Follow Mother & Beyond untuk mendapatkan informasi terkini. Klik untuk follow Instagram dan YouTube Mother & Beyond
Salah satu indikasi ibu hamil akan segera melahirkan adalah keluarnya lendir melalui vagina. Namun, banyak yang belum mengetahui bagaimana sesungguhnya tekstur lendir tersebut. Apakah sama dengan cairan ketuban? Nah, MB akan mengulas contoh lendir saat mau melahirkan.
Salah satu tanda fisik yang paling sering dibicarakan tetapi kadang membingungkan adalah keluarnya lendir dari vagina. Banyak bumil yang bertanya-tanya, seperti apa sebenarnya bentuk dan warna lendir yang menandakan persalinan sudah dekat? Apakah setiap lendir berarti bayi akan segera lahir?
Apa itu sumbat lendir (mucus plug)?
Sebelum membahas seperti apa bentuk lendirnya, penting bagi Moms untuk memahami dari mana asal lendir tersebut. Selama kehamilan, serviks (leher rahim) memproduksi lendir tebal yang berfungsi sebagai penyumbat. Sumbatan ini dikenal sebagai mucus plug.
Fungsi utama dari sumbat lendir ini sebagai "pintu gerbang" pelindung. Ia menutup jalan masuk ke rahim untuk mencegah bakteri dan sumber infeksi lain dari luar masuk dan membahayakan bayi. Bayangkan ini sebagai segel keamanan alami yang menjaga lingkungan rahim tetap steril dan aman bagi tumbuh kembang janin Anda.
Menjelang akhir kehamilan, saat tubuh Moms bersiap untuk persalinan, leher rahim akan mulai menipis (effacement) dan membuka (dilatation). Proses pelunakan dan pembukaan serviks inilah yang menyebabkan sumbat lendir tersebut terlepas dan keluar melalui vagina.
Seperti apa contoh lendir tanda mau melahirkan?
Banyak Moms membayangkan bahwa lendir ini akan terlihat sangat jelas. Padahal, kenyataannya bisa sangat bervariasi pada setiap wanita. Berikut ini karakteristik umum yang bisa Moms perhatikan.
1. Konsistensi dan tekstur
Lendir tanda melahirkan biasanya lebih tebal daripada keputihan biasa yang mungkin Anda alami selama kehamilan. Konsistensinya sering digambarkan menyerupai putih telur mentah yang kental, jelly atau agar-agar yang padat, dan lendir hidung ketika sedang flu berat.
Kadang lendir ini keluar dalam satu gumpalan besar sekaligus, tetapi lebih sering keluar sedikit demi sedikit selama beberapa hari. Jadi, Moms mungkin melihatnya saat menyeka setelah buang air kecil atau menemukannya di celana dalam.
2. Warna yang beragam
Warna adalah indikator penting untuk membedakan lendir persalinan dengan cairan vagina lainnya. Lendir ini bisa berwarna:
- Bening atau putih keruh: Ini adalah warna dasar sumbat lendir.
- Merah muda atau pink: Terjadi karena kapiler darah kecil di leher rahim pecah saat serviks mulai terbuka.
- Kecokelatan: Menandakan adanya darah tua yang bercampur dengan lendir.
- Disertai bercak darah segar: Sering disebut sebagai bloody show. Sedikit darah bercampur lendir adalah hal normal.
3. Tidak berbau menyengat
Sama seperti keputihan normal, lendir tanda melahirkan seharusnya tidak memiliki bau yang busuk atau menyengat. Jika Anda mencium bau yang tidak sedap, ini bisa menjadi tanda infeksi dan perlu diperiksakan ke dokter.
Baca juga: Berapa Lama Melahirkan Setelah Keluar Lendir Darah?
Perbedaan lendir melahirkan, keputihan biasa, dan air ketuban
Sangat wajar jika Moms merasa bingung membedakan ketiga cairan ini. Berikut ini panduan sederhana untuk membantu Anda mengidentifikasinya.
Lendir tanda melahirkan (mucus plug/bloody show)
- Tekstur: Kental, lengket, seperti jelly atau ingus
- Warna: Bening, pink, kecokelatan, atau ada sedikit bercak darah
- Aliran: Bisa keluar sekaligus (gumpalan) atau bertahap (seperti flek)
- Waktu: Menandakan serviks mulai berubah, persalinan bisa terjadi dalam beberapa jam, hari, atau bahkan minggu.
