Follow Mother & Beyond untuk mendapatkan informasi terkini. Klik untuk follow Instagram dan YouTube Mother & Beyond
Moms, pernah dengar penyakit RSV? RSV atau Respiratory Syncytial Virus merupakan virus yang mudah menular dan bisa menyebabkan infeksi saluran pernapasan serius, terutama pada bayi dan lansia.
Menurut data Lancet tahun 2022, sekitar 6,6 juta kasus RSV terjadi setiap tahun pada bayi di bawah 6 bulan di seluruh dunia, dengan 45.000 kematian akibat komplikasinya. Sementara itu, RSV menimbulkan beban penyakit yang signifikan di kalangan orang dewasa berusia 65 tahun ke atas, dengan perkiraan 336.000 rawat inap dan 14.000 kematian di rumah sakit di seluruh dunia pada 2015, seperti dilansir dari laman National Library of Medicine.
Penularan RSV terjadi saat virus ini menyebar melalui udara ketika seseorang terinfeksi batuk atau bersin. Virus ini juga dapat menyebar saat Anda menyentuh permukaan yang terkontaminasi oleh virus tersebut. Hingga kini, belum tersedia pengobatan spesifik untuk RSV, sehingga upaya pencegahan menjadi langkah paling efektif, terutama bagi kelompok rentan. Lalu, bagaimana pencegahan RSV pada bayi dan lansia? Seperti apa gejala yang harus diwaspadai? Simak penjelasannya berikut ini!
Waspada gejala RSV
Seperti yang sudah disinggung sebelumnya, RSV mudah menular dan bisa menyebabkan infeksi saluran napas bawah seperti pneumonia dan bronkiolitis, terutama pada bayi dan lansia. Karenanya sebagai orang tua, Moms perlu mewaspadai gejala penyakit ini.
Gejala RSV sering menyerupai flu biasa, seperti hidung tersumbat atau keluar cairan, demam, batuk, mengi, dan sesak napas. Namun, pada bayi berusia di bawah 6 bulan, berikut ini gejala yang ditunjukkan.
- Napas cepat, kesulitan bernapas, bunyi napas grok-grok (rhonchi)
- Nyeri telinga atau sering menggosok telinga
- Muntah, diare
- Rewel, tidur gelisah, penurunan aktivitas
- Gangguan saat menyusu atau makan.
Sementara pada orang dewasa, gejala RSV yang perlu diwaspadai antara lain:
- Sakit tenggorokan, bunyi napas grok-grok (rhonchi)
- Bunyi napas kasar/berderak
- Sakit kepala, kelelahan, gangguan tidur
- Dahak, nyeri otot, lemas, rasa tidak enak badan (malaise).
Pencegahan RSV pada bayi dan lansia
Bayi merupakan kelompok paling rentan mengalami RSV, termasuk bayi baru lahir. Hal ini dikarenakan sistem kekebalan tubuh mereka belum berkembang secara sempurna.
Dalam acara edukasi publik bertajuk “Dua Generasi, Satu Ancaman: Pentingnya Cegah RSV” yang dipersembahkan Pfizer Indonesia, Prof. Dr. dr. Dwiana Ocviyanti, Sp.OG(K), MPH, selaku Ketua Himpunan Obstetri dan Ginekologi Sosial Indonesia (HOGSI) - POGI, menekankan pentingnya upaya pencegahan yang dimulai sejak masa kehamilan.
Ia menjelaskan bahwa vaksinasi RSV selama kehamilan sejalan dengan rekomendasi Organisasi Kesehatan Dunia (WHO), yang mendorong seluruh negara untuk memperkenalkan imunisasi RSV guna mencegah penyakit berat pada bayi.
“WHO menganjurkan pemberian satu dosis vaksin RSV pada trimester ketiga kehamilan, yakni saat usia kandungan memasuki ≥ 28 minggu. Vaksin ini dapat diberikan bersamaan dengan vaksin kehamilan rutin lainnya,” jelas Prof. Dwiana.
Selain bayi, kelompok rentan lainnya adalah lanjut usia (lansia) yang mengalami penurunan daya tahan tubuh. Di acara yang sama, Dr. dr. Sukamto Koesnoe, SpPD, K-AI, FINASIM, Ketua Satgas Imunisasi Dewasa Perhimpunan Dokter Spesialis Penyakit Dalam Indonesia (PAPDI), menjelaskan bahwa lansia rentan terhadap RSV karena penurunan fungsi sistem kekebalan tubuh, terutama pada mereka yang memiliki penyakit penyerta seperti jantung, diabetes, atau gangguan paru.
“Vaksin RSV penting sebagai pelengkap perlindungan, bersama vaksin flu dan pneumonia, untuk menjaga kesehatan saluran napas pada usia lanjut. Saat ini vaksin RSV telah masuk dalam Jadwal Imunisasi Dewasa 2025,” pungkasnya.
Selain melakukan pencegahan dengan vaksin RSV, Moms juga bisa melindungi diri sendiri dan orang lain dengan cara rajin mencuci tangan, menghindari menyentuh wajah, menutup mulut dan hidung saat batuk atau bersin, menghindari kontak dekat dengan orang yang sedang sakit, tinggal di rumah saat sedang sakit, serta membersihkan dan mendisinfeksi permukaan benda. (M&B/VN/SW/Foto: Dok. M&B)