BUMP TO BIRTH

Manfaat Belut untuk Ibu Hamil dan Aturan Makannya


Follow Mother & Beyond untuk mendapatkan informasi terkini. Klik untuk follow Instagram dan YouTube Mother & Beyond


Di banyak daerah di Indonesia, belut merupakan hidangan favorit yang bisa diolah menjadi berbagai masakan lezat. Tak heran jika banyak orang yang menggemari belut sebagai menu makanan, termasuk ibu hamil. Faktanya, ada sejumlah manfaat belut untuk ibu hamil jika Anda mengonsumsinya, Moms.

Dari protein tinggi hingga zat besi dan omega-3, belut bisa menjadi sumber gizi alami untuk membantu menjaga kesehatan bumil dan mendukung tumbuh kembang janin di dalam kandungan. Yuk, kenali lebih jauh kandungan gizi belut dan berbagai manfaatnya untuk kehamilan yang sehat!

Bolehkah ibu hamil makan belut?

Ibu hamil boleh mengonsumsi belut selama beberapa syarat penting terpenuhi, tetapi tidak boleh sembarangan. Belut mengandung banyak nutrisi yang dibutuhkan selama kehamilan seperti protein tinggi, vitamin A dan D, zat besi, serta omega-3. Penelitian menunjukkan bahwa konsumsi olahan belut pada ibu hamil dengan anemia dapat meningkatkan kadar hemoglobin.

Namun, Sejumlah panduan menyebut belut sebagai jenis makanan yang harus dibatasi karena potensi tinggi merkuri dalam beberapa kondisi. Selain itu, belut yang tidak dimasak dengan matang bisa mengandung bakteri atau parasit yang berbahaya, apalagi untuk bumil yang imunitasnya lebih rentan.

Baca juga: Kaya Kandungan Nutrisi, Ini Manfaat Belut untuk Kesehatan

Aturan aman makan belut untuk ibu hamil

Berikut ini beberapa aturan aman yang perlu diperhatikan bumil jika ingin mengonsumsi belut, agar tetap mendapatkan manfaatnya dan meminimalkan risiko.

1. Pastikan belut dibersihkan dengan baik

Belut hidup di lingkungan berbasis air rawa atau sawah yang bisa mengandung lumpur/kotoran. Sebelum dimasak bersihkan belut, buang usus/kotorannya, dan cuci hingga bersih.

2. Masak hingga matang sempurna

Belut yang setengah matang atau mentah bisa mengandung bakteri atau parasit yang berbahaya untuk bumil dan janin. Karena itu, pastikan belut dimasak hingga benar-benar matang.

3. Perhatikan frekuensi dan porsi konsumsi

Walaupun belut memiliki banyak nutrisi, bukan berarti bisa dikonsumsi secara berlebihan. Salah satu sumber menyebut bahwa bumil boleh makan belut 1-2 kali per minggu, dengan porsi sekitar 100-150 gram per sajian.

4. Pilih belut dan bahan tambahan yang aman

Pilihlah belut dari sumber yang bersih/tepercaya dan pastikan penyajiannya higienis. Hindari pengolahan dengan tambahan yang kurang sehat (misalnya terlalu banyak garam, penyedap, atau pengawet).

5. Cek kondisi kehamilan dan konsultasi jika perlu

Jika bumil memiliki kondisi khusus, seperti gangguan ginjal, tekanan darah tinggi, alergi makanan laut, atau sedang mengonsumsi obat tertentu, sebaiknya konsultasikan dengan dokter atau ahli gizi sebelum rutin mengonsumsi belut.

Baca juga: Ini Aturan buat Ibu Hamil yang Ingin Makan Daging Kambing

Manfaat belut untuk ibu hamil

Kandungan gizinya yang kaya mulai dari protein, zat besi, hingga omega-3, menjadikan belut sebagai sumber nutrisi alami yang bisa mendukung tumbuh kembang janin dan menjaga kesehatan bumil. Berikut ini beberapa manfaat belut untuk ibu hamil.

1. Sumber protein tinggi untuk pembentukan sel dan jaringan janin

Belut mengandung protein hewani tinggi yang membantu pembentukan jaringan tubuh dan organ janin serta menjaga daya tahan tubuh selama kehamilan. Protein ini juga penting untuk mendukung pertumbuhan otot dan jaringan bumil, mempercepat pemulihan setelah melahirkan, dan memastikan produksi ASI yang berkualitas setelah melahirkan.

2. Meningkatkan kadar zat besi untuk mencegah anemia

Kandungan zat besi dalam belut membantu produksi sel darah merah dan mencegah anemia, kondisi yang sering dialami bumil akibat peningkatan volume darah.

3. Kaya omega-3 untuk mendukung perkembangan otak janin

Omega-3 dalam belut berperan penting dalam pembentukan sistem saraf dan otak janin, sekaligus membantu menjaga kesehatan jantung bumil. Asupan omega-3 yang cukup juga dapat meningkatkan fungsi kognitif janin sejak dalam kandungan serta membantu menurunkan risiko kelahiran prematur.

4. Mengandung vitamin A dan D untuk kesehatan mata dan tulang

Vitamin A membantu menjaga kesehatan mata bumil dan janin, sedangkan vitamin D mendukung pembentukan tulang dan gigi janin. Kedua vitamin ini juga berperan penting dalam menjaga sistem kekebalan tubuh bumil agar tetap kuat di masa kehamilan, sekaligus membantu penyerapan kalsium yang dibutuhkan untuk pertumbuhan janin secara optimal.

5. Meningkatkan energi dan stamina selama kehamilan

Kandungan fosfor dan lemak sehat pada belut membantu menjaga energi tubuh, sehingga bumil tidak mudah lelah meski aktivitas meningkat.

Itulah manfaat belut untuk ibu hamil. Belut memang memiliki banyak manfaat untuk bumil berkat kandungan gizinya yang kaya, mulai dari protein, zat besi, omega-3, hingga vitamin penting untuk mendukung tumbuh kembang janin. Namun, seperti halnya makanan laut lainnya, konsumsi belut tetap perlu dilakukan dengan bijak. Pastikan belut diolah hingga matang sempurna, dikonsumsi dalam porsi wajar, dan berasal dari sumber yang bersih.

Bumil juga sebaiknya berkonsultasi terlebih dahulu dengan dokter spesialis kandungan atau ahli gizi sebelum mengonsumsi belut, sehingga manfaatnya bisa diperoleh secara optimal tanpa menimbulkan risiko bagi kesehatan bumil dan janin. (MB/YE/SW/ Foto: Sajian Sedap)