Follow Mother & Beyond untuk mendapatkan informasi terkini. Klik untuk follow Instagram dan YouTube Mother & Beyond
Moms, melihat anak semakin akrab dengan gadget dan internet mungkin menimbulkan perasaan yang campur aduk. Di satu sisi, teknologi membuat Si Kecil dapat belajar dan mengeksplorasi hal baru. Namun, orang tua juga perlu memastikan bahwa selama anak mengakses internet, tetap terkontrol dan sesuai dengan usianya.
Menurut Psikolog Klinis sekaligus Founder Amanasa, Marsha Tengker, teknologi sudah menjadi bagian dari kehidupan anak saat ini dan fokus orang tua bukan lagi sekadar membatasi penggunaan gadget, tetapi membantu anak membangun hubungan yang baik dengan teknologi.
"Teknologi adalah bagian dari realitas yang dihadapi anak-anak saat ini. Karena itu, fokus kita bukan sekadar membatasi penggunaan gadget, tetapi membantu anak memahami cara menggunakannya dengan tujuan yang jelas, mengenali batasannya, dan tetap memiliki keseimbangan dengan aktivitas di dunia nyata. Pendampingan dan komunikasi yang terbuka dari orang tua menjadi kunci dalam proses tersebut," jelas Marsha, yang ditemui dalam acara #AKSIDigital: Ruang Tumbuh Keluarga Indonesia, yang diadakan oleh Google dan Youtube Indonesia, beberapa waktu lalu.
Sejalan dengan hal tersebut, guru sekaligus content creator, Nanda Yurani, menilai teknologi dapat menjadi ruang bagi anak untuk belajar sekaligus mengembangkan rasa ingin tahunya.
"Teknologi membuka peluang yang luar biasa bagi anak untuk belajar dan mengeksplorasi hal-hal yang mereka sukai. Ketika rasa ingin tahu muncul, mereka dapat langsung mengakses berbagai sumber pengetahuan dan perspektif baru melalui konten-konten di YouTube," ujarnya.
Lalu, bagaimana cara membantu anak membangun kebiasaan yang sehat di dunia digital? Berikut beberapa langkah yang Moms bisa mulai dari rumah.
Kebiasaan sederhana untuk jaga digital well-being di rumah
1. Jadikan obrolan tentang dunia online sebagai rutinitas
Sama seperti menanyakan kegiatan anak di sekolah, Moms juga bisa memulai mengajak mereka bercerita tentang aktivitasnya di dunia digital. Tanyakan video apa saja yang sedang Si Kecil sukai, siapa kreator favoritnya, atau hal baru apa yang mereka dapatkan di internet. obrolan sederhana ini dapat membantu orang tua memahami dunia anak sekaligus membangun komunikasi yang lebih terbuka.
2. Sesekali duduk dan nonton bersama
Menonton bersama bukan hanya tentang mengawasi apa yang dilihat anak, tetapi juga menjadi kesempatan antara orang tua dan anak memahami minat yang sama dan membangun kedekatan. Dari sana, Moms juga bisa mengetahui alasan anak menyukai konten tersebut serta membuka ruang diskusi yang lebih menyenangkan.
3. Buat aturan bersama, bukan sekadar larangan
Anak cenderung lebih mudah memahami aturan ketika dilibatkan dalam proses pembuatannya. Daripada hanya mengatakan “tidak boleh”, coba ajak anak berdiskusi mengenai waktu dan batasan penggunaan gadget yang disepakati bersama. Cara ini bukan hanya sekadar aturan semata lho, Moms. Tapi, juga mengajarkan bagaimana anak bertanggung jawab dengan batasan sedari dini.
4. Jangan lupakan aktivitas di dunia nyata
Meski teknologi sudah menjadi bagian dari keseharian, anak tetap membutuhkan banyak aktivitas dan pengalaman di luar lingkungan digital. Bermain, berolahraga, membaca buku, atau sekadar menghabiskan waktu bersama keluarga dapat membantu anak menjaga keseimbangan antara dunia digital dan kehidupan sehari-hari
5. Dampingi anak memilih konten yang mereka konsumsi
Internet menawarkan banyak sekali informasi dan hiburan. oleh karena itu, pendampingan orang tua sangat perlu untuk anak dapat mengakses konten yang sesuai dengan usia dan kebutuhannya. Dengan arahan yang tepat, teknologi dapat menjadi sarana belajar yang memperkaya wawasan sekaligus mendukung perkembangan anak.
Pada dasarnya membangun digital well-being tidak selalu membutuhkan langkah besar. Kehadiran orang tua, komunikasi yang terbuka, dan kebiasaan sederhana yang dilakukan secara konsisten justru menjadi fondasi penting agar anak dapat tumbuh sebagai pengguna teknologi yang bijak, kritis, dan bertanggung jawab. (MB/RA/RF/Foto: Freepik & Dok. Google - Youtube)