Follow Mother & Beyond untuk mendapatkan informasi terkini. Klik untuk follow Instagram dan YouTube Mother & Beyond
Moms, pernahkah Anda merasa deg-degan karena haid bulanan belum kunjung datang, tetapi malah muncul keputihan? Nah, Kondisi ini bisa disebabkan oleh berbagai faktor, mulai dari perubahan hormonal hingga kondisi medis tertentu.
Mengapa bisa tidak haid 1 bulan tapi keputihan? Apa solusi yang bisa dilakukan? Untuk tahu lebih lengkapnya, simak penjelasannya berikut ini, Moms!
Penyebab tidak haid 1 bulan disertai keputihan
1. Kehamilan
Salah satu penyebab paling umum dari keterlambatan menstruasi adalah kehamilan. Keputihan pada awal kehamilan biasanya berwarna bening atau putih dan tidak berbau. Ini terjadi karena peningkatan produksi hormon estrogen yang menyebabkan vagina menghasilkan lebih banyak cairan.
Jika Anda aktif secara seksual tanpa pengaman dan mengalami gejala ini, Anda disarankan untuk melakukan tes kehamilan. Gejala kehamilan lainnya yang mungkin menyertai termasuk mual, payudara yang terasa lebih sensitif, dan kelelahan.
2. Ketidakseimbangan hormon
Hormon berperan penting dalam siklus menstruasi. Ketidakseimbangan hormon bisa disebabkan oleh berbagai faktor seperti stres, perubahan berat badan drastis, olahraga berlebihan, atau kondisi medis tertentu seperti sindrom ovarium polikistik (PCOS).
PCOS adalah gangguan hormonal yang menyebabkan ovarium memproduksi hormon androgen secara berlebihan. Kondisi ini dapat menyebabkan periode menstruasi yang tidak teratur atau bahkan tidak haid sama sekali, disertai dengan keputihan yang lebih banyak dari biasanya.
3. Stres dan faktor psikologis
Stres kronis dapat mengganggu produksi hormon di hipotalamus, bagian otak yang mengatur siklus menstruasi. Ketika tubuh berada dalam kondisi stres berkepanjangan, produksi hormon reproduksi dapat terhambat, menyebabkan keterlambatan atau tidak haid. Faktor psikologis lain seperti kecemasan, depresi, atau perubahan gaya hidup yang signifikan juga dapat memengaruhi siklus haid.
4. Infeksi vagina
Infeksi seperti bacterial vaginosis atau infeksi jamur dapat menyebabkan keputihan yang tidak normal. Keputihan akibat infeksi biasanya disertai dengan bau tidak sedap, gatal, iritasi, atau perubahan warna menjadi kuning, hijau, atau abu-abu. Meskipun infeksi vagina tidak secara langsung menyebabkan keterlambatan haid, ketidakseimbangan bakteri di area vagina dapat memengaruhi kesehatan reproduksi secara keseluruhan.
Baca juga: Keputihan Hijau saat Hamil, Normal atau Tanda Infeksi? Ini Penjelasannya
5. Gangguan tiroid
Kelenjar tiroid menghasilkan hormon yang mengatur berbagai fungsi tubuh, termasuk siklus menstruasi. Baik hipotiroidisme (tiroid kurang aktif) maupun hipertiroidisme (tiroid terlalu aktif), keduanya dapat menyebabkan periode menstruasi yang tidak teratur.
Gejala gangguan tiroid lainnya termasuk kelelahan, perubahan berat badan, perubahan suasana hati, dan masalah dengan rambut dan kulit.
6. Penggunaan kontrasepsi
Beberapa metode kontrasepsi hormonal seperti pil KB, suntik KB, atau IUD hormonal dapat memengaruhi siklus menstruasi. Tidak jarang pengguna kontrasepsi hormonal mengalami periode menstruasi yang lebih ringan, tidak teratur, atau bahkan tidak haid sama sekali. Keputihan yang meningkat juga bisa menjadi efek samping dari penggunaan kontrasepsi hormonal.
7. Perimenopause
Bagi wanita yang mendekati usia menopause (biasanya di atas 40 tahun), perimenopause bisa menjadi penyebab tidak haid disertai keputihan. Perimenopause adalah masa transisi sebelum menopause di mana produksi hormon mulai berfluktuasi.
Gejala perimenopause termasuk periode menstruasi yang tidak teratur, hot flashes, perubahan suasana hati, dan perubahan pada keputihan.
Kapan harus berkonsultasi dengan dokter?
Meskipun keterlambatan haid satu bulan dengan keputihan bisa disebabkan oleh faktor yang tidak berbahaya, ada beberapa situasi di mana Anda perlu segera berkonsultasi dengan dokter, yakni:
- Keputihan disertai bau tidak sedap, gatal, atau iritasi
- Keputihan berwarna kuning, hijau, atau abu-abu
- Nyeri perut bagian bawah yang intens
- Demam atau gejala infeksi lainnya
- Keterlambatan haid lebih dari 3 bulan
- Gejala kehamilan ektopik (nyeri hebat di satu sisi perut, pendarahan vagina, pusing)
- Perubahan drastis pada siklus menstruasi yang biasanya teratur.
Yang harus dilakukan saat tidak haid 1 bulan tapi keputihan
1. Lakukan tes kehamilan
Jika ada kemungkinan hamil, langkah pertama adalah melakukan tes kehamilan. Tes kehamilan dapat dilakukan di rumah menggunakan test pack atau di fasilitas kesehatan untuk hasil yang lebih akurat.
2. Kelola stres dengan baik
Mengurangi stres bisa membantu menormalkan kembali siklus menstruasi Anda. Cobalah teknik relaksasi seperti meditasi, yoga, atau olahraga ringan. Pastikan Anda mendapatkan tidur yang cukup dan menjaga pola makan yang seimbang.
3. Jaga kebersihan area intim
Menjaga kebersihan vagina dengan cara yang benar dapat membantu mencegah infeksi. Gunakan air bersih untuk membersihkan area intim, hindari penggunaan sabun berbahan kimia keras, dan kenakan pakaian dalam berbahan katun yang menyerap keringat.
Baca juga: 7 Cara Menjaga Kesehatan Vagina Usai Berhubungan Intim
3. Pertahankan berat badan ideal
Berat badan yang terlalu rendah atau terlalu tinggi dapat memengaruhi produksi hormon dan siklus menstruasi. Pertahankan berat badan yang sehat melalui pola makan seimbang dan olahraga teratur.
4. Hindari douching
Douching atau membersihkan vagina dengan cairan khusus dapat mengganggu keseimbangan bakteri alami di vagina dan meningkatkan risiko infeksi. Vagina memiliki mekanisme self-cleaning yang efektif, jadi hindari praktik ini.
5. Konsumsi makanan bergizi
Nutrisi yang tepat mendukung kesehatan hormonal. Pastikan diet Anda mencakup protein, lemak sehat, vitamin, dan mineral yang cukup. Makanan seperti sayuran hijau, buah-buahan, kacang-kacangan, dan ikan berlemak dapat membantu menjaga keseimbangan hormon.
Itulah beberapa penyebab dan solusi untuk Moms yang tidak haid 1 bulan tapi keputihan. Telat haid 1 bulan disertai keputihan tidak selalu hamil atau tanda penyakit berbahaya. Tubuh hanya ingin memberitahu bahwa Anda butuh istirahat, makan yang lebih sehat, dan lebih baik dalam mengelola stres. (MB/AY/GP/Foto: Drobotdean/Freepik)