Follow Mother & Beyond untuk mendapatkan informasi terkini. Klik untuk follow Instagram dan YouTube Mother & Beyond
Flu merupakan salah satu penyakit yang rentan mengintai kita di kala perubahan cuaca yang tidak menentu seperti sekarang ini. Meski terlihat seperti batuk pilek biasa, flu atau influenza sebenarnya merupakan penyakit pernapasan yang lebih serius.
Seperti diketahui, flu atau influenza merupakan penyakit yang disebabkan oleh virus Influenza. Virus ini menyerang sistem pernapasan dan menimbulkan gejala yang dapat mengganggu aktivitas sehari-hari. Terdapat tiga tipe utama virus influenza yang dapat menyerang manusia, yaitu A, B, dan C.
Dari ketiga tipe tersebut, virus influenza A cenderung menyebabkan penyakit flu yang gejalanya lebih berat dan kerap menjadi penyebab wabah flu musiman, bahkan pandemi global. Untuk itu, mari ketahui lebih dalam mengenai influenza A serta cara mendeteksi dan menanganinya berikut, Moms.
Penularan Influenza A
Penularan influenza A dapat terjadi melalui percikan droplet ketika seseorang batuk, bersin, atau berbicara dan secara tidak sengaja terhirup oleh orang yang sehat. Selain itu, penularan juga dapat terjadi ketika seseorang menyentuh permukaan yang telah terkontaminasi virus influenza A, kemudian ia menyentuh mata, hidung, atau mulut mereka.
Berbeda dengan virus influenza B yang potensi penularannya dari manusia saja, virus influenza A dapat ditularkan oleh hewan ke manusia. Selain itu, virus ini dianggap paling berbahaya karena kemampuannya untuk bermutasi dengan cepat sehingga mudah menular dan dapat kebal terhadap sistem imun tubuh. Kedua hal ini menjadi alasan penyebaran virus ini mudah meluas dan menyebabkan pandemi.
Deteksi Influenza A
Mengingat cara penularannya yang mudah, terkadang seseorang bahkan tidak sadar hingga akhirnya gejala muncul mendadak pada 1-4 hari setelah terpapar virus. Gejala influenza A umumnya lebih berat dibandingkan dengan flu biasa (common cold), seperti:
- Batuk kering atau berdahak, yang disertai dengan sakit tenggorokan, pilek, atau hidung tersumbat
- Demam tinggi (dapat mencapai 39o C - 40o C)
- Menggigil atau meriang
- Sakit kepala
- Nyeri otot dan sendi (pegal-pegal)
- Kelelahan dan lemas
- Mual muntah dengan atau tanpa disertai diare.
Baik influenza A maupun B menunjukkan gejala klasik flu yang sama, sehingga terkadang sulit bagi dokter untuk membedakannya tanpa melakukan pemeriksaan khusus. Padahal pemeriksaan jenis influenza merupakan hal yang penting. Selain untuk segera mendapatkan penanganan yang efektif, deteksi ini juga dapat memastikan diagnosis yang akurat, membedakan flu dengan penyakit pernapasan lain, memastikan terapi pengobatan yang tepat sasaran, dan meminimalisir risiko komplikasi.
Bukan hanya melakukan anamnesis (wawancara medis) dan pemeriksaan fisik, untuk memastikan secara akurat, pasien disarankan untuk melakukan Respiratory Syndromic Testing (RST). RST merupakan pemeriksaan berbasis PCR yang dapat mengidentifikasi hingga 19 virus dan 4 bakteri, termasuk influenza A, human metapneumovirus (HMPV) dan respiratory syncytial virus (RSV), dalam satu pemeriksaan komprehensif.
Dengan hasil pemeriksaan ini, pasien akan mendapatkan diagnosis yang cepat dan akurat untuk pengobatan efektif sesuai dengan identifikasi patogen.
Penanganan Influenza A
Kasus influenza A yang masih tergolong ringan biasanya dapat sembuh dalam 5-7 hari. Nah, setelah mendapatkan diagnosis akurat, dokter akan memberikan terapi pengobatan yang sesuai, seperti pereda demam dan nyeri serta obat antivirus untuk mencegah komplikasi.
Menurut dr. Hastomo Prabowo, MARS, Dokter Umum dari RS Pondok Indah – Pondok Indah, selain pemberian obat, untuk meredakan gejala dan mempercepat pemulihan, pasien dianjurkan untuk istirahat yang cukup dan makan tinggi kalori tinggi protein agar tubuh dapat melawan infeksi secara optimal dan mencukupi asupan cairan untuk mencegah dehidrasi.
Cara Mencegah Influenza A
Penyakit Influenza A tidak boleh disepelekan. Sebagai langkah pencegahan, vaksinasi influenza tahunan juga sangat disarankan. Vaksinasi menjadi cara yang optimal, mengingat virus influenza terus bermutasi. Selain itu, hal-hal lain yang bisa dilakukan untuk mencegah penyakit influenza A diantaranya:
- Menjaga kebersihan diri dengan mencuci tangan menggunakan sabun dan air mengalir.
- Hindari menyentuh wajah (mata, hidung, dan mulut)
- Menutup mulut atau hidung saat batuk atau bersin menggunakan tisu atau siku bagian dalam.
- Gunakan masker, terutama di tempat dan transportasi umum.
- Terapkan gaya hidup sehat dengan melakukan olahraga rutin, melengkapi suplementasi dan mengonsumsi makanan bergizi seimbang (karbohidrat, protein, dan lemak) untuk menjaga daya tahan tubuh.
- Konsumsi makanan dan minuman yang kaya akan vitamin dan mineral seperti sayur dan buah.
- Tidur yang cukup agar dapat menunjang imunitas tubuh.
Itulah beberapa hal yang perlu Moms ketahui tentang influenza A. Mari berusaha menerapkan langkah pencegahan di atas, agar tubuh tetap sehat dan terhindar dari penyakit, terutama influenza A. (MB/Vonda Nabilla/RF/Foto: Benzoix/Dok.Freepik & RSPI)