Follow Mother & Beyond untuk mendapatkan informasi terkini. Klik untuk follow Instagram dan YouTube Mother & Beyond
Saat hamil, setiap pilihan makanan yang akan dikonsumsi tentu sudah melalui pertimbangan demi menjaga kesehatan janin. Meskipun tidak semua makanan langsung menyebabkan keguguran, beberapa jenis makanan tertentu perlu dihindari atau dikonsumsi dengan sangat hati-hati selama masa kehamilan karena bisa menyebabkan keguguran.
Nah, sebagai langkah antisipasi, berikut ini beberapa makanan yang bisa menyebabkan keguguran yang perlu Anda waspadai, Moms.
Kandungan bisa keguguran karena apa?
Keguguran bisa terjadi karena berbagai faktor, dan makanan hanyalah salah satu dari sekian banyak penyebabnya. Kebanyakan keguguran pada trimester pertama disebabkan oleh kelainan kromosom janin yang tidak dapat dicegah. Namun, beberapa faktor eksternal juga dapat meningkatkan risiko keguguran, di antaranya:
1. Gaya hidup tidak sehat
Konsumsi alkohol, merokok, dan penggunaan obat-obatan terlarang bisa memengaruhi perkembangan janin dan meningkatkan risiko komplikasi kehamilan, termasuk keguguran.
2. Kekurangan nutrisi
Pola makan yang tidak mencukupi kebutuhan gizi ibu hamil, seperti kekurangan asam folat, zat besi, atau vitamin tertentu, bisa memengaruhi kesehatan janin.
3. Infeksi
Infeksi tertentu seperti rubella, toksoplasmosis, atau infeksi saluran kemih yang tidak ditangani dapat meningkatkan risiko keguguran.
4. Paparan bahan kimia berbahaya
Paparan terhadap bahan kimia seperti pestisida, logam berat, dan bahan-bahan beracun lainnya dapat membahayakan kesehatan bumil dan janin.
5. Stres berkepanjangan
Tingkat stres yang tinggi dan berlangsung lama bisa menyebabkan gangguan hormonal yang berdampak pada kehamilan.
Baca juga: Ketahui 5 Gejala Keguguran yang Sering Diabaikan, Hati-Hati Moms!
Bagaimana dengan makanan, benarkah bisa menyebabkan keguguran?
Hubungan antara makanan dan keguguran memang kompleks. Tidak semua makanan yang sering disebut "berbahaya" secara otomatis akan menyebabkan keguguran. Yang terjadi adalah makanan-makanan tertentu dapat meningkatkan risiko komplikasi kehamilan, termasuk keguguran.
Faktor utama yang perlu diperhatikan adalah jenis dan jumlah makanan yang dikonsumsi. Misalnya, makanan yang mengandung bakteri seperti Listeria dapat ditemukan pada daging mentah, produk susu yang tidak dipasteurisasi, atau makanan laut mentah. Bakteri ini dapat meningkatkan risiko infeksi yang berpotensi berbahaya bagi kehamilan. Selain itu, konsumsi kafein yang berlebihan dikaitkan dengan peningkatan kemungkinan keguguran, meskipun dalam jumlah moderat biasanya masih aman.
Karenanya, penting untuk selalu berkonsultasi dengan tenaga medis atau ahli gizi untuk mendapatkan panduan yang tepat mengenai pola makan selama kehamilan, karena setiap kehamilan memiliki kebutuhan dan risiko yang berbeda-beda, Moms.
Makanan yang menyebabkan keguguran
Beberapa makanan dapat meningkatkan risiko keguguran karena kandungannya yang bisa memengaruhi kondisi tubuh ibu hamil secara negatif. Berikut di antaranya:
1. Nanas muda
Nanas muda mengandung enzim bromelain yang dapat melunakkan leher rahim dan memicu kontraksi dini. Meskipun nanas matang umumnya aman dikonsumsi dalam jumlah wajar, nanas muda sebaiknya dihindari, terutama pada trimester pertama.
2. Pepaya mentah
Pepaya mentah atau setengah matang mengandung lateks yang bisa menyebabkan kontraksi rahim. Enzim papain dalam pepaya mentah juga dapat memicu perdarahan dan membahayakan janin. Sementara, pepaya matang dengan daging buah yang sudah lunak umumnya lebih aman.
3. Daging dan seafood mentah
Sushi, sashimi, steak setengah matang, atau daging olahan yang tidak dimasak dengan sempurna berisiko mengandung bakteri Listeria, Salmonella, atau parasit Toxoplasma. Infeksi dari mikroorganisme ini dapat menyebabkan komplikasi serius pada kehamilan.
4. Telur mentah atau setengah matang
Makanan yang menyebabkan keguguran selanjutnya adalah telur mentah atau setengah matang. Telur mentah dalam makanan seperti mayones buatan sendiri, tiramisu, atau telur setengah matang berisiko mengandung Salmonella. Infeksi Salmonella bisa menyebabkan demam tinggi, muntah, dan dehidrasi yang berbahaya bagi janin.
5. Keju lunak yang tidak dipasteurisasi
Keju seperti feta, brie, camembert, atau keju biru yang tidak dipasteurisasi dapat mengandung Listeria. Bakteri ini sangat berbahaya buat bumil dan bisa menyebabkan keguguran atau kelahiran prematur.
6. Makanan laut tinggi merkuri
Ikan predator besar seperti hiu, king mackerel, atau tilefish mengandung kadar merkuri tinggi. Merkuri dapat merusak sistem saraf janin yang sedang berkembang. Batasi konsumsi tuna dan pilih ikan rendah merkuri seperti salmon atau sarden, Moms.
Baca juga: 10 Makanan yang Mengandung Merkuri, Berbahaya bagi Kesehatan
7. Kecambah mentah
Kecambah mentah, termasuk tauge, rentan terkontaminasi bakteri karena kondisi pertumbuhannya yang lembab. Bakteri E. coli dan Salmonella dapat hidup dalam kecambah dan menyebabkan infeksi serius.
8. Jamu dan herbal tertentu
Beberapa jamu tradisional mengandung tanaman yang dapat memicu kontraksi rahim. Temulawak, kunyit asam, atau ramuan tradisional lainnya sebaiknya dikonsumsi setelah berkonsultasi dengan dokter.
9. Alkohol
Meskipun bukan makanan, alkohol dalam bentuk apa pun sangat berbahaya buat janin. Alkohol bisa menyebabkan fetal alcohol syndrome dan meningkatkan risiko keguguran serta kelainan perkembangan.
10. Kafein berlebihan
Kopi, teh, cokelat, dan minuman energi mengandung kafein. Konsumsi kafein lebih dari 200 mg per hari (setara 2 cangkir kopi) dapat meningkatkan risiko keguguran dan mengganggu pertumbuhan janin.
Itulah beberapa jenis makanan yang menyebabkan keguguran yang perlu dihindari. Tak perlu khawatir, karena masih banyak pilihan makanan bergizi dan lezat lain yang bisa dipilih dan aman untuk bumil. Yang terpenting Anda harus memahami risiko, membuat pilihan yang bijak, dan selalu berkonsultasi dengan tenaga kesehatan, Moms. (MB/AY/VN/Foto: Senivpetro/Freepik)