Follow Mother & Beyond untuk mendapatkan informasi terkini. Klik untuk follow Instagram dan YouTube Mother & Beyond
Di masa kehamilan, merasakan gerakan janin adalah momen yang sangat membahagiakan. Gerakan ini bukan hanya tanda kehidupan, tetapi juga cara Si Kecil berkomunikasi. Namun, ada kalanya gerakan janin terasa berkurang atau bahkan tidak terasa sama sekali dalam sehari. Kondisi ini tentu bisa menimbulkan kekhawatiran, apa sih, penyebab janin tidak bergerak seharian?
Jangan panik dulu, Moms. Ada banyak alasan mengapa janin bisa menjadi kurang aktif dan tidak bergerak. Nah, berikut ini penjelasan mengenai berbagai penyebab janin tidak bergerak, cara merangsang gerakannya, dan tanda-tanda yang perlu diwaspadai.
Berapa lama bayi bisa bertahan tanpa bergerak di dalam perut?
Setiap kehamilan itu unik, begitu pula dengan pola gerakan janin. Umumnya, Moms akan mulai merasakan gerakan pertama atau quickening antara minggu ke-16 hingga ke-25 kehamilan. Awalnya, gerakan ini mungkin terasa seperti getaran lembut atau kedutan. Seiring bertambahnya usia kehamilan, gerakan akan menjadi lebih kuat dan teratur.
Pada trimester ketiga, biasanya setelah minggu ke-28, dokter sering kali menyarankan bumil untuk mulai menghitung gerakan janin setiap hari. Janin yang sehat umumnya bergerak setidaknya 10 kali dalam periode dua jam.
Namun, janin juga memiliki siklus tidur dan bangun, sama seperti kita. Ia bisa tidur selama 20-40 menit, dan terkadang bisa sampai 90 menit. Selama periode tidur ini, tentu saja ia tidak akan bergerak. Jadi, jika janin tidak bergerak selama satu atau dua jam, ini masih terbilang normal. Kekhawatiran baru muncul jika janin tidak bergerak sama sekali selama lebih dari dua jam, bahkan setelah dirangsang.
Baca juga: Hamil 5 Bulan Tapi Belum Merasakan Gerakan Janin, Normalkah?
Penyebab janin kurang aktif bisa bermacam-macam, di antaranya:
Siklus tidur janin: Seperti yang sudah disebutkan, janin juga butuh tidur. Jika ia sedang terlelap, tentu gerakannya tidak akan terasa.
Posisi janin: Terkadang, janin bergerak dengan punggung menghadap ke perut bumil. Gerakan tendangan atau pukulan kecilnya mungkin mengarah ke dalam sehingga tidak terlalu terasa.
Aktivitas bumil: Saat Moms aktif bergerak, gerakan lembut janin mungkin tidak terasa. Sebaliknya, saat Moms beristirahat, gerakan Si Kecil justru akan lebih terasa.
Setelah berhubungan intim: Gerakan ritmis saat berhubungan intim bisa membuat janin terbuai dan tertidur pulas.
Kekurangan nutrisi: Jika bumil belum makan atau kadar gula darah sedang rendah, janin mungkin kekurangan energi untuk bergerak aktif.
Ukuran janin makin besar: Menjelang waktu persalinan, ruang di dalam rahim menjadi lebih sempit. Gerakan janin mungkin berubah dari tendangan kuat menjadi gerakan menggeliat yang lebih pelan.
Bagaimana cara merangsang janin agar bergerak aktif?
Jika Moms khawatir karena gerakan Si Kecil berkurang, ada beberapa cara sederhana yang bisa dicoba untuk merangsangnya. Metode ini aman dan sering kali efektif untuk “membangunkan” janin yang sedang tertidur.
1. Makan camilan manis atau minum air dingin
Sedikit lonjakan gula darah bisa memberikan energi ekstra bagi janin untuk bergerak. Cobalah makan sepotong buah, biskuit, atau minum segelas jus buah. Minum air dingin juga bisa memberikan sensasi kejut yang membuatnya bergerak.
