Follow Mother & Beyond untuk mendapatkan informasi terkini. Klik untuk follow Instagram dan YouTube Mother & Beyond
Batuk pilek merupakan kondisi yang sering dialami anak-anak usia sekolah. Berdasarkan riset Survei Kesehatan Indonesia tahun 2023, prevalensi infeksi saluran pernapasan atas yang mencakup batuk pilek pada anak di usia 5-14 tahun mencapai 28,6%. Sementara data National Library of Medicine menyebut anak dapat mengalami batuk pilek sebanyak 6 hingga 10 kali dalam setahun, dengan durasi rata-rata 1-2 minggu. Artinya, seorang anak berisiko mengalami hingga 100 hari batuk pilek dalam satu tahun.
Kondisi tersebut tentu tidak hanya memengaruhi kualitas kesehatan anak ya, Moms, tapi juga dapat mengganggu tidur, nafsu makan anak, hingga aktivitas sekolah. Menurut dr. Kanya Ayu Paramastri Sp.A, dokter spesialis anak, penting bagi orang tua untuk peka dan segera mengatasi batuk pilek pada anak agar batpil tidak terjadi berkepanjangan.
“Batuk pilek yang tidak disertai demam memang terlihat ringan, tapi jika tidak ditangani dengan tepat dan cepat, bisa mengganggu aktivitas anak. Bahkan, dalam beberapa kasus, batuk pilek yang tidak tertangani bisa berkembang ke penyakit pernapasan lainnya,” ucap dr. Kanya, yang ditemui dalam peluncuran OB Combi Anak Batuk Pilek, di Jakarta, Selasa (29/7/2025).
Pentingnya mengenali gejala batuk pilek pada anak
Orang tua juga sebaiknya peka terhadap setiap gejala batuk pilek yang terjadi pada anak. Beberapa gejala batuk pilek pada anak yang perlu diwaspadai adalah hidung mampet, bersin-bersin, suara bindeng, dan batuk. Saat menemukan gejala tersebut, Moms bisa melakukan penanganan di rumah, seperti memenuhi kebutuhan cairan, memberikan makanan bernutrisi, mengajarkan etika batuk dan rajin mencuci tangan, serta memberikan obat sesuai gejala yang dialami.
“Dengan penanganan yang tepat, proses pemulihan bisa berlangsung lebih cepat, sehingga anak dapat kembali beraktivitas,” tambah dr. Kanya.
Berbekal pengalaman panjang dan pemahaman mendalam terhadap kebutuhan kesehatan anak, Combiphar kini menghadirkan inovasi terbarunya, yaitu OB Combi Anak Batuk Pilek dengan rasa strawberry yang diformulasikan khusus untuk efektif meredakan gejala batuk pilek tanpa demam pada anak.
“Sebagai brand yang telah menemani keluarga Indonesia dari generasi ke generasi selama lebih dari lima dekade, OBH Combi dikenal atas keahliannya dalam menangani berbagai jenis kondisi batuk. Kepercayaan ini menjadi landasan bagi kami untuk terus berinovasi dan menghadirkan solusi yang relevan,” ujar Weitarsa Hendarto, Direktur Combiphar.
“Kehadiran OB Combi Anak Batuk Pilek melengkapi rangkaian produk OBH Combi Anak, setelah sebelumnya hadir varian Batuk Flu yang ditujukan untuk meredakan gejala batuk, flu, dan demam. Varian terbaru yang diperkenalkan hari ini kami hadirkan sebagai jawaban bagi para ibu yang membutuhkan solusi khusus untuk batuk pilek tanpa demam, yang sering dialami anak-anak,” tambah Sandi Wijaya, GM Marketing Consumer Healthcare Combiphar.
Public figure sekaligus ibu satu anak, Asmirandah, yang juga hadir dalam acara peluncuran ini turut berbagi cerita. “Sebagai orang tua, saya tentu ingin Chloe tetap semangat belajar dan aktif. Tapi, kalau sudah batuk pilek, sering kali jadi enggak nyaman, lesu, dan kurang fokus. Sebelumnya Chloe udah cocok dengan OBH Combi Anak Batuk Flu. Jadi kehadiran varian baru OB Combi Anak Batuk Pilek ini bikin aku lebih tenang. Jadi, kalau nanti Chloe ada keluhan batuk pilek tanpa demam, sudah ada solusi yang makin tepat,” ungkap Asmirandah.
Itulah beberapa fakta mengenai gejala dan cara menangani batuk pilek pada anak yang bisa Moms lakukan di rumah. Meski sering kali terlihat ringan, segera atasi batuk pilek anak dengan cara yang tepat ya, Moms. Anda juga bisa melengkapi tindakan pencegahan dengan memberikan vaksin flu sesuai anjuran dokter. (M&B/RF/Foto: Freepik)
