Follow Mother & Beyond untuk mendapatkan informasi terkini. Klik untuk follow Instagram dan YouTube Mother & Beyond
Kebanyakan orang tua khawatir saat muncul bentol berair pada kulit bayi. Kondisi ini sendiri sebenarnya cukup umum terjadi pada bayi, tapi tetap perlu perhatian khusus untuk memastikan Si Kecil merasa nyaman dan terhindar dari komplikasi.
Bentol berair pada kulit bayi bisa disebabkan oleh berbagai faktor, mulai dari reaksi alergi hingga infeksi virus. Meskipun sebagian besar kasus tidak berbahaya, penting bagi Moms untuk memahami penyebab, cara penanganan yang tepat, dan kapan harus segera berkonsultasi dengan dokter.
Baca juga: 6 Langkah Tepat Perawatan Kulit Bayi yang Sensitif
Apa itu bentol berair pada kulit bayi?
Bentol berair pada kulit bayi adalah kondisi munculnya benjolan kecil berisi cairan bening atau keruh di permukaan kulit. Dalam istilah medis, kondisi ini disebut vesikel atau bula, tergantung pada ukurannya. Vesikel berukuran lebih kecil (kurang dari 1 cm), sedangkan bula berukuran lebih besar.
Bentol berair bisa muncul di berbagai bagian tubuh bayi, seperti wajah, tangan, kaki, atau bahkan di seluruh tubuh. Teksturnya terasa lembut saat disentuh dan berisi cairan yang bisa bening, kekuningan, atau bahkan berdarah, tergantung penyebabnya.
Nah, kulit bayi yang masih sangat sensitif dan sistem imun yang belum sempurna membuat Si Kecil lebih rentan mengalami berbagai masalah kulit, termasuk bentol berair. Meskipun terlihat mengkhawatirkan, sebagian besar kasus bentol berair pada bayi bisa diatasi dengan perawatan yang tepat.
Penyebab bentol berair pada kulit bayi
Bentol berair atau lesi berisi cairan pada kulit bayi bisa muncul karena beberapa penyebab, seperti:
1. Biang keringat (miliaria crystallina)
Biang keringat sering menjadi penyebab utama bentol berair pada bayi, terutama saat cuaca panas dan lembap. Bentol yang muncul karena biang keringat akan tampak kecil, bening, dan biasanya gatal.
Baca juga: Rekomendasi Sabun untuk Mengatasi Biang Keringat pada Bayi
2. Dermatitis kontak (alergi atau iritasi)
Paparan bahan tertentu seperti detergen, sabun, atau losion bisa menyebabkan kulit bayi bereaksi membentuk ruam kemerahan disertai bentol berair. Karena itu, Moms perlu berhati-hati dalam memilih produk detergen, sabun atau losion untuk Si Kecil. Hindari produk-produk yang mengandung alkohol atau pewangi.
3. Infeksi virus (cacar air/varicella)
Cacar air menyebabkan bentol berair yang mudah pecah, gatal, dan menyebar ke seluruh tubuh. Kondisi ini sering disertai demam dan gejala flu ringan.
4. Impetigo (infeksi bakteri)
Impetigo adalah infeksi kulit akibat bakteri Staphylococcus atau Streptococcus yang ditandai dengan bentol berisi cairan kuning atau bening yang mudah pecah dan membentuk kerak.
5. Eksim atopik akut
Pada fase eksim akut, kulit bayi bisa mengalami lepuhan kecil berisi cairan yang gatal dan mudah pecah. Biasanya muncul bersamaan dengan kulit kering, kemerahan, dan bersisik.
Cara mengatasi bentol berair pada kulit bayi
Penting untuk mengetahui cara mengatasi bentol berair secara tepat sesuai penyebabnya dan menghindari penggunaan obat atau salep sembarangan tanpa anjuran dokter.
1. Identifikasi dan hindari pemicu
Jika bentol disebabkan oleh alergi atau iritasi (seperti sabun, losion, atau bahan pakaian tertentu), hentikan penggunaannya segera. Sebaiknya, gunakan produk yang aman untuk bayi dan bersifat hypoallergenic.
Baca juga: Penyebab Kulit Bayi Kemerahan dan Cara Tepat untuk Mengatasinya
2. Mandikan bayi dengan air hangat dan sabun lembut
Mandikan bayi menggunakan air hangat dan sabun khusus bayi tanpa pewangi. Jangan menggosok area yang terkena bentol, cukup tepuk-tepuk lembut saat mengeringkannya.
3. Kompres dingin
Untuk membantu mengurangi peradangan dan rasa gatal, kompres dingin (menggunakan kain bersih yang dibasahi air dingin) bisa diaplikasikan secara singkat pada area bentol.
4. Jaga area tetap kering dan bersih
Pastikan kulit bayi tetap kering, terutama jika bentol berada di area tertutup popok. Ganti popok lebih sering dan gunakan krim pelindung kulit (seperti zinc oxide) jika diperlukan.
5. Gunakan obat topikal atau antibiotik sesuai anjuran dokter
Jika bentol disebabkan oleh infeksi seperti impetigo, dokter mungkin akan meresepkan salep antibiotik topikal atau oral. Jangan pernah memberikan obat tanpa resep, terutama untuk bayi ya, Moms.
Bentol berair pada kulit bayi memang sering membuat orang tua cemas. Namun, jika ditangani secara tepat, umumnya bentol pada kulit bayi bisa sembuh dengan perawatan sederhana di rumah. Yang perlu Moms ingat, selalu perhatikan perubahan pada kulit bayi dan jangan ragu berkonsultasi dengan dokter jika bentol memburuk, menyebar, atau disertai demam. (M&B/YE/WR/Foto: Freepik)
