Follow Mother & Beyond untuk mendapatkan informasi terkini. Klik untuk follow Instagram dan YouTube Mother & Beyond
Moms, kasus campak di Indonesia kembali menjadi perhatian serius. Berdasarkan data nasional Kementerian Kesehatan Republik Indonesia di minggu ke-11 tahun 2026, tercatat sebanyak 58 kejadian luar biasa (KLB) campak di 39 kabupaten/kota di 14 provinsi. Jumlah kasus campak yang dikonfirmasi sempat menyentuh angka 2.740 kasus pada awal tahun. \
Dengan tingginya kasus campak ini Moms perlu memahami kapan seharusnya jadwal pemberian vaksin campak untuk memberikan perlindungan optimal pada Si Kecil.
Usia berapa imunisasi campak diberikan pada anak?
Campak disebabkan oleh infeksi Morbillivirus. Campak bisa menular melalui droplet atau sentuhan dengan benda yang terkontaminasi. Yang mana jika terinfeksi biasanya ditandai dengan demam disertai timbulnya ruam kemerahan pada hampir seluruh permukaan kulit. Tentu kondisi ini perlu ditangani dengan cepat karena dapat menimbulkan risiko yang lebih serius.
Namun, tak perlu sampai mengalaminya, kondisi tersebut dapat dicegah melalui imunisasi, Moms! Campak bisa dicegah dengan pemberian vaksin Measles and Rubella (MR) atau vaksin Measles, Mumps, and Rubella (MMR) yang terbukti efektif serta digunakan lebih dari 141 negara untuk mencegah penyakit Campak dan Rubella.
Imunisasi MR atau MMR diberikan dalam beberapa tahap, sesuai dengan rekomendasi jadwal imunisasi anak di Indonesia. Anak pertama kali mendapatkan imunisasi MR di usia 9 bulan, lalu dilanjutkan dengan imunisasi booster di usia 18 bulan untuk memperkuat kekebalan tubuh. Selanjutnya anak tetap perlu diberikan imunisasi MR saat usia sekolah 5-7 tahun. Pemberian bertahap ini penting dilakukan karena kekebalan vaksin pertama bisa menurun seiring waktu, sehingga perlu diperkuat dengan booster.
Baca juga:Jangan Keliru, Ini Perbedaan Campak dan Rubella yang Moms Perlu Tahu
Bagaimana bila terlambat memberikan imunisasi?
Terlambat memberikan vaksin MR berisiko menimbulkan kerentanan tertular penyakit campak dan komplikasi yang lebih serius pada Si Kecil, Moms! Namun, tidak perlu khawatir Moms, jika jadwal tersebut terlewat, vaksin tetap bisa diberikan selama anak dalam kondisi sehat. Anak tidak perlu mengulang imunisasi dari awal, melainkan cukup dengan Program catch-up immunization atau imunisasi kejar.
Misalnya, anak sudah berusia 1 tahun namun belum mendapatkan vaksin campak, rekomendasi dari Ikatan Dokter Anak Indonesia (IDAI) adalah langsung memberikan vaksin MR dengan mengikuti program imunisasi kejar, dimana Si Kecil yang seharusnya sudah menerima dosis vaksin tertentu namun belum mendapatkannya.
Baca juga: Satu Anak Kena Campak Bisa Menularkan 18 Anak Lainnya! Ini Cara Mencegahnya
Apakah imunisasi campak aman untuk anak?
Imunisasi campak, baik melalui vaksin MR maupun MMR pada dasarnya aman dan telah digunakan secara luas di berbagai negara. Seperti halnya obat lain, vaksin memang dapat menimbulkan efek samping, tetapi sebagian besar bersifat ringan dan sementara.
Beberapa efek samping yang umum terjadi meliputi nyeri atau bengkak di area suntikan, demam ringan, ruam ringan, nyeri sendi sementara (lebih sering pada remaja atau orang tua), dan pembengkakan ringan pada pipi atau leher. Efek ini biasanya muncul dalam beberapa hari setelah imunisasi dan akan hilang sendirinya tanpa perlu pengobatan khusus.
Di tengah meningkatnya kasus campak, memastikan Si Kecil mendapatkan imunisasi lengkap bukan lagi sekadar pilihan, melainkan kebutuhan. Dengan jadwal yang tepat, vaksinasi dapat melindungi anak dari penyakit serta menjadi investasi terbaik untuk tumbuh kembangnya di masa depan. (MB/RA/RF/Foto: Prostooleh/Freepik)