KID

Kapan Anak Boleh Mulai Ikut Kelas Coding?


Follow Mother & Beyond untuk mendapatkan informasi terkini. Klik untuk follow Instagram dan YouTube Mother & Beyond


Penggunaan gawai oleh Si Kecil kerap membuat orang tua khawatir. Apakah Moms juga merasakannya? Sesungguhnya, Anda juga bisa mengalihkan ketertarikan anak terhadap gawai menjadi sesuatu yang lebih produktif, misalnya dengan mempelajari coding. Namun kapan anak boleh mulai ikut kelas coding?

Kekhawatiran tentang screen time adalah hal yang sangat wajar dialami oleh setiap orang tua. Namun, dengan pendekatan yang tepat, ketertarikan anak pada dunia digital bisa diubah menjadi keterampilan yang sangat berharga untuk masa depannya.

Nah, memahami bahasa teknologi kini perlahan menjadi sama pentingnya dengan belajar membaca, menulis, atau berhitung. Membimbing Si Kecil mengenal dunia pemrograman atau coding bisa menjadi langkah awal yang luar biasa. Belajar coding bukan berarti memaksa anak menjadi ahli komputer sejak kecil, melainkan melatih cara berpikir Si Kecil agar lebih terstruktur dan kreatif.

Kapan anak boleh mulai ikut kelas coding?

Banyak orang tua merasa khawatir apakah coding terlalu rumit untuk dipelajari oleh anak-anak. Sebenarnya, anak-anak sudah bisa mulai diperkenalkan pada konsep dasar pemrograman sejak usia 5 hingga 7 tahun. Pada rentang usia ini, Si Kecil tidak akan dihadapkan pada baris kode teks yang memusingkan. Pembelajaran dilakukan melalui metode visual yang sangat interaktif dan menyenangkan.

Anak usia prasekolah dan awal sekolah dasar belajar menggunakan sistem blok atau block-based coding. Pembelajaran cukup menarik dan melepas blok warna-warni di layar untuk menggerakkan karakter animasi atau menyelesaikan teka-teki sederhana. Konsep sebab-akibat ini sangat mudah dipahami oleh pikiran anak yang sedang berkembang pesat.

Ketika anak mulai memasuki usia 8 hingga 12 tahun, mereka biasanya sudah memiliki kemampuan membaca dan logika yang lebih matang. Di usia inilah, Moms bisa mulai mengarahkan Si Kecil untuk mengikuti kelas coding yang lebih terstruktur. anak dapat secara bertahap beralih dari blok visual ke bahasa pemrograman berbasis teks sederhana.

Baca juga: Waspada Kecanduan Gadget pada Anak, Ini 7 Cara Simpel Mengatasinya

Manfaat mengajarkan coding sejak dini pada anak

Mengenalkan anak pada coding memberikan dampak positif yang jauh melampaui kemampuan mengoperasikan komputer. Berikut adalah beberapa manfaat utama yang akan dirasakan Si Kecil:

1. Melatih kemampuan pemecahan masalah

Saat menyusun kode, anak sering kali akan menemui bug atau kesalahan yang membuat programnya tidak berjalan sesuai keinginan. Kondisi ini melatih anak untuk tidak mudah menyerah. Si Kecil akan diajak mencari tahu letak kesalahan tersebut dan memperbaikinya, sehingga memupuk mental pemecah masalah yang tangguh.

2. Meningkatkan logika dan pemikiran kritis

Coding mengajarkan anak tentang urutan dan logika berkelanjutan. Si Kecil akan belajar bagaimana memecahkan masalah besar menjadi langkah-langkah kecil yang lebih mudah dikelola. Keterampilan berpikir komputasional ini sangat berguna dan dapat diterapkan dalam pelajaran sekolah seperti matematika dan sains.

3. Mendorong kreativitas tanpa batas

Berbeda dengan hanya menonton video atau bermain game buatan orang lain, coding menempatkan anak di kursi pencipta. Si Kecil bisa mewujudkan imajinasinya menjadi kenyataan, baik itu dengan membuat cerita interaktif, animasi lucu, atau permainan karyanya sendiri.

