Type Keyword(s) to Search
FAMILY & LIFESTYLE

Apakah PMO Bisa Membuat Mandul Pria? Ini Faktanya, Dads

Apakah PMO Bisa Membuat Mandul Pria? Ini Faktanya, Dads

Follow Mother & Beyond untuk mendapatkan informasi terkini. Klik untuk follow Instagram dan YouTube Mother & Beyond

Perencanaan kehamilan sangat terkait dengan kesehatan reproduksi. Ketika Moms & Dads sedang berusaha menghadirkan buah hati, kesehatan fisik dan mental Anda berdua menjadi prioritas utama. Salah satu topik yang mungkin jarang dibicarakan secara terbuka tetapi sering memicu rasa khawatir adalah kebiasaan PMO (Pornografi, Masturbasi, dan Orgasme) pada pria. Pertanyaannya, apakah PMO bisa membuat mandul?

Banyak informasi yang beredar di masyarakat mengenai dampak kebiasaan PMO terhadap kualitas sperma dan kemampuan reproduksi seorang pria. Nah, berikut ini penjelasan lengkap mengenai apa itu PMO, apa efek sampingnya bagi kesehatan pria, serta apakah PMO bisa membuat mandul.

Apa itu PMO?

PMO adalah singkatan dari Pornography, Masturbation, and Orgasm (Pornografi, Masturbasi, dan Orgasme). Istilah ini merujuk pada sebuah siklus perilaku di mana seseorang mengonsumsi konten pornografi yang kemudian dilanjutkan dengan aktivitas masturbasi hingga mencapai klimaks atau orgasme.

Secara medis dan psikologis, siklus ini memicu pelepasan hormon dopamin dalam jumlah besar di otak. Dopamin adalah zat kimia yang menciptakan perasaan senang dan puas. Ketika siklus PMO dilakukan secara berulang dan menjadi kebiasaan yang sulit dikendalikan, otak dapat mengalami desensitisasi. Hal ini berarti tubuh akan menuntut tingkat rangsangan yang lebih tinggi untuk mencapai tingkat kepuasan yang sama, yang pada akhirnya dapat memengaruhi pola pikir, suasana hati, dan perilaku sehari-hari.

Baca juga: Dads Wajib Tahu, Ini 10 Cara Meningkatkan Kualitas Sperma

Apa ciri-ciri mandul pada pria?

Masalah kesuburan sering kali tidak menunjukkan gejala fisik yang tampak jelas dari luar. Banyak pria yang mengalami masalah kemandulan tetap memiliki kehidupan seksual yang normal dan ejakulasi yang terlihat biasa saja. Namun, ada beberapa tanda dan kondisi yang bisa menjadi petunjuk adanya gangguan kesuburan pada pria, yaitu:

1. Gangguan fungsi seksual

Kesulitan mempertahankan ereksi (disfungsi ereksi) atau masalah pada proses ejakulasi, seperti ejakulasi dini atau volume cairan semen yang sangat sedikit, bisa menjadi salah satu tanda awal. Penurunan gairah seksual (libido) yang drastis juga patut mendapat perhatian medis.

2. Perubahan fisik pada area reproduksi

Rasa nyeri, bengkak, atau adanya benjolan di area testis memerlukan pemeriksaan dokter segera. Selain itu, varikokel atau pembengkakan pembuluh darah di skrotum merupakan salah satu penyebab paling umum dari menurunnya kualitas dan kuantitas sperma.

3. Tanda-tanda ketidakseimbangan hormon

Hormon berperan sangat penting dalam produksi sperma. Ketidakseimbangan ini bisa ditandai dengan kerontokan rambut tubuh atau wajah yang tidak wajar, pertumbuhan payudara pada pria (ginekomastia), hingga kelelahan kronis yang tidak bisa dijelaskan penyebabnya.

Baca juga: Perlu Tahu, Ini Penyebab Kemandulan pada Pria dan Cara Mengatasinya

Apa efek samping PMO pada pria?

Meskipun aktivitas seksual mandiri sering dianggap sebagai hal yang alami, siklus PMO yang dilakukan secara berlebihan dan kompulsif dapat membawa berbagai efek samping, baik secara fisik maupun psikologis, Dads.

Secara psikologis, kebiasaan ini dapat menguras energi mental. Anda mungkin merasa mudah lelah, kehilangan motivasi, atau mengalami brain fog (kabut otak) yang membuat sulit berkonsentrasi pada pekerjaan atau aktivitas keluarga. Perasaan bersalah, cemas, atau penurunan rasa percaya diri juga sering menyertai kebiasaan ini, yang pada gilirannya dapat memengaruhi keharmonisan hubungan Anda dan istri.

Secara fisik, meskipun masturbasi itu sendiri tidak merusak organ tubuh, paparan pornografi yang terus-menerus dapat memicu kondisi yang disebut Porn-Induced Erectile Dysfunction (PIED). Kondisi ini membuat seorang pria kesulitan mencapai atau mempertahankan ereksi saat berhubungan intim secara nyata dengan pasangannya, karena otaknya telah terbiasa dengan rangsangan visual ekstrem dari layar kaca. Tentu saja, hal ini bisa menjadi tantangan tersendiri ketika Anda dan istri sedang merencanakan kehamilan.

Apakah PMO bisa membuat mandul?

Ini adalah pertanyaan inti yang paling sering mengganjal di pikiran banyak pasangan. Secara langsung dan dari tinjauan biologis, PMO tidak menyebabkan kemandulan permanen. Tubuh pria terus memproduksi sperma baru setiap harinya, dan aktivitas masturbasi tidak akan membuat produksi sperma berhenti bekerja atau kehabisan stok selamanya.

Namun, jika PMO dilakukan dengan frekuensi yang sangat tinggi (misalnya beberapa kali dalam sehari), hal ini dapat menurunkan jumlah sperma yang terkandung dalam satu kali ejakulasi untuk sementara waktu. Jika Anda melakukan masturbasi sesaat sebelum masa subur istri, jumlah sperma yang tersedia untuk membuahi sel telur mungkin tidak optimal, Dads. Penting dipahami, tubuh butuh waktu setidaknya 24-48 jam untuk memulihkan cadangan sperma pada tingkat yang ideal untuk pembuahan.

Selain itu, dampak psikologis seperti disfungsi ereksi (PIED) yang disebabkan oleh konsumsi pornografi berlebihan dapat menyulitkan pasangan untuk melakukan hubungan intim secara teratur. Tanpa hubungan intim yang berkualitas di masa subur, tentu saja peluang kehamilan akan menurun secara signifikan. Jadi, meskipun PMO bukan penyebab kerusakan organ reproduksi yang memicu kemandulan, efek domino dari kebiasaan ini dapat menghambat keberhasilan program hamil yang sedang dijalani.

Itulah penjelasan mengenai apakah PMO bisa membuat mandul. Agar perencanaan kehamilan bisa berjalan dengan lancar, mulailah menerapkan gaya hidup sehat dengan mengonsumsi makanan bergizi, berolahraga secara teratur, dan mengelola stres. Jangan ragu juga untuk berkonsultasi dengan dokter guna mendukung perencanaan kehamilan pasangan Anda. (MB/SW/RF/Foto: Freepik)