Follow Mother & Beyond untuk mendapatkan informasi terkini. Klik untuk follow Instagram dan YouTube Mother & Beyond
Moms, saat bayi mengalami perubahan pada kulit, terutama muncul bintik atau ruam, wajar jika rasa khawatir langsung muncul. Salah satu kondisi yang cukup sering dialami adalah tampek atau dikenal juga dengan campak. Mengenali ciri-ciri tampek sejak awal sangat penting agar Moms bisa segera memberikan perawatan yang tepat dan mencegah komplikasi serius.
Tampek disebabkan oleh infeksi virus dan dapat menyerang anak-anak, termasuk bayi yang daya tahan tubuhnya masih berkembang. Penyakit ini tidak hanya menimbulkan ruam merah di kulit, tetapi juga sering disertai dengan gejala lain yang bisa membuat Si Kecil rewel. Nah, supaya lebih jelas, simak penjelasan lengkap mengenai tampek pada bayi berkut ini!
Apa beda tampek dengan campak?
Tidak ada perbedaan antara tampek dan campak, Moms, karena keduanya adalah nama lain untuk penyakit yang sama, yaitu infeksi virus menular yang serius yang dapat menyebabkan ruam merah, demam, batuk, pilek, dan mata merah. Tampek adalah istilah lain untuk penyakit campak, dan penyakit ini dapat dicegah dengan vaksinasi.
Baca juga: Jangan Keliru, Ini Perbedaan Campak dan Rubella yang Moms Perlu Tahu
Cara penularan tampek pada bayi
1. Melalui udara (droplet)
Virus tampek sangat mudah menyebar melalui percikan air liur yang keluar saat penderita tampek batuk, bersin, atau berbicara. Bayi dapat tertular dengan menghirup udara yang mengandung virus ini.
2. Kontak langsung dengan penderita
Bayi bisa tertular jika melakukan kontak langsung dengan penderita yang terinfeksi virus tampek.
3. Kontaminasi permukaan benda
Virus tampek juga bisa menyebar melalui benda-benda yang telah terkontaminasi oleh penderita, seperti mainan atau permukaan yang sering disentuh. Jika bayi kemudian menyentuh permukaan benda tersebut lalu menyentuh mata, hidung, atau mulutnya, ia pun bisa tertular.
Ciri-ciri tampek pada bayi
1. Demam tinggi
Salah satu tanda awal tampek atau campak pada bayi adalah demam yang cukup tinggi, biasanya mencapai lebih dari 38-40 derajat Celsius. Demam ini muncul beberapa hari sebelum ruam terlihat. Demam pada tampek bisa berlangsung 4-7 hari dan sering disertai dengan rasa lelah serta nafsu makan yang menurun.
Baca juga: 7 Daun yang Bisa Menurunkan Demam pada Anak
2. Batuk, pilek, dan mata merah
Moms mungkin mengira gejala awal tampek mirip flu biasa, karena bayi akan mengalami batuk kering, pilek, hingga mata merah (konjungtivitis). Kondisi ini sering membuat Si Kecil lebih rewel karena saluran pernapasannya terganggu. Faktanya, gejala tersebut adalah fase prodromal, yang biasanya muncul 2-4 hari sebelum ruam keluar.
3. Bercak koplik di mulut
Bercak koplik adalah tanda khas tampek yang muncul berupa bintik putih kecil di dalam pipi bagian dalam. Gejala ini sering kali muncul sebelum ruam kulit menyebar. Meski sulit terlihat, bercak ini menjadi salah satu ciri penting untuk membedakan tampek dari penyakit kulit lainnya.
4. Ruam merah menyebar di kulit
Ruam atau bintik merah khas tampek biasanya mulai muncul di wajah, lalu menyebar ke leher, tubuh, hingga kaki. Ruam ini cenderung menyatu dan bisa membuat kulit terlihat kemerahan secara merata. Pada umumnya, ruam tampek bisa berlangsung 5-7 hari sebelum akhirnya memudar.
5. Kondisi bayi tampak lemah dan rewel
Selain gejala fisik, Moms juga bisa memperhatikan kondisi emosional Si Kecil. Bayi dengan tampek biasanya tampak lemah, mudah rewel, tidak nafsu makan, dan lebih banyak tidur. Hal ini terjadi karena tubuh sedang berusaha untuk melawan infeksi virus.
Cara merawat bayi dengan tampek
Berikut ini langkah-langkah yang bisa Moms lakukan untuk merawat bayi dengan tampek
1. Istirahat cukup. Pastikan bayi cukup beristirahat agar sistem imun bisa bekerja optimal melawan virus.
2. Berikan cairan yang cukup. ASI atau susu formula tetap diberikan sesuai kebutuhan agar bayi tidak dehidrasi.
3. Turunkan demam dengan aman. Jika demam tinggi, konsultasikan pada dokter mengenai penggunaan obat penurun panas seperti parasetamol sesuai dosis bayi.
4. Jaga kebersihan dan sirkulasi udara. Ruangan sebaiknya tetap bersih dan memiliki sirkulasi udara baik, agar bayi lebih nyaman.
5. Konsultasi medis jika muncul gejala yang mengkhawatirkan. Jika bayi mengalami sesak napas, kejang, atau ruam semakin parah, segera bawa ke dokter. Komplikasi campak seperti pneumonia dapat berisiko pada bayi dengan daya tahan tubuh rendah.
Itulah 5 ciri-ciri tampek pada bayi yang wajib Moms ketahui. Mulai dari demam tinggi, batuk pilek, bercak Koplik, ruam merah menyebar, hingga kondisi lemah dan rewel. Dengan mengenali gejala lebih cepat, Anda bisa segera melakukan perawatan yang tepat dan mencegah risiko komplikasi.
Ingat, jangan ragu untuk segera membawa Si Kecil ke dokter jika gejala makin berat. Penanganan medis sangat penting, terutama karena sistem imun bayi belum sekuat orang dewasa. (MB/AY/SW/Foto: Freepik)