BUMP TO BIRTH

Cara Mengatasi Kontraksi Palsu saat Hamil 8 Bulan


Follow Mother & Beyond untuk mendapatkan informasi terkini. Klik untuk follow Instagram dan YouTube Mother & Beyond


Memasuki usia kehamilan 8 bulan, banyak bumil mulai lebih peka terhadap setiap perubahan yang terjadi pada tubuh, termasuk saat perut tiba-tiba terasa kencang seperti kontraksi. Tak jarang, kondisi ini memicu rasa cemas karena khawatir tanda persalinan sudah makin dekat. Padahal, sensasi tersebut bisa jadi merupakan kontraksi palsu yang umum terjadi di trimester akhir kehamilan.

Meski tergolong normal, kontraksi palsu tetap bisa membuat Moms merasa tidak nyaman dan bingung harus bersikap seperti apa. Karena itu, penting bagi Anda untuk memahami cara mengatasi kontraksi palsu saat hamil 8 bulan agar tubuh tetap rileks dan kehamilan berjalan lebih tenang.Yuk, Moms, simak informasi selengkapnya berikut ini!

Apa yang harus dilakukan saat kontraksi palsu datang?

Saat kontraksi palsu (Braxton Hicks) datang, Moms tidak perlu panik. Kondisi ini umumnya tidak berbahaya dan bisa diredakan dengan langkah sederhana berikut:

1. Ubah posisi tubuh

Jika kontraksi muncul saat Moms sedang duduk atau berbaring, cobalah berdiri dan berjalan perlahan. Sebaliknya, bila kontraksi terasa saat berdiri lama, segera duduk atau berbaring miring ke kiri. Perubahan posisi sering kali membantu meredakan kontraksi palsu.

2. Perbanyak minum air putih

Kurangnya cairan dalam tubuh dapat memicu kontraksi palsu menjadi lebih sering. Pastikan Anda minum air putih secara cukup dan merata sepanjang hari. Dengan tubuh yang terhidrasi, otot rahim bisa menjadi lebih rileks. Cara sederhana ini sering kali efektif untuk mengurangi rasa tidak nyaman di perut.

3. Lakukan pernapasan dalam dan relaksasi

Teknik pernapasan dalam membantu menenangkan tubuh dan pikiran saat kontraksi palsu datang. Tarik napas perlahan melalui hidung, tahan sejenak, lalu embuskan secara perlahan lewat mulut. Ulangi beberapa kali hingga tubuh terasa lebih rileks. Relaksasi yang baik dapat membantu mengurangi ketegangan pada rahim.

4. Istirahat cukup

Kelelahan dapat membuat kontraksi palsu terasa lebih sering dan lebih mengganggu. Jika Moms merasa lelah, sebaiknya segera beristirahat dan kurangi aktivitas berat. Berbaring di tempat yang nyaman bisa membantu tubuh untuk memulihkan tenaga. Dengan istirahat yang cukup, kontraksi palsu biasanya akan berkurang.

5. Mandi atau kompres air hangat

Air hangat dapat membantu mengendurkan otot dan memberikan rasa nyaman pada tubuh. Moms bisa mandi air hangat atau mengompres area perut dengan suhu hangat. Cara ini membantu meredakan perut yang terasa kencang akibat kontraksi palsu. Selain itu, sensasi hangat akan membantu Anda merasa lebih tenang.

Baca juga: Hamil 8 Bulan Apa yang Dirasakan? Ini Jawabannya, Moms

Penyebab kontraksi palsu

Kontraksi palsu adalah kondisi normal yang sering muncul menjelang trimester akhir kehamilan. Meski tidak menandakan persalinan, kontraksi ini bisa dipicu oleh beberapa hal berikut:

1. Perubahan dan persiapan rahim

Seiring bertambahnya usia kehamilan, rahim mulai “berlatih” menjelang persalinan. Kontraksi palsu muncul sebagai respons alami tubuh untuk mempersiapkan otot rahim. Biasanya kontraksi terasa tidak teratur dan akan mereda dengan sendirinya.

2. Kelelahan dan aktivitas berlebihan

Terlalu banyak bergerak, berdiri lama, atau kelelahan dapat memicu kontraksi palsu. Saat tubuh Moms lelah, otot rahim bisa menegang dan menimbulkan rasa kencang di perut. Kondisi ini umumnya membaik setelah Anda beristirahat.

3. Pergerakan janin yang aktif

Gerakan janin yang kuat atau sering bisa merangsang kontraksi palsu. Moms mungkin merasakan perut tiba-tiba mengeras setelah janin bergerak aktif. Sensasi ini biasanya tidak berlangsung lama dan akan hilang dengan sendirinya.

4. Kandung kemih penuh atau setelah berhubungan intim

Kandung kemih yang penuh dapat menekan rahim dan memicu kontraksi palsu. Selain itu, kontraksi bisa muncul setelah berhubungan intim akibat stimulasi pada rahim. Meski terasa mengganggu, kondisi ini umumnya masih aman selama tidak disertai keluhan lain.

Baca juga: Perut Mengeras saat Hamil 8 Bulan, Ini Penyebab dan Cara Mengatasinya

Ciri-ciri kontraksi palsu

Berikut in ciri-ciri kontraksi palsu (Braxton Hicks) yang penting untuk Moms kenali agar tidak tertukar dengan kontraksi asli.

1. Kontraksi tidak teratur

Kontraksi palsu biasanya muncul tanpa pola yang jelas. Jarak antarkontraksi bisa berubah-ubah dan tidak makin rapat seiring waktu. Kadang muncul beberapa kali, lalu menghilang begitu saja. Kondisi ini berbeda dengan kontraksi asli yang teratur dan makin sering.

2. Intensitas tidak makin kuat

Rasa kencang pada perut akibat kontraksi palsu cenderung ringan hingga sedang. Intensitasnya tidak bertambah kuat meski sudah berlangsung beberapa waktu. Bahkan, rasa tidak nyaman bisa berkurang dengan sendirinya. Hal ini menandakan kontraksi tersebut bukan tanda persalinan

3. Mereda saat mengubah posisi atau istirahat

Kontraksi palsu sering kali hilang ketika Anda mengubah posisi tubuh. Berjalan santai, duduk, atau berbaring miring dapat membantu meredakannya. Setelah tubuh lebih rileks, perut biasanya tidak lagi terasa kencang. Ciri ini menjadi pembeda utama dari kontraksi asli.

4. Terasa kencang di perut bagian depan

Sensasi kontraksi palsu umumnya terasa seperti perut mengeras atau tertarik. Rasa tidak nyaman biasanya terpusat di perut bagian depan. Kontraksi ini jarang menjalar ke punggung bawah atau paha. Karena itu, nyerinya tidak seintens kontraksi persalinan.

5. Tidak disertai tanda persalinan lain

Kontraksi palsu tidak disertai keluarnya lendir bercampur darah atau air ketuban. Tidak ada perdarahan dan tidak terjadi pembukaan serviks. Moms juga biasanya masih bisa beraktivitas seperti biasa. Jika tanda-tanda persalinan mulai muncul, sebaiknya segera periksa ke dokter.

Itulah penjelasan mengenai cara mengatasi kontraksi palsu saat hamil 8 bulan. Segera konsultasikan dengan dokter jika kontraksi terasa makin kuat, teratur, tidak hilang meski sudah istirahat, atau disertai perdarahan dan keluarnya cairan dari vagina ya, Moms. (MB/YE/SW/Foto: Freepik)