Follow Mother & Beyond untuk mendapatkan informasi terkini. Klik untuk follow Instagram dan YouTube Mother & Beyond
Beberapa saat lagi, umat Muslim akan menghadapi bulan suci Ramadan. Saat menjalankan ibadah puasa, pola hidup, termasuk pola makan dan tidur, tentu akan ada perubahan. Nah, perubahan-perubahan tersebut sering kali menimbulkan gangguan pada kesehatan.
Idealnya, Anda mempersiapkan diri untuk menghadapi segala perubahan yang Anda jalani saat berpuasa. Dengan begitu, tubuh lebih siap untuk menjalani ibadah puasa, sehingga tidak mengalami gangguan kesehatan. Namun, sayangnya, menurut laporan Indonesia Health Insight Q1 2026, yang disusun oleh Halodoc, ada sejumlah tantangan kesehatan khas yang muncul sebagai bagian dari proses adaptasi tubuh saat berpuasa.
Gangguan kesehatan yang sering terjadi saat puasa
Setidaknya ada beberapa masalah kesehatan yang sering muncul sejak minggu pertama Ramadan, yaitu:
1. Maag dan GERD
Gangguan sistem pencernaan atas, terutama maag dan GERD, menjadi keluhan paling dominan saat puasa. Data Halodoc yang diambil pada Ramadan 2025 menunjukkan bahwa konsultasi terkait maag dan GERD meningkat 21% pada minggu pertama puasa. Dari data dua tahun terakhir, puncak keluhan konsisten terjadi di hari ketiga Ramadan. Hal ini menunjukkan bahwa fase adaptasi tubuh paling berat terjadi di awal puasa.
Menurut dr. Irwan Hariyanto, MARS, Board of Medical Excellence Halodoc, keluhan di awal Ramadan merupakan respons alami tubuh terhadap perubahan pola makan dan tidur. “Di awal puasa, tubuh masih beradaptasi, sehingga lambung menjadi lebih sensitif karena jam makan berubah, sementara kurang tidur dan hidrasi juga memengaruhi sistem keseimbangan tubuh.”
2. Vertigo
Gangguan fungsi vestibular dalam bentuk vertigo juga mengalami peningkatan selama minggu pertama Ramadan, bahkan hingga 100%. Ini terjadi lantaran perubahan pola tidur dan dehidrasi selama puasa secara langsung memengaruhi sistem keseimbangan tubuh. Sayangnya, jumlah konsultasi terkait vertigo tidak kembali normal hingga minggu terakhir Ramadan.
Beberapa gejala vertigo yang perlu diwaspadai di antaranya adalah pusing berputar, mual muntah, rasa limbung, hingga telinga berdenging. Data Halodoc menunjukkan bahwa vertigo selama Ramadan banyak dipicu oleh perubahan pola tidur dan riwayat vertigo sebelumnya yang kambuh akibat kelelahan dan dehidrasi.
3. Masalah kulit
Data Halodoc menunjukkan bahwa keluhan masalah kulit, terutama jerawat, meningkat tajam di minggu pertama Ramadan. Peningkatannya mencapai hingga 22%. Hal ini menunjukkan bahwa perubahan ritme harian di awal puasa langsung berdampak pada kesehatan kulit.
4. Radang tenggorokan
Radang tenggorokan terjadi bukan hanya efek dari cuaca dan infeksi musiman, tetapi juga bagian dari pola adaptasi tubuh selama puasa. Pasien dengan radang tenggorokan umumnya mengeluhkan gejala seperti nyeri saat menelan, batuk kering atau berdahak, serta gejala umum seperti pusing, flu, dan meriang.
5. Sembelit
Berbeda dengan maag dan GERD yang sering muncul di minggu pertama Ramadan, sembelit justru biasanya muncul di minggu terakhir Ramadan hingga momen Idulfitri tiba. Masalah ini umumnya terjadi karena kurangnya asupan cairan dan serat selama berpuasa. Ditambah lagi dengan meningkatnya asupan makanan berlemak, seperti gorengan.
6. Gangguan menstruasi
Konsultasi untuk gangguan menstruasi juga meningkat selama bulan Ramadan dengan peningkatan sebanyak 44%. Keluhan yang paling sering dirasakan di antaranya telat haid, flek di luar jadwal, serta nyeri haid yang lebih berat dari biasanya. Hal ini menunjukkan terjadinya perubahan keseimbangan hormon akibat pergeseran pola makan dan waktu istirahat, serta faktor kelelahan, stres, dan konsumsi pil KB hormonal.
Itulah beberapa gangguan kesehatan yang sering terjadi saat puasa. Dokter Irwan menekankan pentingnya persiapan kesehatan sejak sebelum puasa dimulai.
“Persiapan sebaiknya dimulai sejak sebelum puasa dengan meningkatkan asupan serat dan cairan. Selama Ramadan, jaga pola makan yang teratur dan bertahap saat sahur dan berbuka, awali dengan air putih, pilih makanan seimbang yang mengandung protein, karbohidrat kompleks, dan serat, serta batasi makanan berlemak, pedas, dan berkafein. Asupan cairan juga penting dijaga secara bertahap antara berbuka dan sahur untuk membantu mencegah dehidrasi dan gangguan pencernaan,” tutup dr. Irwan. (MB/RF/Foto: Dok. Halodoc)
