Follow Mother & Beyond untuk mendapatkan informasi terkini. Klik untuk follow Instagram dan YouTube Mother & Beyond
Setiap orang tua pasti merindukan momen mendengar celoteh pertama Si Kecil. Namun, bagaimana jika Si Kecil tampak lebih lambat bicara dibandingkan teman-teman sebayanya? Dalam tradisi keluarga muslim, banyak orang tua memadukan dua hal: ikhtiar lahir berupa stimulasi dan ikhtiar batin berupa doa. Sambil menstimulasi Si Kecil, Moms bisa memanjatkan doa agar anak cepat bicara.
Doa agar anak cepat bicara adalah ikhtiar spiritual yang bisa Moms panjatkan sambil tetap memberikan stimulasi bahasa sehari-hari. Dalam Islam, doa seperti memohon kelancaran lisan (terinspirasi dari doa Nabi Musa) sering diamalkan orang tua. Namun, doa sebaiknya berjalan beriringan dengan upaya nyata seperti mengajak anak berbicara dan, bila perlu, konsultasi dengan ahli.
Mengenal doa-doa dalam Islam untuk melancarkan bicara anak
Dalam Islam, doa adalah bentuk komunikasi paling tulus antara seorang hamba dengan Allah. Untuk urusan anak yang belum lancar bicara, banyak orang tua merujuk pada doa Nabi Musa yang memohon kemudahan dalam berbicara dan menyampaikan maksud.
Doa ini diabadikan dalam Al-Qur'an surah Taha ayat 25-28, ketika Nabi Musa berkata:
Rabbisyrahli sadri, wa yassirli amri, wahlul 'uqdatam mil lisani, yafqahu qauli.
Artinya: Ya Tuhanku, lapangkanlah dadaku, mudahkanlah urusanku, dan lepaskanlah kekakuan dari lidahku, supaya mereka mengerti perkataanku.
Banyak orang tua muslim membacakan doa ini sambil mengusap lembut kepala atau dada Si Kecil. Doa ini dipilih karena maknanya yang sangat relevan: memohon kelancaran lisan dan kemudahan menyampaikan maksud. Bagi Moms yang sedang menanti kata pertama Si Kecil, doa ini bisa menjadi sandaran hati yang menenangkan.
Baca juga: Bacaan Doa dan Zikir agar Anak Pintar dan Cerdas
Perbedaan antara doa dan upaya medis dalam menangani keterlambatan bicara
Penting untuk Moms pahami: doa dan upaya medis bukanlah dua hal yang harus dipilih salah satu. Keduanya berjalan beriringan, masing-masing dengan perannya sendiri.
Doa adalah ikhtiar batin yang menumbuhkan ketenangan, kesabaran, dan keyakinan dalam hati orang tua. Sementara upaya medis dan stimulasi adalah ikhtiar lahir yang membantu anak mengembangkan kemampuannya secara nyata. Dalam Islam sendiri, kita diajarkan untuk berdoa sekaligus berusaha.
Kapan perlu berkonsultasi dengan ahli?
Doa boleh terus dipanjatkan, tetapi ada tanda-tanda yang sebaiknya membuat Moms mempertimbangkan konsultasi dengan dokter anak atau terapis wicara, yakni:
- Anak belum mengeluarkan kata bermakna saat usia 18 bulan.
- Anak tidak merespons saat namanya dipanggil.
- Anak kesulitan memahami instruksi sederhana.
- Anak jarang melakukan kontak mata atau menunjuk benda yang diinginkan.
Mencari pertolongan ahli adalah bagian dari ikhtiar yang dianjurkan dalam Islam.
Baca juga: Bacaan Doa Meminta Kesembuhan untuk Anak yang Sedang Sakit
Kumpulan doa agar anak cepat bicara sesuai ajaran Islam
Berikut ini beberapa doa yang bisa Moms amalkan untuk memohon kelancaran bicara Si Kecil. Moms bisa memilih salah satu atau membacanya bergantian.
1. Doa Nabi Musa untuk kelancaran lisan
Rabbisyrahli sadri, wa yassirli amri, wahlul 'uqdatam mil lisani, yafqahu qauli.
Artinya: Ya Tuhanku, lapangkanlah dadaku, mudahkanlah urusanku, dan lepaskanlah kekakuan dari lidahku, supaya mereka mengerti perkataanku. (QS. Taha: 25-28)
Doa ini paling populer dipanjatkan orang tua karena maknanya yang langsung menyentuh tema kelancaran berbicara.
