FAMILY & LIFESTYLE

Agar Tetap Bugar, Ini Cara Penuhi Kebutuhan Cairan Tubuh saat Puasa


Follow Mother & Beyond untuk mendapatkan informasi terkini. Klik untuk follow Instagram dan YouTube Mother & Beyond


Menjalani ibadah puasa di bulan Ramadan memang membawa kebahagiaan tersendiri bagi kita dan keluarga. Namun, tak bisa dimungkiri bahwa tantangan menahan haus sering kali terasa lebih berat dibandingkan menahan lapar ya, Moms, apalagi jika Anda harus tetap aktif mengurus rumah tangga, bekerja, atau menyiapkan kebutuhan sahur dan berbuka untuk keluarga tercinta.

Saat berpuasa, kita sering merasa lemas, pusing, atau kulit menjadi kering. Tanda-tanda ini sebenarnya adalah sinyal dari tubuh yang kekurangan cairan. Kita tahu bahwa tubuh manusia membutuhkan setidaknya 8 gelas air atau sekitar 2 liter per hari agar dapat berfungsi optimal. Pertanyaannya, bagaimana caranya memasukkan jumlah air sebanyak itu ke dalam tubuh ketika waktu makan dan minum kita sangat terbatas?

Jangan khawatir, Moms. Dengan sedikit strategi dan pengaturan jadwal yang tepat, kita bisa memastikan seluruh anggota keluarga tetap terhidrasi, sehat, dan berenergi sepanjang hari.

Baca juga: 6 Manfaat Puasa bagi Ibu Menyusui Serta Tips Aman dan Sehat Melakukannya

Cara memenuhi kebutuhan cairan saat puasa

Salah satu metode paling efektif dan populer untuk menjaga asupan air selama bulan puasa adalah pola 2-4-2. Rumus sederhana ini membantu membagi jatah 8 gelas air mineral ke dalam waktu-waktu yang strategis di malam hari dan dini hari.

Tujuannya adalah agar perut tidak terasa kembung karena minum terlalu banyak dalam satu waktu, tetapi kebutuhan cairan tubuh tetap terpenuhi secara bertahap. Begini metodenya, Moms.

2 Gelas saat berbuka

Momen berbuka puasa adalah waktu di mana tubuh kita sangat membutuhkan penggantian cairan yang hilang seharian. Namun, hindari langsung menenggak banyak air sekaligus karena bisa mengejutkan lambung.

Minumlah satu gelas air putih hangat atau suhu ruangan begitu azan Magrib berkumandang. Ini akan membasahi kerongkongan dan mempersiapkan pencernaan.

Minumlah satu gelas lagi setelah menyantap takjil ringan atau setelah selesai menunaikan shalat Magrib, sebelum makan berat.

4 Gelas di malam hari

Jarak waktu antara salat Isya hingga waktu tidur adalah kesempatan emas untuk menabung cairan. Moms bisa membagi 4 gelas ini secara berkala agar tidak terasa berat.

Minum satu gelas air sebelum menyantap makan malam (sesudah salat Isya atau Tarawih).

Minum satu gelas lagi setelah selesai makan malam.

Sediakan waktu untuk minum satu gelas di sela-sela aktivitas santai, misalnya saat mengobrol dengan keluarga atau tadarus Al-Qur’an.

Tutup aktivitas malam dengan satu gelas air sebelum Anda beranjak tidur.

2 Gelas saat sahur

Waktu sahur adalah kunci energi kita untuk hari berikutnya. Hidrasi di waktu ini sangat krusial.

Minumlah satu gelas air begitu bangun tidur. Ini membantu “membangunkan” organ tubuh dan metabolisme.

Gelas kedua: Minumlah satu gelas terakhir sekitar 10-15 menit sebelum waktu imsak berakhir.

Baca juga: Awal Puasa 2026 Jatuh pada Tanggal Berapa? Ini Penjelasannya

Pilih asupan cairan dari makanan

Air putih memang sumber hidrasi terbaik, tetapi bukan satu-satunya. Kita bisa membantu tubuh mendapatkan cairan tambahan melalui menu makanan yang tepat saat sahur dan berbuka.

Sayur-sayuran berkuah seperti sayur bening bayam, sup ayam, atau sayur asem sangat baik dikonsumsi karena kandungan airnya yang tinggi. Selain menyegarkan, kuah kaldu juga memberikan elektrolit yang dibutuhkan tubuh.

Buah-buahan juga menjadi sahabat terbaik saat puasa. Semangka, melon, jeruk, dan pir memiliki kandungan air hingga 90%. Menyajikan potongan buah segar sebagai pencuci mulut saat sahur atau saat berbuka akan sangat membantu mencegah dehidrasi di siang hari.

Hindari asupan yang mengurangi cairan tubuh

Terkadang, meski kita merasa sudah minum cukup, tubuh tetap terasa kering. Hal ini mungkin disebabkan oleh jenis makanan atau minuman yang justru memicu tubuh mengeluarkan cairan lebih cepat (diuretik) atau membuat kita cepat haus.

Untuk menjaga hidrasi tetap awet, cobalah hindari konsumsi:

1. Kafein: Kopi dan teh memiliki sifat diuretik yang membuat kita lebih sering buang air kecil. Jika Anda penggemar kopi, usahakan untuk menguranginya atau hanya meminumnya di jam berbuka, bukan saat sahur, agar cairan tidak terbuang percuma di pagi hari.

2. Makanan terlalu asin: Garam yang berlebihan akan mengikat air dan membuat tubuh mengirimkan sinyal haus yang hebat. Kurangi penggunaan garam berlebih, ikan asin, atau makanan instan saat sahur.

3. Minuman bersoda: Selain tinggi gula yang bisa membuat lemas, minuman bersoda juga bisa memicu masalah pencernaan seperti kembung, yang membuat kita malas minum air putih.

Itulah cara memenuhi kebutuhan cairan saat puasa. Menjaga tubuh tetap terhidrasi bukan hanya untuk mencegah rasa haus, tetapi juga untuk menjaga kesehatan agar ibadah puasa berjalan lancar. Semoga Ramadan kali ini membawa keberkahan dan kesehatan bagi Anda dan keluarga. Selamat menunaikan ibadah puasa dengan penuh semangat, Moms! (MB/SW/Foto: Lifeforstock/Freepik)