2. Berbaring miring ke kiri
Posisi ini dapat meningkatkan sirkulasi darah ke plasenta, memberikan lebih banyak oksigen dan nutrisi untuk janin. Aliran darah yang lebih baik sering kali membuatnya lebih aktif. Berbaringlah dengan tenang selama beberapa waktu dan fokus pada gerakan di dalam perut.
3. Ajak janin berbicara atau mendengarkan musik
Janin sudah bisa mendengar suara dari luar sejak trimester kedua. Cobalah ajak Si Kecil berbicara dengan lembut, menyanyikan lagu, atau memutarkan musik di dekat perut. Suara Ayah yang bernada rendah juga sering kali efektif merangsang respons janin.
4. Guncangkan perut dengan lembut
Cobalah untuk menepuk atau menggoyangkan perut Anda dengan sangat lembut. Stimulasi fisik ringan ini kadang cukup untuk membuat janin sedikit bergerak atau mengubah posisinya.
5. Arahkan senter ke perut
Di trimester ketiga, janin sudah bisa merespons cahaya. Cobalah arahkan cahaya senter ke perut Moms di ruangan yang gelap. Perubahan cahaya ini mungkin akan menarik perhatiannya dan membuatnya bergerak menjauh atau mendekati sumber cahaya.
Jika setelah mencoba cara-cara di atas janin masih tidak bergerak setidaknya 10 kali dalam dua jam, segeralah hubungi dokter atau bidan untuk pemeriksaan lebih lanjut.
Baca juga: Bumil Puasa, Adakah Pengaruhnya pada Pergerakan Janin?
Apa ciri-ciri janin stres dalam kandungan?
Meskipun berkurangnya gerakan tidak selalu berarti ada masalah, penting bagi bumil untuk mengenali tanda-tanda janin stres atau fetal distress. Kondisi ini memerlukan perhatian medis segera. Salah satu tanda utama janin stres adalah perubahan drastis pada pola gerakannya. Ini bisa berupa:
Gerakan berkurang drastis: Jika janin yang biasanya sangat aktif tiba-tiba menjadi sangat diam dan tidak merespons rangsangan.
Gerakan sangat panik dan berlebihan: Gerakan yang tiba-tiba menjadi sangat kuat, cepat, dan tidak beraturan, lalu diikuti dengan periode diam yang panjang. Ini bisa menjadi tanda janin sedang berjuang karena kekurangan oksigen.
Penyebab janin stres bisa beragam, mulai dari masalah plasenta, lilitan tali pusat, hingga infeksi pada bumil. Dokter dapat melakukan pemeriksaan lebih lanjut seperti Non-Stress Test (NST) atau USG Doppler untuk memantau detak jantung dan aliran darah janin, serta memastikan kondisinya baik-baik saja.
Kapan harus menghubungi dokter?
Memantau gerakan janin adalah cara bumil untuk terhubung dengan Si Kecil sekaligus memastikan kesehatannya. Jangan pernah ragu untuk mencari bantuan medis jika Anda merasa ada yang tidak beres. Segera hubungi dokter atau pergi ke unit gawat darurat jika:
- Bumil belum merasakan 10 gerakan dalam dua jam, bahkan setelah mencoba berbagai cara stimulasi.
- Gerakan janin berhenti total, terutama jika sebelumnya sangat aktif.
- Bumil mengalami pendarahan, kram perut hebat, atau demam yang disertai dengan berkurangnya gerakan janin.
Itulah penjelasan mengenai penyebab janin tidak bergerak seharian. Percayalah pada insting Anda. Lebih baik memeriksakan diri dan mendapatkan kepastian bahwa semuanya baik-baik saja daripada menunggu dalam cemas. Tenaga medis akan selalu siap membantu dan memastikan kesehatan Anda dan Si Kecil, Moms. (MB/AY/SW/Foto: Krakenimages.com/Freepik)