2. Doa memohon kebaikan untuk anak
Rabbi habli minas-shalihin.
Artinya: Ya Tuhanku, anugerahkanlah kepadaku (seorang anak) yang termasuk orang-orang yang saleh. (QS. as-Saffat: 100)
Doa ini bisa Moms panjatkan sebagai harapan agar Si Kecil tumbuh sehat, saleh, dan berkembang dengan baik—termasuk dalam kemampuan berbahasanya.
3. Doa memohon keturunan yang baik
Rabbi hablii mil ladunka dzurriyyatan thayyibah, innaka sami'ud du'a.
Artinya: Ya Tuhanku, berilah aku dari sisi-Mu seorang anak yang baik. Sesungguhnya Engkau Maha Mendengar doa. (QS. Ali Imran: 38)
Doa Nabi Zakaria ini cocok dipanjatkan sebagai bentuk harapan menyeluruh akan kebaikan anak.
4. Membaca surah al-Fatihah dan ayat-ayat Al-Qur'an
Selain doa khusus, banyak orang tua membiasakan membacakan al-Fatihah dan ayat-ayat pendek di dekat Si Kecil. Selain bernilai ibadah, mendengar bacaan yang berulang juga menjadi bentuk stimulasi pendengaran bagi anak.
Cara mengamalkan doa agar anak cepat bicara dengan khusyuk dan istikamah
Doa yang dipanjatkan dengan hati yang khusyuk dan konsisten akan terasa lebih bermakna. Berikut ini beberapa cara agar Moms bisa mengamalkannya dengan lebih tenang dan istikamah.
1. Pilih waktu mustajab. Moms bisa memanjatkan doa di sepertiga malam terakhir, setelah salat fardu, atau di antara azan dan ikamah—waktu-waktu yang diyakini lebih dikabulkan.
2. Awali dengan memuji Allah dan bersalawat. Memulai doa dengan pujian dan salawat kepada Nabi Muhammad SAW termasuk adab berdoa yang dianjurkan.
3. Hadirkan hati, bukan sekadar lisan. Pahami makna setiap kata yang Moms ucapkan agar doa terasa lebih khusyuk dan menenangkan.
4. Sertai dengan sentuhan kasih. Sambil berdoa, usap lembut kepala Si Kecil. Sentuhan ini menumbuhkan ikatan emosional yang juga baik untuk perkembangannya.
5. Bersabar dan tetap istikamah. Hasil doa adalah hak Allah. Tugas Moms adalah terus berdoa, berusaha, dan menjaga prasangka baik kepada-Nya.
Ingat, Moms, berdoa bukan tentang seberapa cepat hasilnya datang, melainkan tentang ketulusan dan keistikamahan kita dalam memohon.
Fakta tentang hubungan spiritual dan stimulasi dalam perkembangan bahasa anak
Doa menenangkan hati, dan hati yang tenang membuat Moms lebih sabar serta hadir penuh saat mendampingi Si Kecil. Doa yang Moms panjatkan juga sebaiknya berdampingan dengan stimulasi sehari-hari, seperti:
1. Ajak Si Kecil mengobrol sepanjang hari. Ceritakan apa yang sedang Moms lakukan, walau ia belum bisa menjawab.
2. Bacakan buku cerita bergambar. Tunjuk gambar sambil menyebut namanya untuk memperkaya kosakata.
3. Bernyanyi bersama. Lagu dan nada membantu anak mengingat kata dengan lebih mudah.
4. Batasi screen time. Interaksi langsung dengan orang tua jauh lebih efektif daripada layar untuk merangsang kemampuan bicara.
5. Beri respons saat Si Kecil bersuara. Ketika ia mengoceh, balas dengan antusias agar ia merasa didengar dan terdorong untuk terus mencoba.
Itulah bacaan doa agar anak cepat bicara. Setiap anak punya jadwal tumbuh kembangnya sendiri, Moms. Ada yang lancar bicara lebih awal, ada pula yang butuh waktu sedikit lebih lama. Yang terpenting, Moms terus memadukan doa dengan stimulasi. Perpaduan antara doa yang tulus dan stimulasi yang konsisten menciptakan lingkungan terbaik bagi tumbuh kembang Si Kecil. (MB/SW/RF/Foto: Freepik)