Follow Mother & Beyond untuk mendapatkan informasi terkini. Klik untuk follow Instagram dan YouTube Mother & Beyond
Wajah bayi baru lahir tentu sangat menggemaskan, dengan penglihatan yang berkedip-kedip. Anda mungkin bertanya-tanya, kapan bayi bisa melihat? Moms pasti tidak sabar untuk dapat segera berinteraksi dengan Si Kecil.
Penglihatan bukan sekadar fungsi biologis dasar. Kemampuan melihat adalah fondasi krusial bagi bayi untuk memproses informasi, merespons lingkungan, dan membangun koordinasi motorik di masa depan. Penting bagi setiap orang tua untuk selalu memantau kemampuan bayi dalam melihat.
Kapan bayi bisa melihat?
Bayi sudah bisa melihat sejak mereka dilahirkan ke dunia. Berdasarkan data dari American Academy of Ophthalmology, bayi sudah memiliki kemampuan visual sejak mereka mengambil napas pertama. Kendati demikian, struktur mata dan pusat kendali penglihatan di otak mereka belum matang secara sempurna.
Pada minggu-minggu awal kehidupan, bayi baru lahir hanya memiliki jarak pandang sekitar 20 hingga 30 sentimeter. Pada fase ini, bayi merespons warna-warna dengan kontras tinggi, khususnya hitam dan putih, karena sel-sel reseptor warna di retina mereka belum beroperasi secara penuh.
Penglihatan bayi akan terus mengalami perkembangan dari bulan ke bulan, hingga akhirnya mencapai tingkat kejernihan optimal pada usia sekitar 12 bulan.
Tidak perlu panik bila bayi belum melakukan eye contact saat Anda mengajaknya berinteraksi. Bayi baru lahir juga menghabiskan sebagian besar waktunya untuk tidur. Tetap berkomunikasi saat Si Kecil terjaga menjadi langkah tepat untuk melatih interaksi.
Baca juga: Mata Bayi Sering Melihat ke Atas? Ketahui Penyebab dan Cara Mengatasinya
Tahap perkembangan penglihatan bayi dari bulan ke bulan
1. Perkembangan penglihatan bayi pada usia 0-2 bulan
Pada dua bulan pertama, bayi sedang melakukan penyesuaian besar terhadap paparan cahaya di luar rahim. Mata bayi mungkin sesekali terlihat juling atau tidak bergerak secara sinkron. Anda tidak perlu panik, karena otot-otot mata mereka masih dalam fase kalibrasi untuk bekerja sama.
Pada usia ini, Anda bisa memberikan stimulasi visual berupa pola garis tebal atau objek dengan kontras tinggi. Bayi mulai menatap wajah Anda dengan lebih intens. Mereka sedang mengumpulkan data visual untuk mengenali figur-figur krusial yang akan sering mereka lihat dalam kehidupannya.
2. Perkembangan penglihatan bayi usia 3-4 bulan
Memasuki bulan ketiga dan keempat, bayi menunjukkan kemajuan kemampuan visual yang signifikan. Koordinasi antara kedua mata mulai terbentuk dengan solid. Bayi kini memiliki kemampuan melacak objek yang bergerak melintasi garis pandangnya.
Ini adalah momen di mana persepsi warna mulai aktif beroperasi. Reseptor warna merah dan hijau pada retina bayi mulai berfungsi dengan baik, diikuti oleh warna biru dan kuning. Anda bisa memanfaatkannya dengan menghadirkan mainan berwarna cerah.
Kemampuan mereka untuk memindahkan pandangan dari satu objek ke objek lain tanpa harus menggerakkan seluruh kepala juga menjadi tanda perkembangan di fase ini.
Baca juga: Cara Ampuh Melentikkan Bulu Mata Bayi
3. Perkembangan penglihatan bayi usia 5-12 Bulan
Periode usia 5 hingga 12 bulan adalah fase akselerasi bagi ketajaman visual anak. Pada usia 5 bulan, persepsi kedalaman visual (depth perception) bayi telah matang. Mereka kini mampu mengukur jarak antara diri mereka dengan benda di sekitarnya secara akurat. Kemampuan ini menjadi tahapan penting saat bayi mulai belajar meraih benda, merangkak, hingga akhirnya berjalan.
Saat mencapai usia 12 bulan, kemampuan penglihatan bayi sudah beroperasi pada kapasitas yang setara dengan orang dewasa normal. Mereka dapat melihat dalam rentang spektrum warna yang utuh, mengenali orang dari jarak jauh, dan memproses detail visual yang kompleks. Ini adalah hasil akhir dari proses pertumbuhan biologis yang didukung oleh interaksi dan stimulasi yang tepat.
Itulah informasi terkait kapan bayi bisa melihat. Pastikan Moms selalu memantau perkembangan penglihatan bayi dengan seksama. Segera konsultasikan ke dokter bila bayi tidak menunjukkan respons atau tatapan mata bayi terlihat kosong. (MB/RF/Foto: Oss Leos/Pexels)