FAMILY & LIFESTYLE

7 Makanan yang Harus Dihindari saat Buka Puasa


Follow Mother & Beyond untuk mendapatkan informasi terkini. Klik untuk follow Instagram dan YouTube Mother & Beyond


Buka puasa adalah momen yang pas untuk mengisi kembali energi setelah seharian menahan lapar dan dahaga. Namun, kesalahan dalam memilih menu berbuka justru bisa berakibat fatal bagi kesehatan tubuh Anda di keesokan harinya lho, Moms.

Banyak orang yang terjebak dalam euforia berbuka dengan melahap segala jenis hidangan tanpa memilihnya. Padahal, sistem pencernaan baru saja beristirahat panjang dan membutuhkan transisi yang halus. Mengonsumsi makanan yang salah dapat memicu lonjakan gula darah yang drastis, gangguan pencernaan, hingga membuat Anda tidak bertenaga sepanjang hari.

Nah, apa saja makanan yang harus dihindari saat berbuka puasa? Untuk tahu, simak selengkapnya di artikel ini, Moms!

Makanan yang harus dihindari saat buka puasa

1. Gorengan dan makanan berminyak tinggi

Gorengan mungkin menjadi primadona di meja makan saat azan Magrib berkumandang, tetapi ini adalah musuh utama bagi pencernaan Anda. Makanan yang digoreng, seperti bakwan, risol, atau tahu isi mengandung lemak jenuh dan lemak trans yang sangat tinggi.

Saat perut kosong, sistem pencernaan bekerja lebih sensitif. Membanjiri lambung dengan minyak berlebih akan memperlambat proses pengosongan lambung, menyebabkan rasa begah, kembung, dan risiko asam lambung naik (GERD). Lemak sulit dicerna dan memaksa organ pencernaan bekerja ekstra keras saat seharusnya mereka baru mulai "pemanasan". Pilihlah metode memasak yang lebih cerdas, seperti memanggang, merebus, atau mengukus untuk menjaga integritas nutrisi tanpa beban lemak berlebih.

Baca juga: Sambut Ramadan, Waspadai Gangguan Kesehatan yang Sering Terjadi saat Puasa

2. Minuman dengan pemanis buatan berlebih

Minuman manis memang disarankan untuk mengembalikan kadar gula darah dengan cepat, tetapi ada perbedaan besar antara manis alami dan gula buatan yang berlebihan. Minuman kemasan, sirup kental, atau teh dengan gula pasir berlebihan dapat menyebabkan lonjakan insulin yang ekstrem.

Lonjakan ini memberikan energi instan, tetapi akan diikuti dengan penurunan energi yang drastis beberapa jam kemudian, membuat Anda merasa lemas dan mengantuk saat salat Tarawih. Fokuslah pada sumber gula alami yang berkualitas tinggi, seperti kurma atau jus buah segar tanpa tambahan gula, yang memberikan pelepasan energi lebih stabil dan berkelanjutan.

3. Makanan pedas yang ekstrem

Bagi penggemar kuliner pedas, menahan diri mungkin terasa sulit. Namun, mengonsumsi makanan pedas seperti seblak, ayam geprek level tinggi, atau sambal berlebihan saat perut kosong adalah tindakan yang ceroboh bagi kesehatan lambung.

Senyawa capsaicin dalam cabai dapat mengiritasi lapisan mukosa lambung yang sedang kosong, memicu rasa perih, mulas, hingga diare. Masalah pencernaan ini tidak hanya mengganggu ibadah malam Anda, tetapi juga bisa menyebabkan dehidrasi jika terjadi diare. Anda tetap bisa menikmati rasa pedas, tetapi tunggulah hingga perut terisi dengan makanan yang lebih netral dan menenangkan terlebih dahulu.

4. Minuman berkafein (kopi dan teh pekat)

Kafein memiliki sifat diuretik, yang merangsang produksi urine dan mempercepat keluarnya cairan dari tubuh. Mengonsumsi kopi kuat atau teh pekat saat berbuka puasa berisiko memperburuk kondisi dehidrasi yang mungkin sudah terjadi selama berpuasa.

Selain itu, kafein dapat meningkatkan produksi asam lambung pada perut kosong, menyebabkan rasa tidak nyaman di ulu hati. Jika Anda membutuhkan asupan kafein, aturlah waktu untuk mengonsumsinya, misalnya 1-2 jam setelah makan besar, dan pastikan Anda mengimbanginya dengan asupan air mineral yang cukup guna menjaga hidrasi sel tubuh.

5. Makanan tinggi garam (asin)

Makanan yang terlalu asin, seperti keripik, makanan kaleng, atau hidangan dengan MSG berlebih, harus dihindari saat berbuka. Natrium yang tinggi akan mengikat air dalam tubuh dan memicu rasa haus yang berlebihan.

Ini akan sangat mengganggu siklus hidrasi Anda, membuat Anda merasa haus terus-menerus di malam hari atau bahkan saat sahur keesokan harinya. Prioritaskan makanan dengan bumbu rempah alami yang kaya rasa tanpa harus bergantung pada garam berlebih. Ini adalah langkah cerdas untuk menjaga keseimbangan cairan tubuh yang optimal.

6. Makanan instan dan olahan

Sosis, nugget, mi instan, dan daging olahan sering kali dipilih karena alasan kepraktisan. Namun, makanan ultraproses ini minim nutrisi esensial tetapi kaya pengawet, natrium, dan kalori kosong.

Tubuh Anda membutuhkan mikronutrien (vitamin dan mineral) berkualitas untuk memulihkan sel-sel yang rusak selama puasa. Mengandalkan makanan instan sama dengan memberikan "bahan bakar" kualitas rendah pada mesin tubuh yang sedang membutuhkan performa tinggi. Luangkan waktu untuk menyiapkan makanan yang mengandung protein segar, seperti ikan, ayam, atau telur yang diolah sendiri.

Baca juga: Jangan Salah Waktu! Ini Hari yang Dilarang untuk Mengganti Puasa Ramadan

7. Makanan yang mengandung gas tinggi

Sayuran tertentu seperti kol, brokoli, atau nangka, serta minuman berkarbonasi (soda), dapat memicu pembentukan gas berlebih di dalam lambung. Mengonsumsinya dalam jumlah besar saat perut kosong akan menyebabkan perut kembung dan rasa penuh yang menyiksa.

Kondisi ini akan menghambat Anda untuk mengonsumsi makanan bergizi lainnya karena perut sudah terasa penuh oleh gas. Pilihlah sayuran yang lebih mudah dicerna, seperti bayam, wortel, atau labu siam sebagai menu pembuka puasa Anda.

Itulah beberapa makanan yang harus dihindari saat berbuka puasa. Memilih menu buka puasa bukan sekadar untuk memuaskan nafsu makan, tetapi menjadi kesempatan Anda untuk meningkatkan daya tahan tubuh. Dengan menghindari jenis-jenis makanan di atas, Anda telah memberikan yang terbaik untuk tubuh. Selamat menjalankan ibadah puasa dengan hikmat dan sehat. (MB/GP/Foto: Freepik)