Type Keyword(s) to Search
FAMILY & LIFESTYLE

Alat Kesehatan yang Wajib Dimiliki Orang Tua di Rumah

Alat Kesehatan yang Wajib Dimiliki Orang Tua di Rumah

Follow Mother & Beyond untuk mendapatkan informasi terkini. Klik untuk follow Instagram dan YouTube Mother & Beyond

Moms, ketika anak mengalami demam di tengah malam atau ada anggota keluarga yang tiba-tiba merasa tidak enak badan, memiliki peralatan kesehatan dasar di rumah dapat memberikan ketenangan pikiran sekaligus penanganan pertama yang tepat. Karena itu, Anda perlu tahu apa saja alat kesehatan yang wajib dimiliki orang tua di rumah.

Tak hanya obat-obatan dan kotak P3K, ada beberapa alat kesehatan yang juga sebaiknya Anda miliki di rumah, Moms. Alat kesehatan ini yang akan memberikan “informasi” kepada Anda tentang kondisi kesehatan keluarga dan apa saja langkah yang perlu dilakukan.

Alat kesehatan yang wajib dimiliki orang tua di rumah

1. Termometer digital untuk memantau suhu tubuh

Termometer digital menjadi alat kesehatan paling dasar yang harus ada di setiap rumah. Berbeda dengan termometer raksa yang berisiko pecah, termometer digital memberikan hasil pengukuran yang akurat dan aman digunakan untuk semua anggota keluarga.

Saat anak mengalami demam, mengetahui suhu tubuh yang tepat akan membantu Moms menentukan langkah selanjutnya. Perlu diketahui, suhu normal tubuh berkisar antara 36,5-37,5 derajat Celsius. Jika suhu mencapai 38 derajat Celsius atau lebih, maka ini menandakan demam yang perlu ditangani.

Baca juga: 5 Cara Mengatasi Anak Demam Tapi Tangan dan Kaki Dingin

2. Tensimeter untuk mengecek tekanan darah

Memiliki tensimeter di rumah sangat penting, terutama jika ada anggota keluarga dengan riwayat hipertensi atau masalah kardiovaskular. Pemantauan tekanan darah secara rutin bisa membantu mendeteksi masalah kesehatan sebelum berkembang menjadi serius.

Tensimeter digital otomatis lebih mudah digunakan dibandingkan tensimeter manual. Anda tinggal memasang manset di lengan atas, menekan tombol, dan hasil pengukuran akan muncul di layar digital. Tekanan darah normal untuk orang dewasa adalah sekitar 120/80 mmHg.

Gunakan tensimeter pada waktu yang sama setiap hari untuk mendapatkan hasil yang konsisten. Hindari mengukur tekanan darah setelah minum kopi, berolahraga, atau dalam keadaan stres, karena bisa memengaruhi hasil pengukuran.

Baca juga: Perlu Tahu, Ini Batas Normal Tekanan Darah Berdasarkan Usia

3. Pulse oximeter untuk mengukur kadar oksigen

Pulse oximeter adalah alat kecil yang dijepit di ujung jari untuk mengukur kadar oksigen dalam darah dan detak jantung. Alat ini menjadi makin penting, terutama setelah pandemi COVID-19 yang mengajarkan pentingnya memantau saturasi oksigen.

Kadar oksigen normal dalam darah adalah 95-100%. Jika hasil pengukuran menunjukkan angka di bawah 95%, ini bisa menjadi tanda adanya masalah pernapasan yang memerlukan perhatian medis. Pulse oximeter sangat berguna untuk memantau kondisi anggota keluarga yang memiliki masalah pernapasan seperti asma.

Alat ini mudah digunakan dan memberikan hasil dalam hitungan detik. Pastikan jari dalam keadaan bersih dan tidak menggunakan cat kuku yang tebal, karena bisa memengaruhi akurasi pengukuran. Anda sebaiknya memilih pulse oximeter berkualitas agar akurasinya lebih terjamin.

4. Timbangan digital untuk memantau berat badan

Memantau berat badan secara rutin merupakan bagian penting dari menjaga kesehatan keluarga. Timbangan digital memberikan hasil yang lebih akurat dibandingkan timbangan analog dan biasanya dilengkapi dengan berbagai fitur tambahan.

Bagi anak-anak, pemantauan berat badan membantu memastikan pertumbuhan yang sehat sesuai dengan usia, sedangkan untuk orang dewasa, menjaga berat badan ideal dapat mencegah berbagai masalah kesehatan, seperti diabetes, penyakit jantung, dan masalah sendi.

Letakkan timbangan di permukaan yang rata dan keras untuk mendapatkan hasil yang akurat. Lakukan penimbangan di waktu yang sama setiap hari, sebaiknya di pagi hari setelah bangun tidur dan sebelum makan.

Baca juga: Menu Makanan Anak Usia 2 Tahun untuk Bantu Berat Badannya Bertambah Secara Sehat

5. Nebulizer untuk masalah pernapasan

Bagi keluarga yang memiliki anggota dengan asma atau masalah pernapasan lainnya, nebulizer adalah investasi kesehatan yang sangat berharga. Alat ini mengubah obat cair menjadi uap halus yang dapat dihirup langsung ke paru-paru.

Nebulizer bekerja lebih efektif dibandingkan inhaler untuk beberapa kondisi, terutama pada anak-anak yang belum bisa menggunakan inhaler dengan benar. Obat yang diberikan melalui nebulizer dapat langsung mencapai saluran pernapasan dan memberikan efek yang cepat.

Pastikan Moms membersihkan nebulizer setelah setiap penggunaan dan mengganti masker atau mouthpiece secara rutin. Selalu konsultasikan juga dengan dokter mengenai jenis dan dosis obat yang tepat untuk digunakan dengan nebulizer.

6. Glucometer untuk penderita diabetes

Jika ada anggota keluarga yang menderita diabetes, glucometer atau alat pengukur gula darah menjadi kebutuhan mutlak. Pemantauan gula darah secara rutin membantu mengontrol diabetes dan mencegah komplikasi yang berbahaya.

Glucometer modern sangat mudah digunakan. Anda hanya perlu menusuk ujung jari dengan lancet, meneteskan darah ke strip tes, dan hasil akan muncul dalam beberapa detik. Kadar gula darah normal adalah 80-100 mg/dL saat puasa dan kurang dari 140 mg/dL 2 jam setelah makan.

Simpan strip tes di tempat yang kering dan sejuk untuk menjaga akurasi. Ganti lancet secara rutin dan catat hasil pengukuran untuk dikonsultasikan dengan dokter saat kontrol rutin.

Adanya alat kesehatan yang wajib dimiliki di rumah bukan hanya untuk bersiap menghadapi keadaan darurat, tapi juga untuk menciptakan budaya kesehatan dalam keluarga. Ketika anak-anak melihat orang tua yang proaktif dalam menjaga kesehatan, mereka pun akan tumbuh dengan kesadaran yang sama. (M&B/WR/SW/Foto: Freepik)