Type Keyword(s) to Search
BUMP TO BIRTH

Positif Hamil Tapi Keluar Darah Terus-menerus, Ini Penyebabnya

Positif Hamil Tapi Keluar Darah Terus-menerus, Ini Penyebabnya

Follow Mother & Beyond untuk mendapatkan informasi terkini. Klik untuk follow Instagram dan YouTube Mother & Beyond

Kehamilan adalah momen yang membahagiakan tapi juga sekaligus menantang. Kabar positif kehamilan bisa bercampur dengan kekhawatiran saat dihadapkan pada gejala seperti perdarahan yang terjadi terus-menerus. Nah, jika Anda mengalami hal ini, penting untuk memahami penyebabnya dan tahu kapan harus mengambil tindakan.

Perdarahan selama kehamilan tidak selalu berarti sesuatu yang buruk, tapi tentu saja membutuhkan perhatian. Dalam beberapa kasus, perdarahan ringan atau bercak bisa terjadi di awal kehamilan dan dianggap normal. Namun, jika perdarahan berlangsung terus-menerus atau disertai gejala lain, itu mungkin menandakan ada sesuatu yang memerlukan perhatian medis segera.

Baca juga: Waspadai 7 Penyebab Keluar Flek Darah saat Hamil Muda

Penyebab perdarahan terus-menerus pada kehamilan

Berikut ini beberapa kemungkinan penyebab perdarahan selama kehamilan. Namun, sangat penting untuk berkonsultasi dengan dokter guna mengetahui penyebab pastinya, Moms. 

1. Implantasi janin

Pada tahap awal, perdarahan bisa muncul karena embrio menempel di dinding rahim. Ini umumnya dikenal sebagai perdarahan implantasi dan cenderung ringan serta berlangsung singkat.

Baca juga: Perdarahan Implantasi, Tanda Awal Kehamilan yang Kerap Terabaikan

2. Kehamilan ektopik

Jika sel telur yang sudah dibuahi berkembang di luar rahim, seperti di saluran tuba, hal ini bisa menyebabkan perdarahan dan memerlukan penanganan medis segera.

3. Keguguran

Keguguran merupakan salah satu penyebab utama perdarahan pada trimester pertama. Namun, tidak semua perdarahan berakhir dengan keguguran.

Baca juga: Ciri-Ciri Keguguran Tanpa Perdarahan yang Perlu Anda Waspadai

4. Plasenta previa atau lepasnya plasenta

Pada trimester kedua atau ketiga, masalah pada plasenta seperti plasenta previa (plasenta menutupi jalan lahir) atau lepasnya plasenta (plasenta lepas sebelum waktunya) bisa menyebabkan perdarahan berat.

5. Infeksi atau iritasi

Infeksi pada leher rahim atau saluran reproduksi juga bisa menyebabkan perdarahan ringan hingga sedang. Kadang-kadang, hubungan seks di masa kehamilan dapat mengiritasi leher rahim yang berdarah.

6. Polip atau kondisi medis lainnya

Polip serviks atau masalah kesehatan lainnya seperti gangguan pembekuan darah juga bisa menjadi penyebab perdarahan yang berlangsung terus-menerus.

Kapan harus mencari bantuan medis?

Meski tidak semua perdarahan merupakan tanda bahaya, bumil harus segera mencari bantuan medis jika mengalami gejala berikut ini.

  • Perdarahan berat yang disertai kram atau nyeri perut bawah
  • Pusing, lemas, atau kehilangan kesadaran
  • Keluarnya jaringan atau gumpalan besar dari vagina
  • Nyeri hebat di perut atau bahu.

Jangan menunda untuk berkonsultasi dengan dokter. Pemeriksaan medis bisa membantu menentukan penyebab dan memberikan perawatan terbaik untuk bumil dan bayinya.

Baca juga: Bahayakah Jika Jatuh saat Hamil Tapi Tidak Pendarahan? Ini Penjelasannya

Yang perlu dilakukan ketika perdarahan saat hamil

1. Istirahat yang cukup. Cobalah untuk mengurangi aktivitas fisik berat dan istirahat tubuh Anda agar cepat pulih.

2. Perhatikan nutrisi. Makan makanan bergizi untuk mendukung kesehatan Anda dan perkembangan bayi.

3. Ikuti saran dokter. Selalu patuhi anjuran yang diberikan dokter mengenai perawatan dan pengobatan.

Itulah penjelasan mengenai positif hamil tapi keluar darah terus-menerus. Dengan memahami kemungkinan penyebabnya dan mengambil langkah yang tepat, Anda bisa melewati situasi ini dengan lebih tenang. Jangan lupa juga untuk berkonsultasi dengan dokter untuk memastikan keselamatan Anda dan bayi di dalam kandungan. (M&B/AY/SW/Foto: Freepik)