Follow Mother & Beyond untuk mendapatkan informasi terkini. Klik untuk follow Instagram dan YouTube Mother & Beyond
Melihat Si Kecil tiba-tiba rewel, sering menggigit, atau mengeluarkan air liur berlebih sering membuat Moms bertanya-tanya, apakah ini tanda tumbuh gigi atau sedang sakit? Kebingungan ini wajar karena ciri-ciri bayi tumbuh gigi sering mirip tanda penyakit ringan. Cari tahu informasi lengkapnya di sini, mulai dari ciri umum, usia munculnya gigi, gejala yang perlu diwaspadai, cara meredakan ketidaknyamanan, hingga kapan harus berkonsultasi ke dokter.
Ciri bayi tumbuh gigi
Tanda bayi tumbuh gigi umumnya muncul beberapa hari hingga satu minggu sebelum gigi benar-benar terlihat di permukaan gusi. Salah satu ciri yang paling sering dikenali adalah gusi bayi bengkak disertai kemerahan pada area yang akan muncul gigi baru. Berikut beberapa tanda umum lain yang perlu diperhatikan.
1. Air liur berlebih
Produksi air liur meningkat drastis dibanding biasanya, sering kali membuat area sekitar mulut dan dagu bayi tampak basah sepanjang hari. Kondisi ini terjadi karena rangsangan pada gusi memicu kelenjar liur bekerja lebih aktif. Jika dibiarkan tanpa dilap, air liur dapat memicu iritasi ringan di sekitar dagu dan leher.
2. Suka menggigit dan mengunyah
Bayi cenderung memasukkan tangan, mainan, atau benda apa pun ke dalam mulut karena tekanan pada gusi terasa lebih nyaman saat digigit. Kebiasaan ini muncul sebagai respons alami untuk meredakan rasa gatal akibat gigi yang mendorong dari dalam gusi. Semakin dekat waktu gigi muncul, keinginan menggigit ini biasanya semakin sering terlihat.
3. Gusi bengkak dan sensitif
Gusi tampak lebih merah, bengkak, dan terasa nyeri saat disentuh, terutama pada area yang akan ditumbuhi gigi. Moms bisa memeriksanya dengan meraba gusi menggunakan jari bersih untuk merasakan benjolan kecil. Pada beberapa kasus, gusi yang bengkak bahkan terlihat sedikit memutih, tanda gigi sudah semakin dekat muncul.
4. Rewel dan sulit tidur
Rasa tidak nyaman pada gusi dapat membuat bayi lebih mudah menangis, gelisah, atau terbangun di malam hari. Pola tidur yang biasanya teratur bisa terganggu karena nyeri terasa lebih intens saat bayi berbaring. Beberapa bayi juga menjadi lebih rewel menjelang malam, sehingga butuh lebih banyak perhatian.
5. Nafsu makan menurun
Sensasi nyeri pada gusi terkadang membuat bayi enggan menyusu atau makan seperti biasa untuk sementara. Proses mengisap atau mengunyah dapat memperbesar tekanan pada gusi yang bengkak, sehingga bayi makan lebih sedikit. Penurunan nafsu makan ini bersifat sementara dan kembali normal begitu gigi baru muncul.
Baca juga:Ciri-Ciri Demam Tumbuh Gigi pada Bayi
Usia dan urutan gigi tumbuh
1. Gigi seri bawah depan (6-10 bulan)
Umumnya menjadi gigi pertama yang muncul, tumbuh di bagian tengah rahang bawah. Gigi ini biasanya tumbuh sepasang, meski salah satu sisi bisa muncul lebih dulu beberapa hari atau minggu sebelum pasangannya. Kemunculan gigi pertama ini sering menjadi momen yang paling ditunggu, karena menandai dimulainya seluruh rangkaian proses tumbuh gigi bayi.
2. Gigi seri atas depan (8-12 bulan)
Muncul beberapa minggu hingga bulan setelah gigi seri bawah, biasanya juga tumbuh berpasangan di bagian tengah atas. Gejala menjelang tumbuhnya gigi ini terkadang terasa lebih intens dibanding gigi pertama, karena gusi atas cenderung lebih tebal. Setelah kedua pasang gigi seri depan ini tumbuh, senyum bayi akan mulai terlihat lebih lengkap.
3. Gigi seri samping (9-16 bulan)
Tumbuh di kedua sisi gigi seri depan, baik di rahang atas maupun bawah, sehingga melengkapi bagian depan mulut bayi. Proses kemunculannya cenderung lebih bertahap dibanding gigi seri depan, kadang muncul satu per satu dalam rentang waktu beberapa minggu. Dengan tumbuhnya gigi seri samping, bayi biasanya sudah mulai lebih terampil menggigit makanan bertekstur lunak.
4. Gigi geraham depan (13-19 bulan)
Muncul di bagian belakang gigi seri, dengan permukaan yang lebih lebar dan digunakan bayi untuk mulai mengunyah makanan bertekstur. Karena ukurannya lebih besar dari gigi seri, proses tumbuhnya sering kali menimbulkan rasa tidak nyaman yang lebih terasa pada gusi. Tahap ini juga menjadi penanda bahwa bayi mulai siap mengonsumsi variasi makanan yang lebih padat.
