Type Keyword(s) to Search
BUMP TO BIRTH

Ini Cara Menyembuhkan HBsAg Positif pada Ibu Hamil

Ini Cara Menyembuhkan HBsAg Positif pada Ibu Hamil

Follow Mother & Beyond untuk mendapatkan informasi terkini. Klik untuk follow Instagram dan YouTube Mother & Beyond

Moms, mengetahui hasil tes HBsAg positif saat hamil tentu menimbulkan kekhawatiran, karena infeksi hepatitis B dapat menular ke bayi selama persalinan. Untungnya, dengan skrining dini dan penanganan sesuai protokol, risiko penularan ini dapat ditekan secara signifikan dan HBsAg positif pada ibu hamil pun bisa disembuhkan.

Langkah pertama yang perlu diambil adalah melakukan pemeriksaan HBsAg pada trimester pertama, kemudian mengukur kadar virus (HBV DNA) untuk menilai tingkat replikasi virus dan kebutuhan terapi lanjutan.

Setelah diagnosis dipastikan, kolaborasi antara dokter kandungan dan spesialis penyakit dalam (hepatologi) sangat penting. Dokter akan merekomendasikan rencana terapi, mulai dari antiviral pada trimester ketiga hingga penanganan bayi setelah lahir.

Baca juga: Mengenal Tes HBsAg untuk Deteksi Hepatitis B saat Hamil

Dengan pemahaman yang tepat, Moms dapat menyiapkan persalinan yang aman dan meminimalkan risiko bagi Si Kecil. Yuk, simak selengkapnya, berbagai cara menyembuhkan HBsAg positif pada ibu hamil berikut ini!

Cara menyembuhkan HBsAg positif pada ibu hamil

1. Skrining dan konfirmasi diagnostik

Sebelum langkah pengobatan, Moms perlu dipastikan diagnosis melalui:

  • Pemeriksaan HBsAg pada awal kehamilan (idealnya trimester pertama).
  • Tes HBV DNA untuk mengetahui viral load jika HBsAg positif.
  • Pemeriksaan fungsi hati (ALT) dan status HBeAg untuk evaluasi kerusakan hati dan replikasi virus.

2. Terapi antiviral di trimester ketiga

Jika viral load tinggi (>200.000 IU/mL), terapi antiviral diberikan pada usia kehamilan 28-32 minggu untuk menurunkan risiko penularan:

  • Tenofovir disoproxil fumarate (TDF) bisa menjadi pilihan utama karena aman dan efektif digunakan.
  • Lamivudine merupakan alternatif jika TDF tidak tersedia.

Baca juga: Moms, Ini Kadar Hb yang Normal untuk Ibu Hamil

3. Protokol imunisasi dan proteksi bayi

Setelah bayi lahir, langkah proteksi meliputi:

  • Vaksin Hepatitis B dosis pertama dalam 12 jam pertama kelahiran.
  • Hepatitis B Immune Globulin (HBIG) dalam 12 jam pertama.
  • Lanjutan vaksinasi pada usia 1 bulan dan 6 bulan.

4. Konseling dan pemantauan lanjutan

Setelah persalinan, Moms akan menerima jadwal lengkap untuk vaksinasi Si Kecil. Dosis pertama vaksin hepatitis B dan HBIG diberikan dalam 12 jam pertama, lalu diikuti vaksin ulang pada usia 1 bulan dan 6 bulan.

Sambil memastikan imunisasi bayi berjalan tepat waktu, tim medis juga akan memantau fungsi hati Moms lewat pemeriksaan rutin ALT dan viral load HBV setiap beberapa bulan sekali untuk mengevaluasi respons terapi dan memastikan virus tetap terkontrol.

Di sisi lain, walau ASI aman bagi bayi meski ibu HBsAg positif, Moms tetap harus mengikuti anjuran dokter mengenai kelanjutan terapi antiviral dan gaya hidup sehat, sehingga proses menyusui sekaligus perawatan kesehatan Moms dapat berjalan beriringan demi keselamatan dan tumbuh kembang optimal Si Kecil.

Baca juga: Cara Ampuh Menaikkan Kadar Hb pada Ibu Hamil untuk Cegah Anemia

Nah, Moms, itulah berbagai cara menyembuhkan HBsAg positif pada ibu hamil. Dengan deteksi dini, terapi antiviral tepat waktu, serta protokol imunisasi dan HBIG untuk bayi, infeksi HBsAg positif pada ibu hamil dapat dikelola dengan baik.

Selalu konsultasikan rencana perawatan dan vaksinasi Si Kecil dengan dokter, agar proses kehamilan dan persalinan Anda berjalan dengan aman dan nyaman, ya. (M&B/AY/SW/Foto: Freepik)