Follow Mother & Beyond untuk mendapatkan informasi terkini. Klik untuk follow Instagram dan YouTube Mother & Beyond
Moms, pernahkah Anda memperhatikan jerawat muncul setelah mengonsumsi makanan tertentu? Jika ya, Anda tidak sendirian. Banyak orang mengalami hubungan antara pola makan dan kondisi kulit mereka, tetapi masih bingung makanan mana yang sebenarnya bisa bikin jerawatan.
Memahami kaitan antara makanan dan jerawat sangat penting. Tidak hanya untuk diri sendiri, tetapi juga untuk membantu anak-anak dan keluarga menjaga kesehatan kulit mereka. Jerawat bukan hanya masalah remaja. Orang dewasa pun bisa mengalaminya karena faktor makanan.
Mengapa makanan bisa menyebabkan jerawat?
Makanan tertentu dapat memengaruhi kadar hormon dalam tubuh, terutama insulin dan hormon androgen. Ketika kadar insulin naik drastis setelah mengonsumsi makanan dengan indeks glikemik tinggi, tubuh memproduksi lebih banyak sebum atau minyak alami kulit. Sebum berlebih ini kemudian dapat menyumbat pori-pori dan menciptakan lingkungan yang ideal bagi bakteri penyebab jerawat.
Hormon androgen, yang juga dapat meningkat karena faktor makanan, merangsang kelenjar sebaceous untuk memproduksi lebih banyak minyak. Inilah sebabnya remaja yang sedang mengalami perubahan hormonal sering kali lebih rentan terhadap jerawat, terutama jika pola makan mereka tidak terkontrol.
Beberapa makanan juga bisa memicu respons peradangan dalam tubuh. Peradangan ini tidak hanya terjadi di sistem pencernaan, tetapi juga memengaruhi kulit. Makanan yang menyebabkan peradangan sering kali mengandung gula tinggi, lemak trans, atau bahan-bahan yang dapat memicu alergi atau intoleransi makanan.
Baca juga: Ada Jerawat di Punggung? Ketahui Penyebab dan Cara Mengatasinya
Makanan yang bikin jerawatan
1. Makanan dengan indeks glikemik tinggi
Makanan yang cepat meningkatkan kadar gula darah adalah penyebab utama jerawat terkait makanan. Kelompok makanan ini meliputi:
Karbohidrat olahan: Nasi putih, roti putih, mi, dan pasta dari tepung terigu bisa menyebabkan lonjakan insulin yang memicu produksi sebum berlebih. Mengonsumsinya secara berlebihan atau tanpa diimbangi serat dapat memperburuk kondisi jerawat.
Makanan dan minuman manis: Gula ini tidak hanya merusak kesehatan secara umum, tetapi juga dapat memperparah peradangan pada kulit. Jadi, sebaiknya dikonsumsi dalam porsi terbatas.
Produk makanan instan: Mi instan, makanan beku siap saji, dan makanan olahan lainnya sering kali mengandung gula tersembunyi dan bahan pengawet yang dapat memicu jerawat.
2. Produk susu dan olahannya
Penelitian menunjukkan bahwa produk susu, terutama susu skim, dapat meningkatkan risiko jerawat. Hal ini disebabkan oleh:
Hormon alami dalam susu: Susu sapi mengandung hormon alami yang dapat mempengaruhi keseimbangan hormon manusia, terutama pada orang yang sensitif.
Protein whey: Protein whey yang terdapat dalam susu dan suplemen protein dapat meningkatkan kadar insulin dan faktor pertumbuhan yang berkaitan dengan pembentukan jerawat.
Es krim dan keju: Produk olahan susu seperti es krim dan keju sering kali mengandung gula tambahan dan lemak jenuh yang dapat memperburuk peradangan kulit.
3. Makanan tinggi lemak jenuh
Lemak jenuh tidak hanya berbahaya untuk kesehatan jantung, tetapi juga dapat memicu jerawat melalui mekanisme peradangan.
Makanan cepat saji: Burger, kentang goreng, dan ayam goreng mengandung lemak jenuh dan trans yang tinggi, yang dapat menciptakan senyawa berbahaya bagi kulit.
Daging berlemak: Daging dengan lemak tinggi, terutama yang diproses seperti sosis dan bacon, dapat memicu peradangan.
Gorengan: Gorengan yang menggunakan minyak berulang atau minyak berkualitas rendah dapat menghasilkan senyawa yang memicu peradangan dan jerawat.
4. Cokelat dan kafein
Cokelat susu: Cokelat susu mengandung kombinasi gula, susu, dan kafein yang dapat memicu jerawat dari berbagai sisi.
Kopi dengan gula dan susu: Kopi dengan tambahan gula dan susu bisa menjadi pemicu jerawat. Minuman kopi kekinian yang manis dan creamy perlu dikonsumsi dengan hati-hati.
5. Kacang-kacangan tertentu
Beberapa jenis kacang, terutama kacang tanah dan kacang mete, mengandung omega-6 dalam jumlah tinggi. Ketidakseimbangan antara omega-3 dan omega-6 dapat memicu peradangan yang memperburuk jerawat.
Tips mengatasi jerawat karena makanan
1. Ubah pola makan secara bertahap
Mulailah dengan langkah-langkah kecil yang dapat dilakukan konsisten, seperti:
Kurangi gula bertahap: Alih-alih menghilangkan semua makanan manis sekaligus, mulailah dengan mengurangi porsi atau frekuensi konsumsi gula Anda.
Pilih karbohidrat kompleks: Ganti nasi putih dengan nasi merah atau roti putih dengan roti gandum. Karbohidrat kompleks tidak menyebabkan lonjakan gula darah yang drastis dan lebih mengenyangkan.
Konsumsi lebih banyak serat: Serat membantu memperlambat penyerapan gula dan menjaga keseimbangan hormon.
2. Terapkan diet antiradang
Konsumsi ikan berlemak seperti salmon, makarel, dan sarden minimal dua kali seminggu. Omega-3 membantu mengurangi peradangan dan mendukung kesehatan kulit dari dalam. Selain itu, konsumsi buah berry, sayuran hijau gelap, dan buah-buahan berwarna cerah yang mengandung antioksidan dan akan melindungi kulit dari kerusakan dan peradangan.Gunakan juga rempah-rempah seperti kunyit, jahe, dan bawang putih yang punya sifat antiradang alami dalam masakan sehari-hari untuk mendukung kesehatan kulit.
3. Menjaga hidrasi dan detoksifikasi
Minum 8-10 gelas air putih setiap hari untuk membantu mengeluarkan toksin dari tubuh dan menjaga kelembapan kulit.Konsumsi juga teh hijau yang mengandung antioksidan dan bermanfaat untuk kulit. Teh chamomile dan peppermint juga bisa membantu mengurangi stres dan peradangan.
Baca juga: Lemak di Perut Hilang, Ini Manfaat Lain Minum Air Hangat
4. Konsultasi dengan ahli
Jika jerawat tidak membaik dengan perubahan pola makan, konsultasikan dengan dokter kulit. Mereka dapat memberikan treatment yang tepat dan membantu mengidentifikasi faktor lain yang memengaruhi kondisi kulit.
Itulah penjelasan mengenai makanan yang bikin jerawatan dan cara mengatasinya. Ingatlah bahwa setiap orang punya respons yang berbeda terhadap makanan tertentu. Yang terpenting adalah menemukan keseimbangan yang tepat untuk tubuh serta gaya hidup Anda dan keluarga, Moms. (MB/AY/SW/Foto: Freepik)