Type Keyword(s) to Search
FAMILY & LIFESTYLE

5 Tips Praktis agar Makanan Aman dan Sehat Dikonsumsi Keluarga

5 Tips Praktis agar Makanan Aman dan Sehat Dikonsumsi Keluarga

Follow Mother & Beyond untuk mendapatkan informasi terkini. Klik untuk follow Instagram dan YouTube Mother & Beyond

Setiap tahun, lebih dari 600 juta orang di dunia jatuh sakit akibat mengonsumsi makanan yang tidak aman. Dari jumlah tersebut, jutaan kasus berasal dari dapur rumah—bukan restoran, bukan pasar—tapi dari tempat yang seharusnya paling aman untuk keluarga: rumah kita sendiri.

Organisasi Kesehatan Dunia (WHO) mencatat bahwa penyakit bawaan makanan menyebabkan kerugian ekonomi global hingga USD15 miliar per tahun. Namun, ancaman sebenarnya jauh lebih dekat dengan keseharian: Anak yang mendadak demam, perut mual setelah makan, atau orang tua lansia yang perlu dirawat karena makanan yang tidak aman.

Nah, untuk membantu Anda, berikut ini 5 prinsip praktis keamanan pangan keluarga dari McDonald’s Indonesia yang bisa Anda terapkan setiap hari, Moms.

1. Bersih adalah awal dari segalanya

Semua upaya menjaga keamanan pangan dimulai dari satu hal sederhana: kebersihan. Tangan yang kotor, tapas dapur yang lembap, atau buah yang tidak dicuci bersih sering kali bisa membawa bakteri masuk ke makanan.

Langkah pertama dan paling mendasar adalah mencuci tangan dengan benar. Gunakan sabun dan air mengalir minimal selama 20 detik, terutama sebelum dan selama mengolah bahan makanan, setelah menyentuh sampah, setelah dari toilet, atau memegang hewan peliharaan. Bahkan saat berbelanja, biasakan membersihkan tangan sebelum dan sesudah menyentuh bahan makanan, serta bersihkan gagang troli sebelum digunakan.

Sayur dan buah pun sebaiknya dicuci dengan air matang sebelum diolah atau dikonsumsi. Jangan lupa, tapas dan lap dapur juga perlu diperhatikan. Gantilah secara berkala, jemur hingga benar-benar kering, dan buang jika sudah berbau atau berjamur.

2. Pisahkan yang mentah dan yang siap santap

Kontaminasi silang melalui perpindahan bakteri dari bahan mentah ke makanan siap santap sering terjadi tanpa disadari. Talenan yang sama digunakan untuk memotong ayam mentah dan sayuran segar, atau wadah daging mentah diletakkan pada rak kulkas yang sama dengan kue siap makan.

Solusinya? Simpan dan olah makanan mentah dengan matang secara terpisah, termasuk buah dan sayur. Gunakan talenan, pisau, dan wadah berbeda untuk daging mentah dan sayur-mayur. Kemudian, cuci bersih semua peralatan sebelum digunakan untuk jenis bahan yang berbeda.

Di dalam kulkas, penting untuk menyusun bahan secara higienis. Simpan bahan mentah, seperti daging, ikan, unggas, atau seafood mentah di rak bawah dalam wadah khusus dan tertutup. Letakkan makanan siap saji di rak atas untuk menghindari tetesan cairan. Simpan bahan makanan dalam porsi kecil atau per porsi masak agar lebih praktis saat dimasak.

3. Masak dengan suhu yang tepat

Masakan yang tampak matang belum tentu bebas dari bakteri. Meskipun banyak resep menyarankan bahan setengah matang, Anda tetap disarankan memasak hingga matang sempurna, terutama untuk anak-anak, lansia, dan ibu hamil yang lebih rentan terhadap infeksi.

Beberapa tips penting:

1. Masak bahan makanan maksimal 2 jam setelah dikeluarkan dari kulkas, untuk mencegah pertumbuhan bakteri berbahaya yang bisa menyebabkan gangguan kesehatan.

2. Sajikan makanan matang dalam waktu 4 jam setelah dimasak agar tetap segar dan kualitasnya terjaga. Ingat, makanan yang sudah matang juga mudah rusak di suhu ruang.

4. Simpan di suhu yang tepat

Bakteri penyebab penyakit berkembang cepat pada suhu antara 5- 60 derajat Celsius. Karena itu, menjaga suhu penyimpanan sangat penting agar makanan tidak cepat rusak. Pastikan menyimpan makanan dengan suhu tepat: Kulkas di bawah 5 derajat Celsius dan makanan panas tetap di atas 60 derajat Celsius jika disimpan sebelum disajikan.

Untuk bahan segar seperti sayur dan telur, cara penyimpanan yang tepat sangat penting untuk menjaga kesegarannya. Telur sebaiknya disimpan dalam karton aslinya dan ditempatkan di bagian tengah kulkas. Hindari menyimpan telur di rak pintu kulkas, karena suhu di bagian ini cenderung tidak stabil akibat sering dibuka-tutup.

Hal penting lainnya, jangan mencuci telur sebelum disimpan. Kulit telur memiliki lapisan pelindung alami yang membantu mencegah masuknya bakteri. Cuci telur hanya saat akan digunakan agar perlindungan alaminya tetap terjaga.

5. Gunakan air dan bahan baku aman

Bahan baku yang tercemar bisa membawa mikroorganisme dan bahan kimia berbahaya. Karena itu, penting memilih bahan yang berkualitas dan mengolahnya dengan cermat. Langkah cermat yang bisa dilakukan, yakni:

Pilih bahan makanan yang masih segar

  • Buah dan sayur sebaiknya dicuci bersih atau dikupas sebelum dikonsumsi untuk mengurangi risiko kontaminasi.
  • Gunakan air bersih untuk mencuci bahan makanan dan peralatan.
  • Periksa kondisi kemasan dan tanggal kedaluwarsa sebelum membeli.

Diharapkan setiap keluarga bisa ikut berperan dalam menciptakan pola makan yang aman, sehat, dan berkualitas, karena pada akhirnya, makanan terbaik adalah makanan yang tidak hanya lezat, tapi juga memberikan rasa aman dan bahagia untuk orang-orang tercinta. (M&B/SW/Foto: Dok. McDonald’s Indonesia)