Keputihan biasa (leukorrhea)
- Tekstur: Encer hingga agak kental (seperti susu atau losion), tidak menggumpal seperti jelly
- Warna: Putih susu atau bening kekuningan
- Aliran: Keluar secara konsisten sepanjang kehamilan
Catatan: Jika keputihan menyebabkan gatal, panas, berwarna hijau/kuning pekat, atau berbau amis, segera konsultasikan dengan dokter.
Air ketuban
- Tekstur: Sangat cair seperti air seni atau air biasa, tidak berlendir
- Warna: Bening atau agak keruh dengan bintik-bintik putih (verniks), kadang bisa kehijauan jika bercampur mekonium (feses bayi)
- Aliran: Bisa merembes pelan (terasa celana dalam selalu basah) atau menyembur deras (pecah ketuban), tidak bisa ditahan seperti menahan pipis
- Bau: Berbau khas agak manis atau seperti kaporit, tidak berbau pesing seperti urine.
Baca juga: Waspada Ketuban Pecah Dini! Ini Penyebab dan Risikonya, Moms
Kapan persalinan akan dimulai setelah lendir keluar?
Jawabannya, tidak ada waktu yang pasti. Keluarnya lendir hanyalah tanda bahwa tubuh sedang bersiap.
Bagi sebagian bumil, kontraksi aktif mungkin dimulai hanya beberapa jam setelah lendir keluar. Namun, bagi yang lain, terutama pada kehamilan pertama, bisa memakan waktu beberapa hari atau bahkan 1-2 minggu sebelum persalinan sesungguhnya dimulai.
Jadi, jika Moms melihat lendir ini keluar tetapi belum merasakan kontraksi yang teratur, jangan buru-buru ke rumah sakit. Tarik napas dalam, tetap tenang, dan lanjutkan aktivitas ringan atau istirahat di rumah sambil memantau tanda-tanda lainnya.
Tanda persalinan lain yang perlu diperhatikan
Keluarnya lendir biasanya bukan satu-satunya tanda. Untuk memastikan apakah waktu persalinan sudah dekat, perhatikan apakah Moms juga mengalami gejala berikut ini.
1. Kontraksi teratur: Perut terasa kencang dan nyeri yang datang dan pergi secara teratur. Kontraksi persalinan asli akan makin kuat, makin sering, dan makin lama durasinya seiring berjalannya waktu.
2. Sakit punggung bawah:Rasa nyeri atau pegal yang intens di punggung bawah yang mungkin menjalar ke perut bagian depan.
3. Pecah ketuban:Keluarnya cairan yang tidak tertahankan dari vagina.
4. Perasaan "bayi turun": Moms mungkin merasa bisa bernapas lebih lega karena posisi bayi sudah turun ke panggul, tetapi tekanan pada kandung kemih akan bertambah.
5. Insting bersarang (nesting):Tiba-tiba Moms merasa sangat berenergi untuk membersihkan rumah atau menata kamar bayi.
Kapan harus segera menghubungi dokter?
Meskipun keluarnya lendir adalah proses alami, ada beberapa kondisi di mana Moms harus segera mencari pertolongan medis, yakni:
1. Pendarahan hebat:Jika darah yang keluar banyak (seperti sedang haid hari pertama) dan berwarna merah terang. Ini bukan bloody show normal dan bisa menandakan masalah pada plasenta.
2. Lendir keluar sebelum usia kehamilan 37 minggu: Ini bisa menjadi tanda persalinan prematur. Dokter perlu memeriksa kondisi bumil dan janin untuk mencegah kelahiran terlalu dini.
3. Cairan berwarna hijau atau cokelat pekat:Jika air ketuban pecah dan warnanya keruh kehijauan, ini menandakan bayi sudah buang air besar di dalam (mekonium) dan butuh penanganan segera.
4. Tidak ada gerakan bayi:Jika Moms merasa gerakan bayi berkurang drastis atau tidak bergerak sama sekali setelah lendir keluar.
Keluarnya lendir tanda melahirkan adalah salah satu cara tubuh Moms mempersiapkan diri menghadapi persalinan. Kondisi ini adalah hal yang normal. Namun, Moms tetap harus memperhatikan tanda-tanda yang menyertai agar proses persalinan tetap bisa berjalan lancar. (MB/AY/WR/Foto: Freepik)