Follow Mother & Beyond untuk mendapatkan informasi terkini. Klik untuk follow Instagram dan YouTube Mother & Beyond
Keluar lendir darah melalui vagina merupakan salah satu indikasi ibu hamil akan segera menghadapi proses persalinan. Namun, tahukah Moms berapa lama lagi ibu hamil akan melahirkan setelah keluar lendir darah tersebut?
Keluar lendir darah melalui vagina atau yang biasa disebut bloody show, pada umumnya terjadi saat usia kehamilan memasuki 38 minggu. Kondisi ini merupakan bagian dari tanda-tanda melahirkan sehingga Moms bisa mempersiapkan diri sebaik mungkin.
Apa yang dimaksud dengan lendir darah (bloody show)?
Selama masa kehamilan, leher rahim (serviks) dilindungi oleh gumpalan lendir tebal yang disebut sumbat lendir atau mucus plug. Sumbat ini berfungsi sebagai pelindung untuk menjaga rahim dari bakteri dan infeksi. Warnanya bisa bening, putih kekuningan, atau sedikit merah muda.
Menjelang persalinan, serviks akan mulai melunak, menipis, dan membuka (melebar) untuk mempersiapkan jalan lahir bagi bayi. Proses ini menyebabkan sumbat lendir terlepas dan keluar melalui vagina.
Ketika serviks meregang, pembuluh darah kecil di sekitarnya bisa pecah dan mengeluarkan sedikit darah. Darah inilah yang kemudian bercampur dengan lendir, sehingga tampak berwarna merah muda, kemerahan, atau kecokelatan. Inilah yang dinamakan bloody show.
Penting untuk diingat bahwa bloody show berbeda dengan pendarahan aktif. Lendir darah biasanya hanya sedikit, kental, dan bercampur dengan lendir, bukan aliran darah segar yang banyak seperti menstruasi.
Baca juga: Perdarahan Implantasi, Tanda Awal Kehamilan yang Kerap Terabaikan
Berapa lama waktu melahirkan setelah keluar lendir darah?
Meski pertanyaan ini kerap muncul, sayangnya tidak ada jawaban pasti yang berlaku untuk semua bumil. Waktu dari keluarnya lendir darah hingga persalinan aktif dimulai sangat bervariasi bagi setiap bumil.
Berdasarkan pengalaman dan studi medis, berikut ini beberapa kemungkinan rentang waktunya.
1. Beberapa jam hingga beberapa hari
Bagi banyak bumil, keluarnya lendir darah adalah tanda persalinan akan dimulai dalam beberapa jam hingga beberapa hari ke depan. Ini adalah skenario yang paling umum.
2. Beberapa minggu
Pada beberapa kasus, terutama jika ini adalah kehamilan pertama, sumbat lendir bisa keluar beberapa minggu sebelum persalinan benar-benar dimulai. Ini terjadi karena serviks mulai mempersiapkan diri secara bertahap.
3. Saat persalinan aktif
Ada juga bumil yang baru mengalami bloody show ketika ia sudah berada dalam fase persalinan aktif, ditandai dengan kontraksi yang kuat dan teratur.
Faktor-faktor seperti riwayat kehamilan sebelumnya, misalnya kehamilan pertama atau bukan, dan kondisi fisik bumil bisa memengaruhi rentang waktu ini. Perlu Moms ketahui, pada kehamilan kedua dan seterusnya, proses ini sering kali berjalan lebih cepat.
Apa yang harus dilakukan setelah keluar lendir darah?
Melihat lendir bercampur darah mungkin Moms membuat panik. Namun, Anda tetap harus bersikap tenang. Berikut ini langkah-langkah yang bisa Anda lakukan.
1. Jangan panik: Ingatlah bahwa ini adalah proses alami dan tanda bahwa tubuh Anda sedang mempersiapkan diri.
2. Hubungi dokter atau bidan: Beri tahu mereka tentang apa yang Moms alami. Mereka akan memberikan instruksi lebih lanjut, seperti kapan Anda harus datang ke rumah sakit atau klinik.
3. Perhatikan tanda lain: Mulailah memantau kontraksi. Catat kapan kontraksi dimulai, berapa lama durasinya, dan seberapa sering kontraksi itu datang.
4. Siapkan diri: Gunakan waktu ini untuk beristirahat, makan makanan ringan yang memberi energi, dan memastikan tas perlengkapan rumah sakit sudah siap. Mandi air hangat juga bisa membantu meredakan ketidaknyamanan.
5. Tetap bergerak: Jika memungkinkan, berjalan-jalan santai di sekitar rumah bisa membantu bayi turun ke panggul dan mempercepat proses persalinan.
Tanda-tanda lain persalinan yang perlu diperhatikan
Keluarnya lendir darah hanyalah salah satu dari tanda-tanda menuju persalinan. Untuk itu, bumil perlu memperhatikan tanda-tanda lain yang menyertainya. Tanda-tanda ini biasanya muncul secara bersamaan atau berurutan.
Baca juga: 6 Tanda Janin Sehat di Trimester 3, Persiapkan Diri Jelang Persalinan!
1. Kontraksi yang teratur dan makin kuat
Ini adalah tanda persalinan yang paling bisa diandalkan. Kontraksi persalinan yang sebenarnya memiliki pola yang jelas:
- Teratur: Muncul secara berkala dengan interval waktu yang makin pendek, misalnya, dari setiap 10 menit sekali menjadi 5 menit sekali.
- Durasi lebih lama: Setiap kontraksi berlangsung lebih lama, dari sekitar 30 detik menjadi 60 detik atau lebih.
- Makin kuat: Rasa sakit atau tekanan makin intens seiring berjalannya waktu dan tidak hilang meskipun Moms berganti posisi.
2. Pecahnya air ketuban
Ketuban pecah bisa terasa seperti semburan cairan yang deras atau rembesan kecil yang terus-menerus. Cairan ketuban biasanya bening dan tidak berbau. Jika Moms mengalami pecah ketuban, terutama jika warnanya kehijauan atau kecoklatan, segera hubungi dokter atau bidan karena ini bisa menjadi tanda gawat janin.
3. Nyeri punggung bawah
Banyak wanita mengalami nyeri tumpul yang konstan di punggung bagian bawah saat persalinan akan dimulai. Rasa nyeri ini sering kali menyertai kontraksi dan bisa menjadi sangat tidak nyaman.
Baca juga: Menjelang Persalinan, Ini 10 Tanda Anda Akan Segera Melahirkan
4. Perasaan ingin buang air besar (BAB)
Saat kepala bayi turun lebih rendah ke panggul, tekanan pada usus bisa menimbulkan sensasi seperti ingin buang air besar. Ini adalah tanda bahwa proses persalinan sedang berlangsung.
Keluarnya lendir darah adalah salah satu penanda penting dalam perjalanan akhir kehamilan. Meskipun tidak mudah untuk menentukan berapa lama akan melahirkan setelah keluar lendir darah, pastinya kondisi ini mengisyaratkan bahwa tubuh Anda sedang bekerja mempersiapkan kelahiran Si Kecil. Nah, saatnya Moms lebih mendengarkan tubuh dan mempersiapkan diri menghadapi persalinan. (MB/AY/WR/Foto: JComp/Freepik)