5. Gigi taring (16-23 bulan)
Tumbuh di antara gigi seri samping dan geraham depan, biasanya gejalanya lebih terasa dibanding gigi-gigi sebelumnya karena bentuknya yang runcing harus menembus gusi yang lebih padat. Pada tahap ini, bayi cenderung lebih sering menggigit benda-benda di sekitarnya untuk meredakan rasa tidak nyaman. Kehadiran gigi taring melengkapi susunan gigi depan bayi secara keseluruhan.
6. Gigi geraham belakang (23-33 bulan)
Menjadi gigi terakhir yang tumbuh, biasanya lengkap pada usia 2,5 hingga 3 tahun. Gigi ini berukuran paling besar di antara gigi susu lainnya dan berperan penting dalam membantu proses mengunyah makanan secara sempurna. Setelah gigi geraham belakang tumbuh lengkap, biasanya seluruh susunan 20 gigi susu bayi sudah terbentuk sepenuhnya.
Gejala yang berkaitan dengan tumbuh gigi
Salah satu kebingungan yang paling sering dialami Moms adalah menentukan apakah demam pada bayi benar-benar disebabkan proses tumbuh gigi, atau justru pertanda penyakit lain. Faktanya, tumbuh gigi hanya menyebabkan kenaikan suhu tubuh ringan, bukan demam tinggi atau diare berat. Tabel berikut membantu Moms membedakan gejala yang masih wajar dari yang perlu diwaspadai.
Cara meredakan ketidaknyamanan pada gusi Si Kecil
Ketidaknyamanan akibat gusi bengkak mau tumbuh gigi bisa diredakan dengan beberapa cara sederhana dan aman berikut.
1. Gunakan teether dingin
Teether yang telah didinginkan di lemari es (bukan freezer) dapat membantu meredakan nyeri gusi karena sensasi dingin memberi efek menenangkan pada area yang bengkak. Suhu dingin membantu mengurangi peradangan sementara, sehingga rasa gatal dan nyeri berkurang. Pastikan teether selalu bersih dan diganti secara berkala.
2. Pijat gusi dengan lembut
Menggunakan jari bersih atau kain kasa lembap, Moms dapat memijat gusi bayi secara perlahan untuk membantu mengurangi tekanan dan ketidaknyamanan. Pijatan lembut memberi rangsangan balik yang membantu mengalihkan rasa nyeri akibat gigi yang mendorong dari dalam gusi. Hentikan pijatan bila bayi menunjukkan tanda tidak nyaman.
3. Berikan makanan dingin bertekstur lembut
Untuk bayi yang sudah MPASI, makanan dingin seperti pure buah yang didinginkan dapat memberi rasa nyaman sekaligus tetap memenuhi kebutuhan nutrisi. Suhu dingin membantu meredakan sensasi panas pada gusi, sementara teksturnya tetap aman dikunyah. Hindari makanan yang terlalu keras agar tidak melukai gusi yang sensitif.
4. Jaga area mulut tetap kering
Mengelap air liur yang berlebih secara rutin membantu mencegah iritasi kulit di sekitar dagu dan mulut bayi. Gunakan kain lembut dengan gerakan menepuk, bukan menggosok, agar kulit tidak semakin teriritasi. Pelembap ringan yang aman untuk bayi juga membantu melindungi kulit dari kemerahan.
5. Berikan perhatian dan kenyamanan ekstra
Momen tumbuh gigi bisa membuat bayi lebih rewel, sehingga pelukan, gendongan, atau perhatian tambahan dari Moms turut membantu bayi merasa lebih tenang. Kehadiran dan sentuhan orang tua memberi rasa aman yang membantu meredakan stres akibat ketidaknyamanan fisik. Mengajak bayi bermain ringan juga bisa mengalihkan perhatiannya dari rasa tidak nyaman di gusi.
Baca juga: Cara Membersihkan Lidah Bayi yang Putih
Kapan perlu ke dokter?
Meski sebagian besar proses tumbuh gigi tergolong normal, ada beberapa kondisi yang tidak boleh diabaikan. Segera konsultasikan ke dokter apabila bayi mengalami demam tinggi di atas 38,5°C, diare berlangsung lebih dari sehari, ruam menyebar disertai gatal, atau tampak sangat lemas dan menolak makan-minum lama. Gejala tersebut kemungkinan besar bukan disebabkan tumbuh gigi, melainkan kondisi lain yang memerlukan penanganan medis.
Jika Moms merasa ragu meski gejalanya ringan, tidak ada salahnya tetap memeriksakan bayi ke dokter anak demi memastikan tumbuh kembangnya terpantau baik. Dengan memahami tanda bayi tumbuh gigi dan membedakannya dari gejala penyakit lain, Moms bisa merespons kondisi Si Kecil dengan lebih tepat dan tenang.(MB/RA/RF/Foto: Freepik)