BUMP TO BIRTH

Kontraksi 5 Menit Sekali Pembukaan Berapa? Ini Penjelasannya


Follow Mother & Beyond untuk mendapatkan informasi terkini. Klik untuk follow Instagram dan YouTube Mother & Beyond


Menjelang persalinan, salah satu hal yang paling bikin was-was adalah ritme kontraksi. Banyak yang bertanya-tanya, kalau kontraksi 5 menit sekali artinya pembukaan berapa? Wajar kalau Moms mencari patokan, apalagi jika ini adalah kehamilan pertama Anda.

Secara medis, frekuensi kontraksi memang menjadi salah satu tanda penting bahwa tubuh sedang masuk fase persalinan. Beberapa panduan seperti rumah sakit umumnya memakai aturan 5-1-1, kontraksi setiap 5 menit, berlangsung 1 menit, dan pola ini bertahan minimal 1 jam sebagai tanda bahwa Moms kemungkinan sudah masuk fase persalinan aktif dan waktunya ke fasilitas kesehatan.

Namun, penting dipahami juga bahwa frekuensi kontraksi tidak otomatis menunjukkan pembukaan pasti berapa sentimeter. Hanya pemeriksaan dalam oleh dokter atau bidan yang bisa menilai pembukaan rahim secara akurat.

Yuk, kita bahas lebih lanjut mengenai jenis kontraksi, cara menghitung kontraksi, makna kontraksi 5 menit sekali, perubahan tubuh saat kontraksi, hingga persiapan setelah kelahiran, Moms!

Jenis-jenis kontraksi rahim

Bumil perlu kenalan dulu dengan beberapa jenis kontraksi berikut ini.

1. Kontraksi Braxton Hicks (kontraksi palsu)

Biasanya kontraksi ini terjadi tidak teratur, tidak makin sering, dan bisa hilang jika bumil istirahat atau mengubah posisi. Kontraksi ini disebut sebagai latihan rahim sebelum persalinan sebenarnya dimulai.

2. Kontraksi persalinan awal (early labor)

Kontraksi ini umumnya lebih teratur, pelan-pelan makin sering, dan terasa seperti nyeri haid yang menguat. Jaraknya bisa masih 10-15 menit, lalu berangsur menjadi 5-10 menit.

3. Kontraksi persalinan aktif (active labor)

Pada fase ini, kontraksi biasanya datang setiap 2-5 menit, berlangsung sekitar 60-90 detik, dan makin kuat. Ini disebut-sebut sebagai momen penting jelang persalinan, karena umumnya pembukaan sudah terjadi beberapa sentimeter dan berlangsung lebih cepat.

Jadi, kontraksi 5 menit sekali sering kali berkaitan dengan fase persalinan aktif. Namun, jika tanpa pemeriksaan medis, hal ini tidak bisa Anda jadikan patokan.

Baca juga: 7 Cara yang Sebaiknya Anda Lakukan saat Kontraksi Menghampiri

Cara tepat untuk menghitung kontraksi

Agar tidak bingung, bumil bisa menggunakan cara standar yang juga disarankan berbagai panduan internasional, yakni:

1. Hitung jarak antar kontraksi. Hitung dari awal kontraksi pertama sampai awal kontraksi berikutnya. Jika rata-rata sekitar 5 menit dan polanya konsisten, berarti kontraksi 5 menit sekali.

2. Perhatikan durasi tiap kontraksi. Berapa lama satu kontraksi berlangsung? Kontraksi persalinan biasanya bertahan 30-70 detik dan makin lama seiring proses persalinan.

3. Amati kekuatan dan pola. Kontraksi asli persalinan makin kuat, makin sering, dan tidak hilang meski bumil istirahat atau ganti posisi. Kalau pola kontraksi 5 menit sekali sudah berlangsung sekitar 1 jam atau lebih, sebaiknya Anda segera menuju fasilitas kesehatan dan lakukan pemeriksaan medis.

Baca juga: Cara Menghitung Kontraksi agar Tidak Panik saat Tanda Melahirkan Muncul

Kontraksi 5 menit sekali pembukaan berapa?

Secara umum, fase persalinan aktif biasanya dimulai saat pembukaan sekitar 5-6 cm dan di fase ini kontraksi biasanya teratur setiap 2-5 menit.

Banyak rumah sakit menggunakan aturan 5-1-1 (kontraksi 5 menit sekali, 1 menit lamanya, selama 1 jam) sebagai tanda bahwa bumil kemungkinan sudah berada di fase aktif dan perlu diperiksa lebih lanjut.Artinya, kontraksi 5 menit sekali sering kali mengarah ke pembukaan sekitar 4-6 cm, tetapi tidak ada angka pasti soal ini.

Ingatlah bahwa setiap tubuh seseorang berbeda-beda. Ada yang kontraksinya sudah 5 menit sekali tapi baru pembukaan 2-3 cm. Namun, ada juga yang sudah mendekati pembukaan lengkap (8-10 cm) dengan kontraksi yang makin rapat.

Perubahan tubuh saat kontraksi

Saat kontraksi makin teratur, tubuh bumil juga mengalami beberapa perubahan lain, misalnya:

  • Nyeri punggung bawah dan perut bagian bawah yang makin kuat
  • Keluar lendir bercampur darah (bloody show), tanda leher rahim mulai membuka
  • Rasa tertekan di panggul dan anus, terutama menjelang pembukaan lengkap
  • Sulit bicara atau berjalan saat puncak kontraksi akibat rasa nyeri.

Perubahan-perubahan ini, ditambah kontraksi 5 menit sekali, menguatkan kemungkinan Moms sedang memasuki fase persalinan aktif.

Persiapan setelah kelahiran

Di tengah fokus memantau kontraksi 5 menit sekali dan menebak pembukaan berapa, jangan lupa juga untuk memikirkan masa setelah bayi lahir.

1. Siapkan rencana IMD (Inisiasi Menyusu Dini) jika kondisi Anda dan bayi memungkinkan.

2. Diskusikan dengan tenaga kesehatan tentang rawat gabung, jadwal menyusui, dan tanda bahaya pada bayi baru lahir.

3. Anda juga perlu mempersiapkan dukungan emosional dan logistik, misalnya dukungan keluarga, cuti kerja, hingga pembagian tugas di rumah, agar masa nifas lebih nyaman.

Singkatnya, kontraksi 5 menit sekali biasanya menandakan Moms sedang mendekati atau sudah masuk fase persalinan aktif, tetapi pembukaan tidak bisa dipastikan hanya dari jarak kontraksi. Namun, jika Anda sudah merasakan pola kontraksi 5-1-1 atau ada gejala lain yang mengkhawatirkan, jangan ragu untuk segera ke fasilitas kesehatan ya, Moms. (MB/AY/SW/Foto: DC Studio/Freepik)