BUMP TO BIRTH

5 Ciri-Ciri Ibu Hamil Kekurangan Protein yang Harus Diwaspadai


Follow Mother & Beyond untuk mendapatkan informasi terkini. Klik untuk follow Instagram dan YouTube Mother & Beyond


Kehamilan adalah momen berharga yang membuat Moms perlu lebih memperhatikan asupan gizi sehari-hari. Salah satu nutrisi penting yang sering terabaikan adalah protein. Ada beberapa ciri yang menjadi tanda ibu hamil kekurangan protein.

Moms perlu tahu, protein memiliki peran besar dalam mendukung perkembangan otak dan organ janin, menjaga kekuatan otot, hingga membantu stamina Anda tetap prima selama hamil. Sayangnya, banyak bumil yang tanpa sadar mengalami kekurangan protein, dan hal ini bisa berdampak pada kesehatan Anda sekaligus tumbuh kembang janin dalam kandungan.

Apa bahaya kekurangan protein pada ibu hamil?

Bahaya kekurangan protein pada ibu hamil sangat serius, mulai dari berat badan bayi lahir rendah (BBLR), terhambatnya tumbuh kembang janin dan otak, hingga penurunan daya tahan tubuh bumil yang membuatnya rentan penyakit.

Selain itu, bumil yang kekurangan protein juga bisa mengalami kelemahan otot, penyembuhan luka yang lambat karena tubuh sulit memproduksi kolagen, dan kesulitan tidur karena keseimbangan hormon terganggu.

Ciri-ciri ibu hamil kekurangan protein

1. Mudah lelah dan lemas

Kekurangan protein membuat energi tubuh menurun karena protein berperan dalam memperbaiki jaringan dan membantu metabolisme. Akibatnya, Moms bisa lebih cepat merasa lelah.

2. Kaki, tangan, atau wajah mudah bengkak

Protein berfungsi menjaga keseimbangan cairan tubuh. Jika asupan protein kurang, cairan bisa menumpuk di jaringan sehingga menyebabkan pembengkakan di bagian tubuh, seperti kaki, tangan, atau bahkan wajah. Pada ibu hamil, kondisi ini sering disalahartikan sebagai bengkak biasa, padahal ini bisa menjadi tanda kekurangan protein.

3. Berat badan janin sulit naik

Kurangnya protein bisa mengganggu pertumbuhan janin, karena nutrisi ini penting untuk pembentukan sel, otot, dan organ. Hal ini bisa terlihat dari pemeriksaan kehamilan rutin, di mana berat badan janin tidak bertambah sesuai usia kandungan. Dalam jangka panjang, janin berisiko lahir dengan berat badan rendah.

4. Rambut dan kuku rapuh

Protein merupakan komponen utama dalam pertumbuhan rambut dan kuku. Kekurangan protein membuat pertumbuhan rambut tidak optimal sehingga mudah rontok, kering, dan kusam. Sementara kuku bisa tampak tipis, mudah patah, atau tumbuh lebih lambat dari biasanya.

5. Daya tahan tubuh menurun

Protein juga berperan penting dalam membentuk antibodi. Jika asupan rendah, bumil akan lebih rentan terkena penyakit karena sistem imun menurun. Kondisi ini tidak hanya memengaruhi kesehatan Anda, tetapi juga dapat berdampak pada kesehatan janin dalam kandungan.

Berapa jumlah konsumsi protein ibu hamil?

Jumlah konsumsi protein harian ibu hamil bervariasi, tetapi umumnya berkisar antara 70 -100 gram per hari, bergantung pada berat badan, aktivitas, dan tahap kehamilan. Kebutuhan ini lebih tinggi daripada wanita dewasa yang tidak hamil, sekitar 60 gram. Namun, untuk mendapatkan angka yang pasti, bumil disarankan berkonsultasi dengan dokter atau ahli gizi terlebih dahulu, ya.

Cara menjaga asupan protein selama hamil

Bumil mungkin masih bingung bagaimana mencukupi kebutuhan protein tanpa berlebihan atau malah kekurangan. Agar lebih mudah, berikut ini beberapa cara praktis yang bisa Anda lakukan untuk memastikan asupan protein tetap terjaga di masa kehamilan.

1. Pilih sumber protein yang beragam

Moms bisa mengombinasikan protein hewani (ayam, ikan, telur, daging tanpa lemak, susu) dengan protein nabati (tahu, tempe, kacang-kacangan, edamame, quinoa). Kombinasi ini penting agar kebutuhan asam amino esensial tercukupi.

2. Konsumsi protein setiap kali makan

Usahakan setiap kali makan (pagi, siang, malam) selalu ada menu berprotein, misalnya sarapan dengan telur rebus, makan siang dengan ayam atau tempe, dan makan malam dengan ikan serta sayuran.

Baca juga: Bosan Makan Daging? Ini Deretan Sumber Protein Nabati yang Bisa Jadi Alternatif

3. Perhatikan porsi sesuai kebutuhan

Ibu hamil membutuhkan tambahan sekitar 25 gram protein per hari dibandingkan sebelum hamil. Rata-rata total kebutuhan protein adalah 75-100 gram per hari, tergantung usia kehamilan, berat badan, dan kondisi kesehatan Anda.

4. Pilih camilan sehat berprotein

Saat lapar di antara jam makan, Moms bisa memilih camilan kaya protein, seperti kacang rebus, edamame, yoghurt, atau smoothie dengan tambahan kacang-kacangan. Selain praktis, camilan ini membantu mencegah kekurangan gizi.

5. Konsultasi dengan tenaga kesehatan

Setiap bumil punya kebutuhan yang berbeda. Konsultasikan dengan dokter kandungan bila Anda perlu tambahan suplemen protein, terutama jika Anda memiliki kondisi khusus seperti kehamilan kembar atau memiliki berat badan rendah.

Baca juga: Protein Urine Positif pada Ibu Hamil, Ini Tanda-Tanda dan Penyebabnya

Nah, itulah ciri-ciri ibu hamil kekurangan protein. Dengan mengetahui ciri-ciri tersebut dan solusi untuk menjaga asupan protein di masa kehamilan, Moms dapat menghindari masalah kekurangan protein dan mendukung tumbuh kembang janin dengan optimal. (MB/YE/SW/Foto: Freepik)