Follow Mother & Beyond untuk mendapatkan informasi terkini. Klik untuk follow Instagram dan YouTube Mother & Beyond
Tumbuh kembang anak tidak berhenti menjadi fokus perhatian setelah melewati 1.000 Hari Pertama Kehidupan (HPK). Nyatanya, risiko penyakit menular dan tantangan tumbuh kembang tetap tinggi pada anak usia sekolah, sehingga langkah preventif seperti vaksinasi lanjutan, asupan gizi seimbang, dan pemeriksaan berkala secara menyeluruh perlu terus dilakukan.
Sayangnya, banyak orang tua masih melewatkan berbagai upaya tersebut, termasuk vaksinasi anak, terutama anak yang sudah melewati 1.000 HPK (lebih dari 2 tahun) karena minim informasi dan awareness.
Data Kementerian Kesehatan RI menunjukkan cakupan vaksinasi anak usia sekolah melalui program BIAS belum sepenuhnya merata. Vaksin Campak Rubela kelas 1 SD memang mencapai 93,8%, tetapi DT hanya 90,3% dan Td kelas 2 sebesar 91,9%. Ketimpangan ini turut berkontribusi pada masih munculnya kejadian luar biasa (KLB) seperti campak dan difteri di beberapa wilayah Indonesia.
Dalam rangka memperingati Hari Anak Nasional, Halodoc mengingatkan pentingnya menjaga kesehatan anak secara menyeluruh melalui langkah preventif di setiap tahap usia anak. Hal ini diwujudkan melalui webinar Health Talk by Halodoc spesial Hari Anak Nasional, yang membahas berbagai aspek menjaga kesehatan anak, mulai dari vaksinasi, pemenuhan nutrisi, hingga pemeriksaan kesehatan rutin dengan ahlinya.
Fibriyani Elastria, Chief Marketing Officer Halodoc, mengungkapkan, “Bagi Halodoc, Hari Anak Nasional adalah pengingat pentingnya menjaga kesehatan anak sebagai pondasi dan investasi masa depan anak. Setidaknya, 1 dari 3 pengguna Halodoc merupakan orang tua, dan kami ingin mendorong mereka untuk lebih proaktif dalam menjaga kesehatan anak secara holistik di setiap tahap fase kehidupan, salah satunya dengan pemberian vaksin.”
Upaya preventif dukung tumbuh kembang anak
Selama webinar berlangsung, ada beberapa insight terkait vaksinasi anak yang dirangkum oleh dr. Jessica Sugiharto, Sp.A, Mitra Dokter Spesialis Anak Halodoc, antara lain:
Manfaat jika anak mendapatkan vaksinasi tepat waktu
- Melindungi anak dari penyakit berbahaya
- Mencegah komplikasi berat, kecacatan, atau kematian
- Menciptakan kekebalan kelompok (herd immunity)
- Mengurangi biaya pengobatan dan waktu sekolah atau kerja yang hilang
- Anak sehat -> masa depan produktif.
Risiko jika anak tidak divaksinasi atau tidak tepat waktu
- Munculnya kembali penyakit yang sudah dikendalikan (PD3I)
- Komplikasi berat: pneumonia, ensefalitis, kelumpuhan, kematian
- Penularan ke kelompok rentan antara lain bayi dan lansia
- Meningkatnya beban psikososial keluarga akibat perawatan yang intensif
- Gangguan tumbuh kembang anak secara jangka panjang.
“Saya banyak menemukan orang tua beranggapan vaksinasi hanya penting sampai anak berusia 2 tahun, sehingga ketika jarak antar vaksin makin jarang, vaksinasi lanjutan sering terlupakan. Padahal, setelah anak melewati 1.000 HPK, mereka tetap membutuhkan vaksin booster dan lanjutan untuk melindungi dari penyakit yang dapat dicegah. Selain itu, asupan makanan bergizi seimbang, beberapa vitamin seperti vitamin D dan zat besi serta mineral juga perlu diberikan sebagai suplementasi, terutama bila kebutuhan harian belum tercukupi agar menjadi pondasi lengkap bagi kesehatan anak”, tambah dr. Jessica.
Pada kesempatan yang sama, dr. Jessica juga menyampaikan pentingnya untuk orang tua melakukan pemeriksaan kesehatan anak secara menyeluruh, sesuai tahap usianya secara rutin, mulai dari pemantauan tumbuh kembang secara fisik maupun mental hingga vaksinasi lanjutan dan booster yang sering dilupakan setelah anak berusia di atas 2 tahun. (M&B/SW/Foto: Freepik)
