Follow Mother & Beyond untuk mendapatkan informasi terkini. Klik untuk follow Instagram dan YouTube Mother & Beyond
Sebagai ibu baru, tentu Moms memiliki perhatian yang besar dalam merawat bayi, tak terkecuali memperhatikan kesehatan tali pusar Si Kecil, karena pada dasarnya menjaga kebersihan area ini sangatlah penting, bila tidak, pusar bayi bisa mengalami infeksi.
Infeksi pusar pada bayi atau disebut dengan omphalitis memang terdengar menakutkan. Namun, kondisi ini dapat dicegah dan diatasi dengan penanganan yang tepat, Moms. Untuk mewaspadai terjadi pada Si Kecil, yuk, kita pahami bersama penyebab, gejala, dan cara mengatasi pusar bayi yang terinfeksi berikut.
Apa itu infeksi pusar pada bayi?
Infeksi pusar pada bayi adalah peradangan yang terjadi pada area tali pusar dan kulit di sekitarnya. Kondisi ini biasanya disebabkan oleh bakteri.
Setelah bayi lahir, tali pusar yang menghubungkannya dengan plasenta akan dipotong, menyisakan sedikit sisa yang menempel di perut bayi. Sisa tali pusar ini akan mengering dan lepas dengan sendirinya dalam waktu 1-3 minggu. Selama periode ini, area tersebut sangat rentan terhadap kuman dan bakteri. Jika kebersihannya tidak terjaga, bakteri bisa masuk dan menyebabkan infeksi.
Meskipun sebagian besar kasus infeksi pusar pada bayi bersifat ringan, kondisi ini tidak boleh dianggap remeh, Moms, karena berpotensi menyebar dan menyebabkan komplikasi yang lebih serius.
Penyebab pusar bayi infeksi
1. Kebersihan yang kurang terjaga: Area pusar bayi yang tidak dijaga kebersihannya dengan baik bisa menjadi tempat berkembang biaknya bakteri dan kuman.
2. Pemotongan tali pusat yang tidak steril: Pemakaian alat yang tidak steril saat memotong tali pusat bisa menyebabkan infeksi pada area pusar.
3. Lama waktu penyembuhan tali pusat: Pada beberapa bayi, tali pusat membutuhkan waktu lebih lama untuk sembuh, yang membuatnya rentan terhadap infeksi.
4. Paparan lingkungan yang tidak higienis: Lingkungan yang kotor atau sering terpapar debu dan kuman dapat meningkatkan risiko infeksi.
5. Penggunaan produk yang tidak aman: Pemakaian bedak, minyak, atau produk lain yang tidak sesuai untuk bayi di sekitar area pusar bisa menyebabkan iritasi dan infeksi.
6. Menarik atau memainkan tali pusat:Tindakan ini dapat melukai jaringan di sekitar pusar dan memicu infeksi.
7. Kondisi kesehatan bayi yang lemah:Sistem imun bayi yang belum sepenuhnya berkembang dapat membuat tubuh sulit melawan bakteri yang masuk ke area pusar.
Baca juga: Cara Membersihkan Tali Pusat dan Pusar Bayi yang Benar
Apa saja tanda-tanda pusar bayi mengalami infeksi?
Mengenali tanda pusar bayi infeksi sangat penting untuk menjaga kesehatan dan kenyamanan Si Kecil, karena infeksi pada pusar yang tidak ditangani dengan cepat bisa menyebar dan menyebabkan komplikasi serius. Berikut ini tanda-tanda yang perlu Anda waspadai, Moms.
1. Kemerahan berlebihan di sekitar pusar: Jika area di sekitar pusar bayi terlihat merah dan meluas, ini bisa menjadi tanda infeksi.
2. Pembengkakan di sekitar pusar:Adanya pembengkakan di area pusar bayi menandakan tubuh Si Kecil sedang berusaha melawan infeksi.
3. Keluar cairan berbau tidak sedap:Apabila dari pusar bayi keluar cairan berwarna kekuningan atau kehijauan dengan bau tidak sedap, ini adalah salah satu gejala infeksi.
4. Demam:Demam pada bayi, terutama jika disertai gejala lain di area pusar, bisa menjadi tanda tubuh bayi sedang bereaksi terhadap infeksi.
5. Bayi rewel atau gelisah:Infeksi bisa menyebabkan rasa tidak nyaman atau nyeri, sehingga bayi mungkin akan lebih rewel daripada biasanya.
6. Pendarahan yang berlebihan:Sedikit darah pada pusar bayi mungkin normal, tetapi jika terjadi pendarahan yang berlebihan, ini perlu segera diperhatikan.
7. Kulit di sekitar pusar terasa panas:Jika kulit di sekitar pusar terasa lebih hangat daripada area lain, ini bisa menjadi tanda peradangan akibat infeksi.
Baca juga: Yang Perlu Moms Ketahui Jika Pusar Bayi Menonjol
Cara mengatasi pusar bayi infeksi
Penanganan pusar bayi yang mengalami infeksi memerlukan pendekatan yang tepat dan hati-hati. Berikut ini langkah-langkah yang bisa dilakukan untuk mengatasi kondisi tersebut, Moms.
1. Jaga kebersihan area pusar
Langkah utama mengatasi pusar bayi infeksi adalah dengan menjaga kebersihan area pusar dengan baik. Bersihkan tangan Anda dengan sabun sebelum merawat bayi. Gunakan air hangat dan sabun lembut untuk membersihkan area sekitar pusar dengan lembut, kemudian keringkan dengan handuk bersih.
2. Biarkan area pusar terbuka
Untuk mendapatkan sirkulasi udara yang baik, biarkan area pusar terbuka. Hindari menutup pusar dengan perban atau plester kecuali atas anjuran dokter. Pastikan popok tidak menutupi area pusar dan ganti popok secara teratur untuk menjaga kebersihan.
3. Berikan antiseptik
Aplikasikan antiseptik ringan seperti alkohol 70% atau povidone iodine sesuai anjuran dokter. Gunakan cotton swab steril untuk mengaplikasikannya dengan lembut pada area yang terinfeksi.
Itulah penjelasan mengenai pusar bayi infeksi. Bila penanganan yang dilakukan di rumah tidak berhasil, segera konsultasikan dengan dokter. Dokter mungkin akan meresepkan antibiotik topikal atau oral tergantung pada tingkat keparahan infeksi bayi. (MB/AY/VN/Foto: Huynh Van/Pexels)