Type Keyword(s) to Search
BABY

Ciri-Ciri Demam Tumbuh Gigi pada Bayi dan Cara Mengatasinya

Ciri-Ciri Demam Tumbuh Gigi pada Bayi dan Cara Mengatasinya

Follow Mother & Beyond untuk mendapatkan informasi terkini. Klik untuk follow Instagram dan YouTube Mother & Beyond

Momen ketika bayi mulai tumbuh gigi adalah salah satu tanda bahwa perkembangannya berjalan dengan baik, tetapi juga sering kali membawa kekhawatiran tersendiri bagi orang tua. Proses ini kerap disertai dengan ketidaknyamanan, tangisan, dan yang paling umum, perubahan suhu tubuh atau demam.

Sebagai orang tua yang cerdas, mengenali perbedaan antara demam biasa dan demam akibat tumbuh gigi adalah kunci untuk memberikan penanganan yang tepat. Jika Moms tidak mengetahui gejalanya, hal ini bisa berujung pada pemberian obat yang tidak perlu atau justru keterlambatan penanganan medis.

Lalu, berapa lama proses tumbuh gigi berlangsung? Apa saja ciri-ciri bayi demam tumbuh gigi dan bagaimana cara mengatasinya? Simak penjelasan lengkapnya di artikel ini, Moms!

Berapa lama proses tumbuh gigi bayi berlangsung?

Secara umum, gigi susu pertama bayi, biasanya gigi seri bawah, akan mulai menampakkan diri saat bayi berusia 6-10 bulan. Namun, perlu dicatat bahwa setiap anak memiliki garis waktu perkembangannya sendiri. Beberapa mungkin lebih cepat, sementara yang lain sedikit lebih lambat.

Proses erupsi gigi ini tidak terjadi sekaligus. Gigi susu akan tumbuh secara bertahap hingga lengkap berjumlah 20 gigi pada saat anak mencapai usia sekitar 3 tahun. Gejala yang menyertai tumbuhnya gigi, termasuk rasa tidak nyaman dan sedikit peningkatan suhu tubuh, biasanya muncul beberapa hari sebelum gigi menembus gusi dan mereda segera setelah gigi muncul ke permukaan.

Ciri-ciri anak yang mengalami demam tumbuh gigi

Secara klinis, tumbuh gigi memang menyebabkan sedikit kenaikan suhu tubuh karena adanya peradangan ringan pada gusi. Namun, kenaikan ini jarang sekali mencapai kategori demam tinggi (di atas 38 derajat Celsius). Berikut ini ciri-ciri spesifik yang membedakan gejala tumbuh gigi dengan penyakit lain.

1. Kenaikan suhu tubuh ringan

Bayi yang sedang tumbuh gigi mungkin terasa sedikit lebih hangat dari biasanya. Suhu tubuhnya mungkin berada di kisaran 37,2-37,7 derajat Celsius. Jika suhu melonjak hingga 38 derajat Celsius atau lebih, ini kemungkinan besar bukan disebabkan oleh tumbuh gigi semata, melainkan infeksi virus atau bakteri lain yang memerlukan perhatian medis.

2. Peningkatan produksi air liur (ngeces)

Ini adalah tanda klasik. Stimulasi pada gusi memicu kelenjar ludah bekerja lebih aktif. Moms mungkin akan sering mengganti bib atau baju bayi karena basah oleh air liur. Ruam ringan di sekitar mulut atau dagu juga bisa muncul akibat iritasi air liur yang berlebihan.

Baca juga: Bayi Suka Main Air Liur, Ternyata Ada Manfaatnya, Lho!

3. Gusi bengkak dan kemerahan

Jika Anda melihat ke dalam mulut bayi, area tempat gigi akan tumbuh biasanya terlihat membengkak, kemerahan, dan kadang terdapat benjolan kecil keras di bawah gusi. Ini adalah sumber utama rasa nyeri yang Si Kecil rasakan.

4. Perubahan perilaku makan

Rasa sakit pada gusi membuat kegiatan menyusu atau makan menjadi tidak nyaman. Bayi mungkin akan terlihat lapar, tetapi kemudian menolak puting atau sendok setelah beberapa isapan karena tekanan pada gusi yang meradang memicu rasa sakit.

5. Suka menggigit benda keras

Untuk meredakan tekanan di gusi, bayi secara naluriah akan mencari benda untuk digigit. Baik itu mainan, jari tangan Anda, atau jarinya sendiri. Tekanan balik dari menggigit memberikan rasa nyaman sementara pada gusi yang gatal dan sakit.

6. Pola tidur terganggu

Rasa tidak nyaman tidak mengenal waktu. Bayi yang biasanya tidur nyenyak mungkin akan lebih sering terbangun di malam hari atau sulit tidur siang karena rasa nyeri yang dialami.

Cara mengatasi demam karena tumbuh gigi

Menghadapi bayi yang rewel karena tumbuh gigi membutuhkan strategi yang tepat dan tenang. Tujuan utamanya adalah mengurangi ketidaknyamanan tanpa melakukan intervensi medis yang berlebihan. Berikut ini cara-cara praktis yang dapat Anda terapkan, Moms.

1. Kompres atau mainan dingin (teether)

Suhu dingin sangat efektif untuk mematikan rasa nyeri sementara dan mengurangi peradangan. Berikan teether (mainan gigit) yang sudah didinginkan di lemari es (bukan freezer, karena terlalu keras bisa melukai gusi). Kain bersih yang dibasahi air dingin juga bisa menjadi alternatif yang baik untuk digigit-gigit bayi.

2. Pijatan gusi lembut

Gunakan jari Anda yang sudah dicuci bersih untuk memijat gusi bayi dengan lembut. Tekanan ringan ini dapat menandingi rasa sakit yang timbul dari dalam gusi. Pastikan juga kuku Anda pendek agar tidak melukai jaringan mulut yang sensitif.

3. Menjaga kebersihan wajah

Untuk mencegah iritasi kulit akibat air liur yang berlebihan, usap wajah bayi secara teratur dengan kain lembut. Menjaga area dagu dan leher tetap kering akan mencegah bayi makin rewel akibat gatal atau perih pada kulit.

4. Pemberian makanan dingin

Jika bayi sudah memulai MPASI, Anda bisa memberikan puree buah yang sedikit dingin atau yoghurt. Rasa dingin ini memberikan efek menenangkan dari dalam mulut sekaligus menjaga asupan nutrisi Si Kecil tetap masuk.

Baca juga: Kenapa Bayi 10 Bulan Belum Tumbuh Gigi? Ini Penjelasannya, Moms

5. Penggunaan obat pereda nyeri (bila perlu)

Jika bayi terlihat sangat kesakitan dan langkah-langkah di atas tidak cukup membantu, penggunaan paracetamol khusus bayi bisa dipertimbangkan. Namun, ini harus dilakukan dengan sangat hati-hati. Selalu konsultasikan dengan dokter anak mengenai dosis yang tepat sebelum memberikan obat apa pun. Hindari penggunaan gel tumbuh gigi yang mengandung benzocaine karena telah dilarang oleh banyak otoritas kesehatan untuk anak di bawah usia 2 tahun.

Itulah ciri-ciri demam tumbuh gigi pada bayi dan cara mengatasinya. Namun, segera periksakan ke dokter jika demam berlangsung lebih dari 3 hari, suhu tubuh di atas 38 derajat Celsius, disertai diare, muntah, batuk, atau lemas. (MB/AY/GP/Foto: Freepik)