumnya, bumil disarankan untuk minum minimal 8 gelas atau sekitar 2,3 liter air per hari.
5. Periksa kehamilan dengan rutin
Lakukan pemeriksaan kehamilan secara rutin untuk memantau kondisi kesehatan bumil dan janin. Diskusikan dengan dokter apabila ada gejala yang mencurigakan atau perubahan kondisi.
Meski merupakan kondisi yang perlu diwaspadai, Anda tak perlu panik ketika mengalami pengentalan darah saat hamil. Dengan pemantauan medis yang baik dan gaya hidup sehat, kondisi ini dapat dikelola dengan baik. (M&B/VN/Foto: Freepik)