Type Keyword(s) to Search
FAMILY & LIFESTYLE

Ciri-Ciri Sakit Kepala Akibat Hipertensi yang Perlu Diwaspadai

Ciri-Ciri Sakit Kepala Akibat Hipertensi yang Perlu Diwaspadai

Follow Mother & Beyond untuk mendapatkan informasi terkini. Klik untuk follow Instagram dan YouTube Mother & Beyond

Hipertensi atau tekanan darah tinggi adalah kondisi serius yang dapat memengaruhi kesehatan tubuh secara keseluruhan. Salah satu gejalanya yang sering dianggap sepele adalah sakit kepala. Namun, sakit kepala yang disebabkan oleh hipertensi memiliki ciri-ciri khusus yang perlu Anda kenali dan waspadai, Moms. 

Mengenali dan mewaspadai ciri-ciri ini bisa menjadi langkah awal untuk mencegah komplikasi lebih lanjut. Untuk itu, simak penjelasan berikut ini mengenai hubungan antara sakit kepala dan hipertensi, ciri-ciri khasnya, dan kapan Anda sebaiknya segera mencari bantuan medis!

Hubungan antara hipertensi dan sakit kepala

Hipertensi terjadi ketika tekanan darah di arteri mencapai atau melebihi batas normal, yaitu 120/80 mmHg. Kondisi ini memberikan tekanan ekstra pada dinding pembuluh darah, yang pada gilirannya bisa memengaruhi fungsi berbagai organ, termasuk otak.

Pada beberapa kasus, lonjakan tekanan darah akibat hipertensi dapat menyebabkan sakit kepala, terutama jika tekanan darah sudah sangat tinggi atau dalam kategori hipertensi yang disebut “krisis hipertensi”.

Meskipun tidak semua penderita hipertensi mengalami sakit kepala, gejala ini sering muncul jika tekanan darah meningkat secara signifikan dan menyebabkan dampak pada aliran darah di kepala.

Baca juga: 10 Cara Alami dan Efektif Menghilangkan Sakit Kepala

Ciri-ciri sakit kepala akibat hipertensi

Sakit kepala yang terkait dengan hipertensi memiliki beberapa karakteristik seperti:

1. Lokasi nyeri

Biasanya, sakit kepala terasa di bagian belakang kepala atau sekitar leher, meski bisa menyebar ke area lain. Nyeri ini kadang menggambarkan sensasi berat atau seperti ditekan.

2. Tingkatan nyeri yang beragam

Sakit kepala bisa bersifat ringan hingga berat, tergantung pada seberapa tinggi tekanan darah Anda. Ketika tekanan darah melonjak ke tingkat yang berbahaya, sakit kepala sering kali jadi lebih intens.

3. Terjadi bersama gejala lain

Selain sakit kepala, hipertensi dapat memunculkan gejala tambahan seperti pandangan kabur, mual, pusing, sesak napas, atau bahkan kehilangan kesadaran dalam kasus yang lebih parah.

4. Sakit kepala berat muncul di pagi hari

Penderita hipertensi cenderung mengalami sakit kepala yang lebih berat ketika bangun tidur. Ini disebabkan oleh meningkatnya tekanan darah di malam hari atau saat tubuh dalam posisi berbaring untuk waktu lama.

Baca juga: 8 Jenis Makanan dan Minuman yang Bisa Picu Sakit Kepala

Penyebab sakit kepala akibat hipertensi

Beberapa faktor dan kebiasaan dapat memperburuk sakit kepala akibat hipertensi, antara lain:

  • Stres yang membuat tekanan darah naik dan memperburuk gejala.
  • Konsumsi garam berlebihan yang memengaruhi keseimbangan cairan tubuh dan tekanan darah.
  • Kurang tidur yang mengganggu regulasi tekanan darah.
  • Gaya hidup tidak aktif yang meningkatkan risiko lonjakan tekanan darah secara mendadak.

Kapan mesti mencari bantuan medis?

Jika Anda mengalami sakit kepala yang disertai gejala berikut ini, segeralah mencari bantuan medis, Moms!

  • Tekanan darah mencapai atau melebihi 180/120 mmHg
  • Pandangan kabur atau ganda yang Bisa menjadi tanda masalah serius pada pembuluh darah otak
  • Nyeri kepala yang tak tertahankan, terutama yang muncul secara tiba-tiba dan sangat intens.
  • Gejala neurologis lain, seperti kesulitan berbicara, kelemahan di anggota tubuh, atau kebingungan.

Krisis hipertensi adalah kondisi darurat yang membutuhkan intervensi medis segera. Jangan menunda pemeriksaan jika Anda mencurigai ada lonjakan tekanan darah yang signifikan ya, Moms.

Baca juga: 10 Cara Efektif untuk Menurunkan Tekanan Darah Tinggi

Cara mengurangi risiko sakit kepala akibat hipertensi

Untuk mengurangi risiko sakit kepala akibat hipertensi, Anda bisa melakukan hal-hal berikut:

  • Pantau tekanan darah secara rutin
  • Terapkan pola makan sehat dengan kandungan rendah garam dan lemak
  • Tetap aktif secara fisik untuk menjaga tekanan darah tetap stabil
  • Kelola stres dengan teknik relaksasi seperti meditasi atau olahraga
  • Berhenti merokok dan batasi alkohol.

Menjaga gaya hidup sehat merupakan kunci utama dalam mencegah komplikasi hipertensi, termasuk sakit kepala.

Itulah ciri-ciri sakit kepala akibat hipertensi. Sakit kepala akibat hipertensi bukanlah hal yang bisa diabaikan. Mengenali dan mewaspadai ciri-ciri dan pemicu utamanya bisa membantu Anda mengambil langkah pencegahan yang tepat sekaligus mencari penanganan medis jika diperlukan, Moms. (M&B/AY/SW/Foto: Freepik)