Follow Mother & Beyond untuk mendapatkan informasi terkini. Klik untuk follow Instagram dan YouTube Mother & Beyond
Setiap orang tua tentunya ingin melihat sang buah hati tumbuh sehat, aktif, dan cerdas. Namun, terkadang keinginan tersebut terkendala oleh asupan gizi yang belum sesuai. Lantas bagaimana cara mengatasi anak kurang gizi?
Memenuhi kebutuhan gizi Si Kecil bisa menjadi tantangan tersendiri bagi orang tua. Pasalnya, kekurangan gizi bisa menghambat pertumbuhan fisik sekaligus memengaruhi daya pikir dan kecerdasan anak di masa depan.
Tanda anak kurang gizi
Orang tua mungkin sudah memberikan beragam jenis makanan dan minuman guna mencukupi kebutuhan gizi anak. Namun, bukan berarti anak pasti terbebas dari risiko kurang gizi. Pasalnya, belum tentu beragam makanan yang diberikan sudah mengandung nutrisi yang dibutuhkan tubuh Si Kecil.
Karena itu, Moms perlu memperhatikan tumbuh kembang anak, apakah sudah sesuai dengan kurva pertumbuhan. Berikut ini tanda anak kurang gizi yang perlu Anda waspadai, Moms.
Baca juga: 16 Mitos dan Fakta Soal Nutrisi Anak yang Moms Perlu Tahu
1. Perubahan fisik yang terlihat
Tanda-tanda fisik sering kali menjadi indikator awal anak kurang gizi, seperti:
- Berat badan sulit naik: Berat badan anak stagnan atau bahkan menurun dari bulan ke bulan.
- Pertumbuhan terhambat: Tinggi badan anak tidak bertambah sesuai kurva pertumbuhan standar. Anak mungkin terlihat lebih pendek dibandingkan teman-teman sebayanya.
- Tubuh terlihat kurus: Lengan dan kaki anak tampak sangat kurus, tulang iganya terlihat menonjol, dan wajahnya tampak pucat atau tirus.
- Rambut dan kulit kusam: Rambut Si Kecil mungkin terlihat kering, mudah rontok, dan berubah warna jadi lebih terang. Kulitnya juga bisa tampak kering dan bersisik.
2. Perubahan perilaku dan energi
Kekurangan gizi juga memengaruhi energi dan suasana hati anak. Gejala yang mungkin muncul antara lain:
- Mudah lelah dan lesu: Anak tidak seaktif biasanya, lebih banyak diam, dan cepat lelah saat bermain.
- Sering sakit: Sistem kekebalan tubuh yang lemah membuat anak rentan terhadap infeksi, seperti batuk, pilek, atau diare yang berulang.
- Rewel dan sulit fokus: Anak jadi lebih mudah marah, rewel, dan kesulitan untuk berkonsentrasi pada permainan atau aktivitas belajar.
Baca juga: Menu Makanan Anak Usia 2 Tahun untuk Bantu Berat Badannya Bertambah Secara Sehat
Cara mengatasi anak kurang gizi
Anak yang kekurangan nutrisi berisiko mengalami keterlambatan perkembangan fisik maupun mental. Karena itu, penting bagi orang tua untuk mengenali tanda-tandanya sejak dini dan mengambil langkah tepat agar Si Kecil bisa tumbuh sehat dan cerdas.
1. Berikan pola makan bergizi seimbang
Pastikan anak mendapatkan makanan yang kaya karbohidrat, protein, lemak sehat, vitamin, dan mineral. Moms bisa membuat makanan beragam, seperti nasi, lauk pauk (ikan, telur, daging, tempe, tahu), sayur, dan buah setiap hari. Jika anak sulit makan sayur, moms bisa variasikan ke dalam berbagai menu dan resep makanan yang menarik bagi Si Kecil.
2. Perbanyak asupan protein hewani
Protein hewani sangat penting untuk memperbaiki jaringan tubuh dan mendukung perkembangan otak anak. Berikan ikan, daging ayam, telur, atau susu secara rutin sesuai usia anak.
3. Berikan ASI eksklusif dan MPASI tepat waktu
Untuk bayi di bawah 6 bulan, pemberian ASI eksklusif sangat dianjurkan. Setelah 6 bulan, berikan MPASI yang padat gizi dengan tekstur dan porsi sesuai umur anak.
4. Pantau tumbuh kembang anak secara rutin
Bawa anak ke posyandu atau fasilitas kesehatan untuk menimbang berat badan, mengukur tinggi badan, dan memantau grafik pertumbuhan. Deteksi dini bisa membantu mencegah anak mengalami kurang gizi, Moms.
5. Ajarkan anak hidup sehat
Selain nutrisi, anak perlu diajarkan kebersihan diri, seperti cuci tangan sebelum makan, agar terhindar dari infeksi yang bisa memperburuk kondisi gizi. Moms juga bisa mengajarkan dari hal sederhana, seperti rutin mencuci tangan sebelum makan, memilih camilan sehat dibandingkan jajanan instan, hingga membiasakan minum air putih lebih banyak daripada minuman manis.
6. Konsultasikan dengan dokter
Jika anak menunjukkan tanda kurang gizi yang cukup serius, segera bawa ke dokter spesialis anak atau ahli gizi untuk mendapatkan penanganan medis dan rekomendasi pola makan khusus.
Baca juga: Malnutrisi Bisa Berdampak pada Kesehatan dan Tumbuh Kembang Anak
Mengatasi masalah kurang gizi pada anak memang membutuhkan perhatian ekstra, tetapi bukan hal yang mustahil. Jangan ragu juga untuk mencari bantuan medis atau ahli gizi bila kondisi gizi anak dirasa mengkhawatirkan, agar tumbuh kembangnya tetap terjaga dengan baik. (M&B/YE/WR/Foto: Freepik)