Follow Mother & Beyond untuk mendapatkan informasi terkini. Klik untuk follow Instagram dan YouTube Mother & Beyond
Moms, ada kalanya kondisi bayi atau ibu setelah melahirkan membuat Moms tidak memungkinkan untuk menyusui, sehingga bayi terpaksa diberikan susu formula. Namun, ternyata Si Kecil menolak saat diberi susu formula! Pasti hal ini membuat Moms khawatir. Sebenarnya, kenapa bayi tidak mau minum susu formula? Apa penyebabnya?
Bayi yang tidak mau minum susu formula sesungguhnya cukup sering terjadi dan hal ini bisa disebabkan oleh berbagai faktor, mulai dari perubahan rasa, suhu yang tidak tepat, hingga kondisi kesehatan tertentu. Moms perlu memahami alasan ini untuk bisa menemukan solusi yang tepat.
Penyebab bayi tidak mau minum susu formula
1. Perubahan rasa atau merek susu
Bayi memiliki indra perasa yang sensitif. Ketika Moms mengganti merek susu formula, Si Kecil mungkin menolak karena rasa yang berbeda dari biasanya. Setiap merek memiliki formulasi unik yang menghasilkan rasa dan aroma yang berbeda.
Baca juga: Ini Bahayanya Jika Bayi Minum Susu Sapi Segar
Solusi yang bisa dicoba:
- Lakukan transisi bertahap dengan mencampur formula lama dan baru
- Mulailah dengan perbandingan 3:1 (formula lama : formula baru)
- Secara perlahan tingkatkan proporsi formula baru setiap 2-3 hari
- Beri waktu pada bayi untuk beradaptasi dengan rasa baru.
2. Suhu susu yang tidak tepat
Suhu susu formula yang terlalu panas atau terlalu dingin dapat membuat bayi menolak minum. Bayi umumnya lebih menyukai susu dengan suhu yang mirip dengan ASI, yaitu sekitar suhu tubuh.
Cara mengatur suhu yang tepat:
- Tes suhu dengan meneteskan susu ke pergelangan tangan Anda
- Suhu ideal terasa hangat, tidak panas atau dingin
- Gunakan penghangat botol untuk hasil yang konsisten
- Hindari microwave karena dapat membuat susu terlalu panas di bagian tertentu.
3. Masalah dengan dot atau botol
Dot yang terlalu keras, lubang yang terlalu besar atau kecil, atau bentuk yang tidak sesuai bisa membuat bayi kesulitan minum. Hal ini bisa membuat Si Kecil frustrasi dan akhirnya menolak botol.
Tips memilih dot yang tepat:
- Pilih dot dengan aliran yang sesuai usia bayi: dot newborn untuk bayi 0-3 bulan dan dot slow flow untuk bayi 3-6 bulan
- Pertimbangkan dot dengan bentuk yang mirip puting payudara
- Ganti dot secara teratur jika sudah rusak atau keras.
4. Gangguan pencernaan
Kolik, refluks, atau masalah pencernaan lainnya dapat membuat bayi tidak mau minum susu formula. Rasa tidak nyaman di perut membuat Si Kecil mengasosiasikan minum susu dengan ketidaknyamanan sehingga ia pun akan menolaknya.
Baca juga: 6 Alasan Mengapa Bayi ASI Suka Buang Angin
Langkah yang dapat membantu:
- Pastikan bayi bersendawa setelah minum
- Coba posisi miring saat memberi susu
- Pilih formula yang mudah dicerna
- Konsultasi dengan dokter anak jika gejala berlanjut.
5. Kondisi mulut atau tenggorokan
Sariawan, gusi bengkak karena tumbuh gigi, atau infeksi tenggorokan dapat membuat bayi kesakitan saat minum susu. Kondisi ini sering diabaikan padahal bisa menjadi penyebab utama penolakan, Moms.
Cara mengatasi:
- Periksa mulut bayi secara perlahan
- Berikan teether dingin jika sedang tumbuh gigi
- Gunakan gel khusus untuk meredakan nyeri gusi
- Konsultasikan dengan dokter jika ada tanda-tanda infeksi.
6. Perubahan rutinitas atau lingkungan
Tahukah, Moms? Bayi bisa menjadi sangat sensitif terhadap perubahan. Pindah rumah, perubahan pengasuh, atau suasana yang berbeda dapat membuat Si Kecil stres sehingga menolak minum susu.
Menciptakan lingkungan yang nyaman:
- Pilihlah tempat yang tenang dan nyaman
- Redupkan cahaya yang terlalu terang
- Meminimalisasi adanya gangguan suara
- Peluk Si Kecil dengan lembut saat memberi susu sehingga ia merasa nyaman.
7. Jadwal minum yang tidak tepat
Memaksakan jadwal minum tanpa memperhatikan tanda lapar pada bayi dapat menyebabkan penolakan. Bayi yang belum lapar atau terlalu lapar sama-sama bisa menolak susu.
Mengenali tanda lapar bayi:
- Mengisap jari atau tangan
- Menoleh ke arah payudara atau botol
- Mengeluarkan suara atau tangisan pelan
- Gerakan mulut seperti mengisap.
8. Trauma atau pengalaman negatif
Moms, bayi juga bisa merasakan trauma, lho. Pengalaman buruk seperti tersedak, dipaksa minum, atau situasi yang membuat bayi takut dapat menciptakan trauma. Hal ini membuat Si Kecil enggan minum susu formula.
Membangun kembali kepercayaan:
- Bersabar dan jangan memaksa
- Coba berikan susu saat bayi dalam suasana hati yang baik
- Gunakan pendekatan yang lembut dan menenangkan
- Konsisten dengan rutinitas yang positif.
Menghadapi bayi yang tidak mau minum susu formula
1. Memberikan susu dengan teknik yang tepat.
Pastikan posisi Anda dan Si Kecil sama-sama nyaman dan rileks. Moms bisa memberikan susu dalam posisi duduk dan bayi dalam posisi semitegak di pangkuan. Pastikan kepala bayi sedikit lebih tinggi dari tubuh. Jangan biarkan bayi berbaring datar saat minum.
2. Ciptakan bonding yang kuat
Waktu minum susu bisa menjadi momen bonding antara Moms dan Si Kecil. Agar bayi merasa aman dan nyaman, Anda bisa memberikan susu sambil berbicara atau bernyanyi lembut.
Jangan lupa untuk melakukan kontak mata dengan bayi saat memberikan susu. Sesekali sentuhlah pipi atau tangan bayi dengan lembut. Dan yang paling penting, hindari gangguan seperti handphone atau televisi.
Kapan harus ke dokter?
Meskipun penolakan susu formula umumnya tidak berbahaya, ada beberapa kondisi yang memerlukan perhatian medis segera, antara lain:
- Bayi menolak minum selama lebih dari 24 jam
- Terjadi penurunan berat badan yang signifikan
- Bayi tampak lemas atau tidak aktif
- Demam atau tanda-tanda infeksi
- Muntah atau diare berkepanjangan.
Moms, menghadapi bayi yang tidak mau minum susu formula terkadang bisa membuat frustrasi. Yang perlu Moms cari tahu adalah alasan bayi tidak mau minum susu formula. Setelah menemukan penyebabnya, maka Anda bisa mencari solusi terbaik. Jangan ragu juga untuk berkonsultasi dengan ahli jika kondisi ini berlangsung lama. (M&B/AY/WR/Foto: Freepik)
