Follow Mother & Beyond untuk mendapatkan informasi terkini. Klik untuk follow Instagram dan YouTube Mother & Beyond
Di tengah besarnya jumlah penduduk usia produktif di Indonesia, literasi finansial sejak dini menjadi makin penting, Moms. Anak-anak kita tumbuh di era serba digital, tetapi belum memiliki identitas penuh seperti KTP. Mereka hanya memiliki KIA. Sementara itu, aktivitas mereka di dunia digital, termasuk transaksi, makin meningkat. Wajar kalau Moms merasa khawatir soal keamanan data hingga bagaimana anak menggunakan uangnya.
Menjawab tantangan tersebut, DANA meluncurkan inovasi baru, yaitu DANA Premium mini (Premini). Bukan sekadar dompet digital, melainkan sebuah fitur yang memungkinkan remaja usia 13-17 tahun memiliki akun DANA Premium berbasis verifikasi KIA dengan persetujuan orang tua.
Selain itu, fitur ini menjadi ruang belajar yang lebih aman dan terkontrol bagi anak-anak untuk mengenal cara mengelola uang. Verifikasi yang terhubung dengan Dukcapil, penggunaan KIA, hingga sistem pengawasan yang transparan membantu Moms merasa lebih tenang saat anak mulai belajar mandiri dalam bertransaksi dan mengelola uang.
Vince Iswara, CEO & Co-Founder DANA Indonesia, menegaskan komitmen ini “Melalui DANA Premium Mini (Premini), remaja dapat belajar mengelola keuangan digital secara aman. Dengan ini, kami mengajak masyarakat menyiapkan generasi muda Indonesia agar tumbuh sebagai generasi yang bijak dan cerdas finansial di era digital ini,” ungkapnya.
Inovasi DANA Premini untuk dukung literasi keuangan anak
Peluncuran DANA Premini menjadi bagian dari upaya memperluas akses keuangan digital yang aman, inklusif, dan edukatif, khususnya bagi remaja usia 13 hingga di bawah 17 tahun.
Inovasi ini berangkat dari temuan Survei Nasional Literasi dan Inklusi Keuangan (SNLIK) 2025, yang menunjukan bahwa kelompok usia 15-17 tahun memiliki indeks inklusi 74% lebih rendah dibandingkan indeks Nasional 80,51%. Ini menunjukkan perlunya akses keuangan digital yang sesuai dengan identitas dan kebutuhan usia remaja.
Karena anak belum memiliki KTP, verifikasi DANA Premini memanfaatkan KIA, persetujuan digital orang tua, dan pencocokan data keluarga melalui integrasi dengan Dukcapil. Mekanisme ini memastikan keamanan verifikasi identitas dan kepatuhan pada regulasi nasional.
Hal ini juga ditegaskan oleh Dr. Handayani Ningrum, S.E., M.Si., Direktur Integrasi Data Kependudukan Nasional, Dukcapil Kemendagri. “Verifikasi dapat dilakukan dengan pencocokan akun anak dengan orang tua atau kepala keluarga dalam satu Kartu Keluarga, sehingga anak dapat mulai mengakses layanan keuangan digital secara aman di bawah pengawasan orang tua,” ujarnya.
Fitur ramah anak yang aman dan terpantau orang tua
DANA Premini memiliki fungsi yang mendukung pembelajaran literasi finansial anak, mulai dari top up, pembayaran QRIS, hingga transfer antar pengguna, Namun, semuanya sudah disesuaikan dengan kebutuhan dan keamanan pengguna usia 13-17 tahun dengan batas saldo maksimal Rp2.000.000.
Proses aktivasi dilakukan melalui persetujuan digital orang tua yang akan menerima notifikasi langsung di aplikasi DANA. Orang tua juga dapat memantau aktivitas transaksi anak, termasuk mengatur fitur “Kirim Uang” untuk membantu mengarahkan pola pengeluaran serta proses belajar anak dalam mengelola keuangan.
Aktris dan presenter, Mona Ratuliu, juga memberikan pandangannya sebagai orang tua terhadap inovasi baru DANA Premini. “Saya percaya DANA Premium Mini bisa menjadi mitra orang tua dalam mendidik anak remaja mereka agar lebih bijak dalam bertransaksi digital, agar kelak makin mandiri akan finansialnya sendiri,” jelasnya. (MB/RA/SW/Foto: Dok. DANA)