Type Keyword(s) to Search
FAMILY & LIFESTYLE

Solusi Perawatan Kulit Sehat di Segala Perubahan Cuaca

Solusi Perawatan Kulit Sehat di Segala Perubahan Cuaca

Follow Mother & Beyond untuk mendapatkan informasi terkini. Klik untuk follow Instagram dan YouTube Mother & Beyond

Perubahan cuaca yang tidak menentu saat ini tidak hanya memengaruhi daya tahan tubuh secara keseluruhan, tapi juga dapat mengganggu kesehatan kulit. Selain itu, polusi udara dan gaya hidup yang tidak sehat dapat memicu dan memperburuk berbagai masalah kulit, seperti jerawat, kulit kering, dan gangguan kulit lainnya.

Beberapa masalah kulit yang sering terjadi akibat cuaca panas di antaranya adalah kulit terbakar, keringat berlebih, dan pori-pori tersumbat. Cuaca juga bisa menyebabkan pigmentasi dan penuaan dini akibat sinar UV berkepanjangan, sedangkan cuaca dingin sering menyebabkan kulit kering, pecah-pecah, dan mengelupas.

“Selain cuaca, stres dapat memengaruhi kesehatan kulit, sebab saat stres tubuh memproduksi hormon kortisol yang bisa menyebabkan peradangan, termasuk pada kulit,” ucap dr. Frieda, Sp.DVE, mitra dokter spesialis Halodoc, yang ditemui dalam Media & Community Gathering di Jakarta, Rabu (6/8/2025).

Pentingnya perawatan kulit yang tepat

Dengan segala tantangan yang dihadapi seperti cuaca ekstrem, polusi udara, dan gaya hidup tidak sehat, kulit memerlukan perawatan yang tepat. Dengan begitu skin barrier alami kulit dapat tetap terjaga. Bila perawatan yang dilakukan kurang tepat, maka bisa menyebabkan beberapa gejala, seperti kulit merah, iritasi, gatal, ruam, alergi, dan jerawat.

Menurut dr. Frieda perawatan kulit mendasar yang perlu dilakukan semua orang adalah selalu mencuci muka minimal 2x sehari dengan menggunakan cleanser yang ringan dan memiliki pH yang sesuai dengan jenis kulit. Lalu gunakan pelembap secara rutin minimal 2x sehari, boleh menggunakannya lebih sering jika kondisi kulit kering dan pilih pelembap yang sesuai jenis kulit.

“Yang juga tidak kalah penting adalah menggunakan sunscreen dan lakukan reapply setiap 2-3 jam sekali agar kulit terhindar dari sinar matahari UVA dan UVB,” tambah dr. Frieda.

Paparan sinar matahari berlebih bisa menyebabkan berbagai masalah pada kulit, seperti munculnya noda hitam hingga penuaan dini. Namun, sayangnya sebanyak 35% masyarakat Indonesia tidak tahu bahwa sinar matahari bisa menyebabkan penuaan dini pada kulit dan sebanyak 58% masyarakat menyesal karena sebelumnya tidak melindungi diri dengan lebih baik dari sinar matahari.

“Hanya kurang dari 30% masyarakat menggunakan sunscreen lebih dari satu kali dalam sehari. Padahal paparan sinar UVA dan UVB berlebihan yang tidak ditangani dengan baik serta paparan polusi dapat meningkatkan potensi terjadinya sunburn, melasma, jerawat, penuaan, alergi, hingga kanker,” ucap Hansen Gandhi, Medical Director L’Oreal Dermatology Beauty, yang ditemui di acara yang sama.

Menyadari pentingnya peerawatan kulit yang tepat, Halodoc, La Roche-Posay, dan CeraVe berkomitmen untuk menyediakan solusi perawatan yang tepat dan mudah diakses. Data Halodoc menunjukkan peningkatan konsultasi kesehatan kkulit sebanyak hampir 10% dibandingkan tahun sebelumnya. Keluhan yang paling banyak dikonsultasikan di antaranya adalah jerawat, dermatitis, dan pigmentasi.

“Kami berharap kolaborasi ini dapat mempermudah pengguna Halodoc mendapatkan perawatan kulit yang sehat dan teruji klinis di segala cuaca,” ucap Ignasius Hasim, VP Consultation & Diagnostics Halodoc. (M&B/RF/Foto: Lifestylememory/Freepik)