Follow Mother & Beyond untuk mendapatkan informasi terkini. Klik untuk follow Instagram dan YouTube Mother & Beyond
Moms, memastikan Si Kecil mendapatkan asupan nutrisi yang cukup setiap hari tentu menjadi prioritas. Salah satu sumber gizi penting yang sering menjadi andalan keluarga adalah susu, yang dikenal mengandung protein, kalsium, dan vitamin penting untuk mendukung pertumbuhan tulang, gigi, serta daya tahan tubuh anak.
Kesadaran akan pentingnya susu berkualitas inilah yang mendorong Nestlé Indonesia untuk secara konsisten mendampingi peternak sapi perah rakyat di Jawa Timur selama puluhan tahun, demi memastikan susu segar yang sampai ke tangan keluarga Indonesia dihasilkan dengan standar yang baik dan berkelanjutan.
Pendampingan peternak untuk menghadirkan susu berkualitas untuk keluarga
Bagi para orang tua, segelas susu bukan sekadar pelengkap menu harian, melainkan bagian penting dari pemenuhan nutrisi anak. Kesadaran akan pentingnya susu yang aman dan bernutrisi inilah yang selama 50 tahun mendorong Nestlé Indonesia konsisten mendampingi peternak sapi perah di Jawa Timur.
Sejak dimulai pada 1975, kemitraan ini kini melibatkan lebih dari 13.000 peternak sapi perah dari 28 koperasi, dengan fokus memastikan susu segar dihasilkan melalui praktik yang baik, higienis, dan berkelanjutan agar layak dikonsumsi anak-anak Indonesia.
Presiden Direktur PT Nestlé Indonesia, Georgios Badaro, menegaskan bahwa kualitas produk selalu berangkat dari kualitas proses dan komunitas di baliknya. “Di Nestlé, kami selalu meyakini bahwa untuk dapat bertumbuh dan berkembang, komunitas yang kami layani dan tempat kami beroperasi juga harus turut berkembang. Selama 50 tahun terakhir, kami membangun kemitraan yang kuat dengan peternak sapi perah rakyat, koperasi, serta pemerintah,” ujarnya.
Komitmen ini juga mendapat apresiasi dari pemerintah. Direktur Kesehatan Masyarakat Veteriner Kementerian Pertanian RI, Dr. drh. I Ketut Wirata, menilai kemitraan jangka panjang tersebut berperan penting dalam menjaga kualitas susu segar dalam negeri yang dikonsumsi keluarga Indonesia. “Kemitraan jangka panjang antara PT Nestlé Indonesia dan peternak sapi perah rakyat selama lima dekade merupakan contoh kolaborasi strategis yang mampu menjawab tantangan ketersediaan susu segar dalam negeri, mutu dan keamanan pangan asal hewan, serta keberlanjutan usaha peternakan rakyat,” ujarnya.
Untuk menjaga agar nutrisi susu sapi tetap optimal, Nestlé Indonesia juga mendorong pemanfaatan teknologi melalui digitalisasi pos penampungan susu dan penggunaan fasilitas pendinginan. Langkah ini penting untuk memastikan susu tetap segar sejak dari peternak, sehingga kualitas dan keamanannya tetap terjaga sebelum diolah dan dikonsumsi oleh anak-anak.
Direktur Industri Minuman Kementerian Perindustrian RI, Merijanti Punguan Pintaria, menegaskan bahwa teknologi berperan besar dalam menjaga mutu bahan baku pangan. “Peningkatan teknologi melalui digitalisasi pos penampungan susu dan peralatan pendingin membantu menjaga kualitas bahan baku susu segar bagi industri, sekaligus memperkuat rantai pasok dalam negeri,” jelasnya.
Tidak hanya soal kualitas saat ini, Nestlé Indonesia juga memikirkan masa depan anak-anak melalui penerapan praktik pertanian regeneratif yang lebih ramah lingkungan. Sustainable Agri Advisor PT Nestlé Indonesia, Syahrudi, menjelaskan bahwa upaya ini dilakukan agar sumber pangan tetap lestari. “Upaya kami tidak hanya berhenti pada dukungan kepada peternak, tetapi juga mencakup pendekatan pertanian regeneratif yang memulihkan ekosistem, seperti pemanfaatan biogas, pengelolaan limbah ternak, dan penanaman pohon,” ungkapnya.
Melalui strategi Good for You dan Good for Planet, Nestlé Indonesia percaya bahwa anak-anak berhak mendapatkan susu bernutrisi tinggi yang berasal dari proses yang aman, bertanggung jawab, dan berkelanjutan. Selama puluhan tahun, komitmen ini terus diwujudkan melalui pendampingan peternak lokal dan pembelian susu segar sebagai bagian dari upaya menjaga kualitas gizi anak Indonesia. (MB/RA/SW/Foto: Dok. Nestlé Indonesia)