Type Keyword(s) to Search
BUMP TO BIRTH

Bolehkah Menyusui Suami saat Hamil? Ini Penjelasannya, Moms

Bolehkah Menyusui Suami saat Hamil? Ini Penjelasannya, Moms

Follow Mother & Beyond untuk mendapatkan informasi terkini. Klik untuk follow Instagram dan YouTube Mother & Beyond

Pertanyaan seperti “Bolehkah menyusui suami saat hamil?” mungkin terdengar tabu, tapi pertanyaan ini cukup sering muncul di kalangan pasangan yang sedang menantikan kehadiran buah hati.

Sebenarnya, aktivitas menyusui pada orang dewasa bukan hal yang umum dalam budaya kita. Namun, tak sedikit yang mempertanyakan manfaat, keamanan, bahkan sisi medis dari praktik ini. Apakah berbahaya bagi bumil dan janin, atau justru bisa menjadi bentuk keintiman baru selama masa kehamilan?

Penting untuk dipahami bahwa semua hal yang dilakukan selama kehamilan haruslah mempertimbangkan kondisi fisik dan psikologis bumil serta dampaknya terhadap perkembangan janin.

Nah, untuk menjawab rasa penasaran dan membantu Anda mengambil keputusan terbaik, berikut ini penjelasan lengkap mengenai boleh tidaknya menyusui suami saat hamil dan apa saja yang perlu dipertimbangkan.

Bolehkah menyusui suami saat hamil?

Menyusui suami saat hamil mungkin terdengar tak biasa dan jarang dibicarakan secara terbuka, tapi bukan berarti topik ini harus dihindari. Justru, penting bagi Moms dan Dads untuk membahasnya dengan jujur jika hal ini menjadi bagian dari dinamika hubungan Anda berdua.

Sebagian pasangan melihat aktivitas ini sebagai cara membangun kedekatan, baik secara emosional maupun fisik selama masa kehamilan, sehingga sah-sah saja untuk dilakukan. Namun, meskipun begitu, dari sudut pandang medis, ada sejumlah hal yang penting untuk diperhatikan sebelum melakukannya.

Baca juga: 6 Perubahan pada Payudara yang Sering Dialami Ibu Hamil

Hal-hal yang perlu diperhatikan sebelum menyusui suami saat hamil

Meskipun tidak selalu membahayakan, menyusui suami saat hamil juga bukan sesuatu yang bisa dilakukan sembarangan. Ada beberapa kondisi khusus yang perlu diperhatikan untuk menjaga kesehatan bumil dan janin tetap optimal, seperti:

1. Jika bumil merasa tidak nyaman, hentikan

Setiap bentuk keintiman seharusnya dilakukan atas dasar rasa aman dan persetujuan bersama. Bila Moms merasa canggung, tidak tertarik, atau secara fisik merasa terganggu, keputusan untuk tidak melanjutkan adalah hal yang sepenuhnya sah. Komunikasi secara terbuka dengan suami akan membantu menjaga keharmonisan tanpa paksaan.

2. Waspadai potensi infeksi

Bila salah satu pihak memiliki riwayat penyakit menular seperti HIV, herpes, atau sifilis, maka menyusui suami saat hamil bisa menjadi jalur penularan. Risiko meningkat apabila terdapat luka terbuka di area payudara atau mulut.

3. Puting terasa nyeri atau sangat sensitif

Di masa kehamilan, perubahan hormon bisa membuat area payudara jadi lebih sensitif. Isapan orang dewasa yang lebih kuat daripada isapan bayi bisa menyebabkan luka atau bahkan infeksi di saluran susu, yang bisa mengganggu kenyamanan tubuh Moms saat hamil.

Baca juga: Puting Payudara Terasa Sakit saat Disentuh? Ini Penyebabnya

4. Suami sedang mengalami gangguan kesehatan

Infeksi di rongga mulut atau penyakit yang bisa menular melalui air liur bisa menjadi ancaman bagi bumil. Karena itu, penting untuk memastikan kondisi kesehatan suami sebelum melakukan aktivitas menyusui.

5. Kehamilan tergolong berisiko tinggi

Jika Moms sedang mengandung bayi kembar, memiliki riwayat keguguran, atau pernah mengalami persalinan prematur, maka stimulasi pada puting bisa memicu kontraksi rahim sebelum waktunya. Dalam kondisi seperti ini, sebaiknya Anda berkonsultasi terlebih dahulu dengan dokter kandungan sebelum melakukan aktivitas yang melibatkan rangsangan payudara.

Bahaya menyusui suami saat hamil

Menyusui suami saat hamil memang bisa meningkatkan keintiman, tapi juga punya konsekuensi medis yang tidak bisa diabaikan, terutama jika dilakukan secara intens selama masa kehamilan.

Faktanya, stimulasi puting memicu hormon oksitosin yang memiliki peran penting dalam memulai kontraksi rahim. Dalam konteks persalinan, hal ini bermanfaat. Namun jika terjadi terlalu dini, bisa menimbulkan kontraksi yang berisiko bagi janin dan memicu kelahiran prematur.

Dalam studi yang dipublikasikan di Journal of The Academy of Breastfeeding Medicine, perempuan hamil yang menerima stimulasi pada puting diketahui mengalami proses persalinan yang berlangsung lebih singkat dan kuat, bahkan tidak ada satu pun yang memerlukan tindakan operasi caesar.

Meskipun temuan ini menunjukkan manfaat dalam konteks mempercepat persalinan, hasil tersebut juga mengindikasikan adanya risiko jika stimulasi dilakukan terlalu dini, terutama saat usia kehamilan belum mencapai waktu yang aman untuk melahirkan.

Itulah penjelasan mengenai bolehkah menyusui suami saat hamil. Jika Moms dan Dads ragu, jangan segan untuk berkonsultasi dengan dokter spesialis kandungan, ya! (M&B/AY/SW/Foto: Freepik)