Follow Mother & Beyond untuk mendapatkan informasi terkini. Klik untuk follow Instagram dan YouTube Mother & Beyond
Moms, apakah Anda pernah mendengar cerita tentang pria yang merasakan mual, sakit punggung, berat badan bertambah, dan ngidam saat istri mereka tengah hamil? Ya, kondisi ini memang bisa menyerang para calon ayah dan dikenal dengan istilah couvade syndrome atau sindrom “kehamilan simpatik”.
Moms dan Dads mungkin sedang berbahagia sekaligus berdebar menanti kehadiran buah hati. Perubahan paling banyak bisa jadi dialami sang istri yang hamil, mulai dari perubahan mood, fisik, ditambah kadang masih mual dan muntah.
Rasanya semua itu tidak aneh buat ibu hamil. Namun, ternyata pasangan Anda juga merasakan apa yang Anda rasakan. Dalam dunia kesehatan, kondisi ini disebut dengan couvade syndrome, di mana suami ikut mengalami gejala kehamilan sang istri.
Apa itu couvade syndrome?
Couvade Syndrome berasal dari kata ‘couver’ yang dalam bahasa Prancis berarti mengerami atau mengerami telur. Sindrom ini menggambarkan rangkaian gejala pasangan yang tidak hamil menyerupai gejala kehamilan.
“Menariknya, sindrom ini bukan satu-satunya contoh bagaimana memiliki bayi memengaruhi pasangan yang tidak hamil. Depresi pascapersalinan pada pasangan yang tidak melahirkan juga umum terjadi,” ujar dokter kandungan Catherine Caponero, seperti dilansir dari Cleveland Clinic.
Couvade syndrome merupakan hal yang umum dialami para suami saat istri mereka hamil. penelitian yang dilakukan di St. George University, London, Inggris, menemukan bahwa 20-80 persen pria di dunia mengalami couvade syndrome di trimester pertama dan ketiga kehamilan.
Baca juga: Hamil Malah Benci pada Suami? Begini Penjelasan Pakar
Gejala couvade syndrome
Ada berbagai macam gejala couvade syndrome. Gejala yang dialami seorang pria bisa saja berbeda dengan pria lainnya. Melansir Healthline, gejala couvade syndrome bisa terbagi jadi dua, yakni gejala fisik dan gejala psikologis.
Gejala fisik meliputi mual, muntah dan nyeri ulu hati; nyeri atau kembung; perubahan nafsu makan; kram kaki; nyeri punggung; iritasi genital atau saluran kencing; kenaikan atau penurunan berat badan; dan sakit gigi. Adapun gejala psikologis meliputi mengalami kecemasan, depresi, susah tidur, gelisah,serta perubahan libido, termasuk hasrat berhubungan seks yang menurun.
Gejala couvade syndrome biasanya timbul di trimester pertama, saat sang istri yang tengah hamil mengalami mual, muntah, kelelahan, dan gejala kehamilan tak menyenangkan lain di trimester ini. Kemudian, memasuki trimester kedua, gejala couvade syndrome biasanya akan mereda seiring sang istri yang juga mulai merasa nyaman dengan kehamilannya. Meskipun begitu, gejala couvade syndrome cenderung kembali dan bahkan memburuk di trimester ketiga dan menjelang persalinan.
Umumnya sindrom ini akan sembuh dengan sendirinya saat bayi lahir.Ya, Tidak ada pengobatan khusus untuk couvade syndrome, kecuali sang istri telah melahirkan buah hati mereka.
Baca juga: Jika Suami Ingin Tambah Anak, Anda menolak (Atau Sebaliknya)
Demikian penjelasan mengenai couvade syndrome. Nah, buat Dads yang mengalami gejala ini, Anda kini tidak perlu merasa heran lagi, ya. (M&B/Elise/SW/Foto: Freepik)
