Type Keyword(s) to Search
BUMP TO BIRTH

Mitos dan Fakta Seputar Seks dan Kehamilan yang Perlu Diketahui

Mitos dan Fakta Seputar Seks dan Kehamilan yang Perlu Diketahui

Seks menjadi proses paling penting bagi pasangan suami istri untuk bisa memiliki momongan. Saat Moms dan Dads sangat ingin untuk punya anak, Anda berdua tentu akan mencari informasi tentang bagaimana berhubungan seks yang baik agar bisa segera hamil. Tak ketinggalan, Anda berdua juga akan mempraktikkan berbagai posisi dan gaya dalam bercinta untuk memperbesar kemungkinan hamil.

Dan jika Anda ternyata memang hamil, langkah selanjutnya mungkin Moms dan Dads akan mencari informasi bagaimana melakukan hubungan seks yang benar saat hamil, sebab Anda tidak mau ada masalah yang nantinya bisa membahayakan kesehatan Anda dan janin.

Mencari informasi yang terkait dengan seks dan kehamilan memang sah-sah saja Anda lakukan. Namun informasi mengenai seks dan kehamilan yang Moms dan Dads dengar dari berbagai sumber, seperti dari teman, internet, atau berdasarkan pengalaman pribadi, tidak selamanya benar. Banyak mitos mengenai seks dan kehamilan yang beredar di kalangan masyarakat. Dan mungkin ada beberapa di antaranya yang Anda percayai. Karena itu, Anda perlu memastikan kebenarannya.

Berikut ini mitos-mitos yang beredar di masyarakat dan mungkin kerap Anda dengar serta penjelasannya.

1. Mengangkat kedua kaki setelah berhubungan seks bisa membuat Anda cepat hamil

Sesaat selesai bercinta, Anda mungkin akan mengangkat kedua kaki tinggi-tinggi atau suami meminta Anda melakukan itu. Posisi tersebut akan menahan cairan mani lebih lama di sekitar mulut rahim, jadi kesempatan sperma untuk membuahi sel telur memang lebih tinggi. Namun, yang perlu Anda ketahui adalah bahwa dalam posisi apa pun pembuahan bisa saja terjadi. Terlebih ketika berhubungan seks di masa subur, serviks akan sangat ramah terhadap sperma.

2. Posisi woman on top membuat sulit hamil

Belum ada studi atau riset yang bisa memastikan hal tersebut. Namun ada beberapa posisi yang dianjurkan, seperti posisi yang dapat membuat cairan mani bertahan lebih lama di sekitar mulut rahim, yaitu posisi misionaris dan doggy style, yang memungkinkan penis bisa melakukan penetrasi maksimal. Gaya ini juga bagus untuk wanita dengan posisi rahim terbalik.

3. Seks di pagi hari mempercepat kehamilan

Saat pagi hari, sperma dalam keadaan sangat baik, lebih kuat dan jumlahnya lebih banyak daripada biasanya. Meskipun demikian, waktu untuk berhubungan seks tidak memengaruhi peluang Anda untuk hamil. Anda bisa melakukan seks kapan saja dan berhasil hamil, kok.

4. Ukuran penis berpengaruh pada kesuburan

Ukuran penis pada pria tidak akan berpengaruh pada kesuburan. Kesuburan hanya dipengaruhi oleh kualitas sperma dan kesehatan organ reproduksi Anda.

5. Orgasme mengganggu kehamilan

Banyak yang beranggapan bahwa orgasme bisa mengganggu kondisi kehamilan. Sebenarnya, berhubungan seks ketika hamil tidak akan membahayakan janin. Hal ini senada dengan penjelasan Dr. Lauren Streicher, profesor kebidanan dan ginekologi di Northwestern University, AS, bahwa bercinta saat hamil tetap aman dilakukan. Bahkan orgasme pada saat hamil bisa jauh lebih menyenangkan.

6. Banyak makan sayur akan menghasilkan bayi perempuan, sedangkan banyak makan daging akan menghasilkan bayi laki-laki

Sebetulnya hal ini berkaitan dengan tingkat keasaman vagina. Sperma X (untuk kelamin perempuan) lebih tahan terhadap suasana asam. Sedangkan sperma Y (untuk kelamin laki-laki) tidak tahan lama terhadap suasana asam dan lebih tahan dengan suasana basa.

Nah, bagi Moms yang menginginkan anak perempuan, Anda bisa melakukan diet tinggi magnesium, kalsium, dan makanan yang cenderung lebih asam, misalnya daging, jagung, ikan, plum, kopi, telur dan yoghurt. Mengonsumsi vitamin C juga dapat membuat serviks jadi lebih asam.

Berbeda halnya jika Anda ingin punya anak laki-laki. Moms bisa pilih makanan yang mengandung kalium seperti pisang dan juga memperbanyak makanan yang meningkatkan suasana alkali seperti ceri, jeruk segar, roti, alpukat, almond, wortel, dan kacang-kacangan. Konsumsi juga berbagai jenis sayuran dan buah-buahan.

7. Saat hamil tidak boleh makan nanas

Nanas menyebabkan keguguran hanyalah sebuah mitos. Anda sebenarnya tidak dilarang mengonsumsi buah nanas saat kehamilan. Tapi, makan lebih dari 5 buah bisa saja membahayakan, karena nanas mengandung bromelain yang dapat melunakkan mulut rahim, namun itu pun kadarnya juga masih sangat kecil. (M&B/SW/Foto: Frepik)


Read Next

More Frombump to birth