Baca juga: Cara Mengembalikan Anak ke Aktivitas Non-Gadget, Tanpa Drama dan Lebih Menyenangkan

Bahasa pemrograman yang cocok untuk anak pemula

Memilih bahasa pemrograman pertama untuk anak harus disesuaikan dengan usia dan tingkat pemahamannya. Tujuannya adalah membangun rasa percaya diri dan ketertarikan, bukan membuat anak merasa terbebani.

1. Scratch

Scratch adalah bahasa pemrograman visual yang dikembangkan oleh MIT khusus untuk anak-anak berusia 8-16 tahun. Tersedia juga versi ScratchJr untuk anak usia 5-7 tahun. Scratch menggunakan blok warna-warni yang sangat intuitif, sehingga anak bisa langsung membuat animasi atau game sederhana tanpa perlu mengetik kode rumit.

2. Python

Jika Si Kecil sudah menginjak usia pra-remaja dan siap beralih ke bahasa berbasis teks, Python adalah pilihan yang paling direkomendasikan. Sintaks atau tata bahasa Python sangat mirip dengan bahasa Inggris sehari-hari. Bahasa ini ringkas, mudah dibaca, namun cukup kuat untuk digunakan oleh para profesional komputer sungguhan.

Platform belajar coding online yang ramah anak

Ada banyak wadah yang menyediakan lingkungan belajar aman dan menyenangkan bagi anak-anak untuk mengeksplorasi minat mereka. Beberapa platform populer yang bisa Moms dan Dads coba bersama Si Kecil antara lain:

1. Code.org

Platform nirlaba ini menawarkan kurikulum gratis yang sangat komprehensif untuk berbagai rentang usia. Code.org sering menggunakan karakter dari game atau film populer seperti Minecraft dan Star Wars untuk membuat pelajaran terasa lebih dekat dan menyenangkan bagi anak.

2. Tynker

Tynker menyediakan kursus mandiri dengan elemen permainan yang kuat. Anak-anak bisa belajar coding sambil memecahkan misi luar angkasa atau membuat modifikasi untuk permainan kesukaan mereka. Tynker memadukan pembelajaran visual dan teks secara bertahap.

Cara memilih kelas coding yang tepat untuk anak

Jika Moms dan Dads memutuskan untuk mendaftarkan Si Kecil ke kelas atau kursus coding formal, ada beberapa pertimbangan penting agar pengalaman belajar anak menjadi maksimal.

  • Pertama, pastikan kurikulum yang ditawarkan sesuai dengan usia anak. Jangan memaksakan anak usia dini untuk langsung belajar bahasa teks yang rumit.
  • Kedua, perhatikan rasio guru dan murid. Kelas dengan jumlah murid yang lebih sedikit memungkinkan pengajar memberikan perhatian ekstra pada perkembangan setiap anak.
  • Ketiga, pilihlah kelas yang lebih menekankan pada pembuatan proyek kreatif atau project-based learning. Anak akan merasa lebih termotivasi ketika ia bisa memamerkan hasil karya nyata di akhir sesi, dibandingkan hanya menghafal teori yang membosankan. Pastikan juga suasana kelas terasa hangat dan mendukung kolaborasi antar teman sebaya.

Mengajarkan anak berinteraksi dengan teknologi secara positif adalah bekal berharga. Mengenalkan coding sejak dini membantu mengubah peran mereka dari sekadar konsumen teknologi menjadi pencipta yang inovatif dan percaya diri.Dengan mengetahui kapan anak boleh mulai ikut kelas coding, Moms dan Dads bisa mulai mencari kelas yang tepat untuknya.

Dan yang tidak kalah penting, selalu pantau perkembangan anak. Mendampingi Si Kecil akan membuat proses belajarnya menjadi lebih maksimal. (MB/WR/RF/Foto: Pch.Vector/Freepik)